Sabtu, 23 Juni 2018

Polres Melawi Gelar Apel Kesiapan Randis Pengamanan Pilkada 2018 | PIMPINAN DAN SEGENAP JAJARAN IKUT BERDUKACITA ATAS WAFATNYA AMRIL MUNIR KETUA UMUM ASRIL CENTER

REGISTER CARD
BERITA TERPOPULER
BU | 11 Nov 2015 | Liputan Khusus
01
87
7011
Polwan Seksi Menipu Mapolres Pontianak
Bermodalkan nyali besar seperti tubuhnya, ditambah perawakan .....


BU | 04 Apr 2016 | Seremoni
02
696
6003
Tentang DR. Ir. Abdul Rivai Ras
Tentang DR. Ir. Abdul Rivai Ras, MM, MS, MSi


BU | 28 Jul 2016 | Liputan Khusus
03
914
5321
Pecandu Narkoba Tak Pelu Ditahan
Polri telah mengeluarkan Surat Telegram Rahasia (TR) ....


BU | 26 Mar 2016 | Investigasi
04
660
4567
Perempuan Penjual Es Kelapa
Hilda Rahma Ningrum (18th) perempuan asal desa Peganden...


BU | 12 Feb 2016 | Seremoni
05
484
4440
LSM Lidik Krimsus RI Siap Tampung LP
Ketua Umum LSM LIDIK KRIMSUS RI (LKRI), Ossie Gumanti ......


BU | 21 Nov 2015 | Seremoni
06
130
4256
Kisah Cinta Presenter TV dgn Kapolda Kalsel
Kebahagian sedang menyelimuti presenter cantik TvOne Winny C .....


BU | 29 Apr 2016 | Liputan Khusus
07
805
3908
Daftar Lengkap Mutasi Mabes Polri
Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti memutasi 112 perwira...


BU | 08 Apr 2016 | Investigasi
08
719
3531
Hidup Mantan Istri Pengusaha Indonesia
Chua memiliki lebih kurang 200 tas Hermes dan merupakan...


BU | 17 Nov 2015 | Liputan Khusus
09
100
2788
Terungkap Dimalam Pertama, Istri Dinodai
Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polda Lampung dan Polres .....


BU | 21 Feb 2016 | Gardanusa
10
552
2784
NASA:Rasulullah SAW Tentang Kiamat Benar
Sungai Eufrat menjadi sumber mata air di Anatolia, Turki ...


BU | 19 Feb 2016 | Gardanusa
11
551
2708
Mengejutkan! Masih Ada Gadis Seperti Ini
Hari itu saya belanja keperluan pribadi di ramayana swalayan


BU | 24 Mar 2016 | News Maker
12
655
2639
Kapolres Muna : Situasi Kondusif
Pesta demokrasi Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada....


BU | 06 Apr 2016 | Kawasan
13
702
2593
Wanita Ini Habisi Nyawa Pria
Rahmawati alias Rahma (24), sosok pendiam yang mati-matian..


BU | 21 Nov 2015 | Gardanusa
14
129
2515
Charli Setia Band Diculik Wartawan
Vokalis beken Setia band Charli Muhammad Van Houten, tadi ma .....


BU | 08 Oct 2015 | Horison
15
10
2381
Kendaraan Sipil Jangan Pakai Simbol TNI
Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana membuat perintah teg .....


BU | 17 Jan 2016 | Warta Utama
16
382
2380
Kepala Sekolah Malang Terancam di Penjara
Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 10 Kota Malang Harya .....


BU | 29 Mar 2016 | Kawasan
17
683
2365
"Sekantong Duku" Berbuah Petaka
Terbujuk janji-janji muluk dari rayuan gombal AM...


BU | 06 Jun 2018 | News Maker
18
1920
2305
Ustad Abdul Somad Ceramah di Mabes AD
Ustad Abdul Somad berceramah di Mabes Angkatan Darat...


BU | 10 Jan 2016 | Gardanusa
19
267
2281
Sekali Jalan, Syahrini Seharga Rp 2,2 M
Bicara soal Syahrini memang takkan jauh-jauh dari fashion da .....


BU | 20 Nov 2015 | Gardanusa
20
117
2280
Netizen Takjub Pandang Istri Siri Ust. Uje
Beberapa hari terakhir, sosok Rima Purnama Dewi atau Rima Id .....


BACA JUGA .....

Kapolres Solok dan BBPOM Survei Pasar

BU | 28 May 2018 | 06:29 | 1902

Rombongan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM)


Susi: Tinggalkan Illegal Fishing

BU | 25 May 2018 | 02:04 | 1889

Dua hari berada divkabupaten Banggai Laut (Balut) provinsi..


BU | 07 Jan 2017 | 02:57:31 | 1019 | Kawasan | Dibaca : 320 kali

Peringatan Hari Antikorupsi Diwarnai Aksi Unjuk Rasa

BU | Kawasan | Peringatan Hari Antikorupsi Diwarnai Aksi Unjuk Rasa

Puluhan Aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Ciamis Bersatu (Format) melakukan aksi unjuk rasa dalam memperingati Hari Antikorupsi Internasioanl (HAKI) dengan mendatangi dan berorasi di depan kantor Kejaksaan Negri Ciamis, Jumat (09/12/16).

Masa aksi melakukan longmach dari lapang Lokasana menuju kantor Kejaksaan Negeri Ciamis dengan teriakan tolak korupsi yang dipimpin Yudi Riadi, pengurus cabang PMII Kab. Ciamis. Yudi menuturkan, unjuk rasa itu untuk menanyakan kasus korupsi yang sedang ditangani oleh kejaksaan. “Kami lihat Kejari Ciamis belum menunjukan taringnya dalam mengungkap korupsi. Untuk itu, mahasiswa akan mengawal kinerja kejaksaan dalam pengungkapan kasus korupsi,” katanya.

Selain itu, kata dia, para pemangku kebijakan di Kabupaten Ciamis baik eksekutif, legislatif dan yudikatif harus lebih ditingkatkan  khusunya dalam pembuktian  integritas dan kapabelitas menangani kasus korupsi secara tegas dan serius sesuai dengan landasan hukum UU No 20 Tahun 2001, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi demi menjaga supremasi hukum dan stabilitas tatanan perekonomian Kabupaten Ciamis. Yudi juga mengungkapkan Pemerintahah Ciamis belum  memaksimalkan dan menerapkan sistem Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik No 14 Tahun 2008, sehingga tranparansi atau keterbukaan dalam setiap kegiatan menyangkut ranah publik dinilai masih kurang. 

Menanggapi aksi itu, Kepala Kejaksaan Negri Ciamis Sri Prihatini mendatangi masa aksi dan memberikan penjelasan terkait penangananan kasus korupsi yang ditangani pihaknya. Sri menuturkan kasus yang sedang ditangani ada 2 kasus yang pertama kasus korupsi yang sudah dalam proses persidangan di Kejaksaan Tinggi Bandung. Kasus ini kurang diketahui masyarakat karena persidangan dilakukan di tingkat provinsi bukan di tingkat kabupaten.

Sedangkan untuk kasus yang lain sedang dilakukan proses penyidikan. “Dalam hal ini kita tidak bisa mengekspose,” katanya. Lebih jauh Kajari mengatakan, terkait transparansi pihaknya kembali lagi pada  perintah pimpinan. Masalah ekspose perkara diminta jangan dulu, kalau kasusnya dalam tahap penyidikan dan penyelidikan. Akan tetapi pada saat penuntutan bisa dilakukan ekspose karena sudah memiliki dua alat bukti, apakah bisa jadi tersangka atau tidak. Hal itu untuk menghindari terjadinya kriminalisasi. "Selain itu, penanganan kasus selama tahun 2016 Kejaksaan Negri Ciamis sudah mengembalikan uang negara sebanyak kurang lebih Rp 1,1 milyar,” tegasnya.

Di tempat yang sama Kasi Intel Kejari Ciamis menambahkan, secara prinsi antara mahasiswa dan kejari mempunyai keinginan yang sama yaitu melakukan penanganan tindak korupsi secepatnya. “Akan tetapi kita juga harus melihat penanganan tersebut ada prosesnya,  harus sesuai dengan aturan yang berlaku. Begitu juga sesuai dengan anjuran  presiden bahwa penanganan kasus korupsi harus dikedepankan proses pencegahannya dulu, itulah program-programnya. Ada tim pengawal dan pendamping bagi pemerintah oleh kejaksaan. Program itu berlaku dari Jakarta sampai ke daerah dan Kejari Ciamis sendiri sudah melakukan upaya-upaya pencegahan,” ungkapnya.

Dalam pantau media ,rangkaian aksi setelah dari Kejaksaan Negri mahasiswa melanjutkan ke DPRD dan Pemda dan pada saat aksi di pemda sempat terjadi insiden ricuh antara peserta aksi dan aparat kepolisian. Kejadian tersebut bermula masa aksi mengiginkan untuk dihadiri langsung oleh Bupati Ciamis. Namun setelah beberapa waktu bupati tidak hadir masa aksi lalu melakukan pemblokiran jalan dan bakar ban sebagai bentuk kekecewaannya. dari sana mulai terjadinya insiden ricuh.

Ketika kemudian Bupati Ciamis H.Iing Syam Arifin mendatangi masa aksi di pendopo, ia menjelaskan kepada peserta aksi ia terlambat karena ada kunjungan kerja yang sudah direncanakan jauh hari yaitu pada kegiatan maulid Nabi. Setelah itu aia lalu mengunjungi warga yang menjadi korban longsor. “Inikan tugas kami sama dengan melayani masyarakat dan demi kepentingan masyarakat Ciamis juga,"katanya. Iing juga mengucapkan terimakasih kepada mahasiswa dan juga prihatin dengan Hari Antikorupsi Internasional yang menrutnya seharusnya korupsi itu tidak perlu ada.

“Kalau kita sudah sepakat karena memang ada kasus korupsi maka peringatan itu momentum buat kita untuk mengingatkan kita semua bahwa korupsi itu perbuatan yang tidak baik dan jahat,” tegasnya. Sementara transparansi yang diinginkan mahasiswa, disebutkan kalau masalah APBD sudah transparansi dalam penyusunan melalui musrenbang sampai ke  tingkat nasioanal. Selain itu ketika membahas anggaran juga bersama dewan, dalam arti refresentatif dari masyarakat. Selanjutnya pembahasan dengan dewan dalam wujud perda, ungkapnya. “Pemerintahan yang baik itu adalah melakukan 3 sistem trasparansi, akuntabel, dan partisipatif.

Dalam transparansi secara umum ada keterbatasan. Masa Perda dan Perbup kami umumkan di bilbord. Ada 3 ribuan kegiatan yang tersusun dalam buku, buku itulah yang sudah menjadi peraturan daerah. Kalau perda sudah masuk ke lembaran daerah bisa dicari dan dianggap tahu,” katanya. Ketika awak media mempertanyakan terkait insiden ricuh, Iing menjelaskan itu merupakan ranah pihak keamanan dan pihaknya yakin para aparat telah melakukannya secara profesional sesuai SOP nya.

“Hanya, saya prihatin dengan insiden tersebut,’ pungkasnya. Terpisah, Kabag Ops Polres Ciamis Kompol Tedy Wijaya menjelaskan insiden terjadi karena kesalah pahaman, kalau tidak bertemu bupati demosntran akan memblokir jalan. “Inilah tugas kami antisipasi dikira para pendemo di jalan hanya orasi saja akan tetapi memblokir jalan apa seperti itu dibolehkan itu tidak boleh dengan membakar ban di jalan takut ke bakaran sehingga kita antispasi dengan anggota sehingga terjdi kesalah pahaman. Dari kami tidak ada provokasi, kalau kita biarkan akan terjadi kemacetan panjang dan takut ada kebakaran,kalau kita ada pembiaran kan tidak mungkin,” katanya. Tedi juga mengungkapkan, sebagai manusia tidak luput dari kekurangan dan kesalahan, untuk itu pihaknya minta maaf. Namun ada juga anggota polisi yang menjadi korban dalam insiden itu sudah dilakukan pengobatan, tuturnya. (Oji fauzi/Rifa)



Share on :


Sumber : -




FORM KOMENTAR

Nama :
E-mail :
Komentar :
Kode : 723653


DAFTAR KOMENTAR


Baca Selengkapnya di Media Berita Nasional BHAYANGKARA UTAMA