Kamis, 26 April 2018

Silaturahmi dengan LKAAM, Kapolda Sumbar Harapkan Ninik Mamak Cegah Gesekan Pemilu | PIMPINAN DAN SEGENAP JAJARAN IKUT BERDUKACITA ATAS WAFATNYA AMRIL MUNIR KETUA UMUM ASRIL CENTER

REGISTER CARD
BERITA TERPOPULER
BU | 11 Nov 2015 | Liputan Khusus
01
87
6535
Polwan Seksi Menipu Mapolres Pontianak
Bermodalkan nyali besar seperti tubuhnya, ditambah perawakan .....


BU | 04 Apr 2016 | Seremoni
02
696
5614
Tentang DR. Ir. Abdul Rivai Ras
Tentang DR. Ir. Abdul Rivai Ras, MM, MS, MSi


BU | 28 Jul 2016 | Liputan Khusus
03
914
5162
Pecandu Narkoba Tak Pelu Ditahan
Polri telah mengeluarkan Surat Telegram Rahasia (TR) ....


BU | 26 Mar 2016 | Investigasi
04
660
4161
Perempuan Penjual Es Kelapa
Hilda Rahma Ningrum (18th) perempuan asal desa Peganden...


BU | 21 Nov 2015 | Seremoni
05
130
4106
Kisah Cinta Presenter TV dgn Kapolda Kalsel
Kebahagian sedang menyelimuti presenter cantik TvOne Winny C .....


BU | 12 Feb 2016 | Seremoni
06
484
4061
LSM Lidik Krimsus RI Siap Tampung LP
Ketua Umum LSM LIDIK KRIMSUS RI (LKRI), Ossie Gumanti ......


BU | 29 Apr 2016 | Liputan Khusus
07
805
3697
Daftar Lengkap Mutasi Mabes Polri
Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti memutasi 112 perwira...


BU | 08 Apr 2016 | Investigasi
08
719
3369
Hidup Mantan Istri Pengusaha Indonesia
Chua memiliki lebih kurang 200 tas Hermes dan merupakan...


BU | 17 Nov 2015 | Liputan Khusus
09
100
2641
Terungkap Dimalam Pertama, Istri Dinodai
Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polda Lampung dan Polres .....


BU | 21 Feb 2016 | Gardanusa
10
552
2585
NASA:Rasulullah SAW Tentang Kiamat Benar
Sungai Eufrat menjadi sumber mata air di Anatolia, Turki ...


BU | 19 Feb 2016 | Gardanusa
11
551
2543
Mengejutkan! Masih Ada Gadis Seperti Ini
Hari itu saya belanja keperluan pribadi di ramayana swalayan


BU | 24 Mar 2016 | News Maker
12
655
2533
Kapolres Muna : Situasi Kondusif
Pesta demokrasi Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada....


BU | 06 Apr 2016 | Kawasan
13
702
2465
Wanita Ini Habisi Nyawa Pria
Rahmawati alias Rahma (24), sosok pendiam yang mati-matian..


BU | 21 Nov 2015 | Gardanusa
14
129
2418
Charli Setia Band Diculik Wartawan
Vokalis beken Setia band Charli Muhammad Van Houten, tadi ma .....


BU | 17 Jan 2016 | Warta Utama
15
382
2261
Kepala Sekolah Malang Terancam di Penjara
Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 10 Kota Malang Harya .....


BU | 08 Oct 2015 | Horison
16
10
2241
Kendaraan Sipil Jangan Pakai Simbol TNI
Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana membuat perintah teg .....


BU | 29 Mar 2016 | Kawasan
17
683
2235
"Sekantong Duku" Berbuah Petaka
Terbujuk janji-janji muluk dari rayuan gombal AM...


BU | 10 Jan 2016 | Gardanusa
18
267
2160
Sekali Jalan, Syahrini Seharga Rp 2,2 M
Bicara soal Syahrini memang takkan jauh-jauh dari fashion da .....


BU | 20 Nov 2015 | Gardanusa
19
117
2154
Netizen Takjub Pandang Istri Siri Ust. Uje
Beberapa hari terakhir, sosok Rima Purnama Dewi atau Rima Id .....


BU | 19 Nov 2015 | Kawasan
20
108
2118
Jend. TNI (P) Joko Santoso Siap Pimpin
Jenderal TNI Purn Joko Santoso menegaskan perlunya tekad kom .....


BACA JUGA .....

Irwasda Polda Kalbar Ajak Transparansi

BU | 16 Apr 2018 | 11:43 | 1812

Workshop hasil evaluasi implementasi Sistim Keuangan Desa...


Wakapolda Kalbar Asistensi Polres Melawi

BU | 16 Apr 2018 | 10:49 | 1811

Atas ijin Kapolda, Wakapolda Kalimantan Barat (Kalbar)...


BU | 07 Jan 2017 | 02:57:31 | 1019 | Kawasan | Dibaca : 278 kali

Peringatan Hari Antikorupsi Diwarnai Aksi Unjuk Rasa

BU | Kawasan | Peringatan Hari Antikorupsi Diwarnai Aksi Unjuk Rasa

Puluhan Aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Ciamis Bersatu (Format) melakukan aksi unjuk rasa dalam memperingati Hari Antikorupsi Internasioanl (HAKI) dengan mendatangi dan berorasi di depan kantor Kejaksaan Negri Ciamis, Jumat (09/12/16).

Masa aksi melakukan longmach dari lapang Lokasana menuju kantor Kejaksaan Negeri Ciamis dengan teriakan tolak korupsi yang dipimpin Yudi Riadi, pengurus cabang PMII Kab. Ciamis. Yudi menuturkan, unjuk rasa itu untuk menanyakan kasus korupsi yang sedang ditangani oleh kejaksaan. “Kami lihat Kejari Ciamis belum menunjukan taringnya dalam mengungkap korupsi. Untuk itu, mahasiswa akan mengawal kinerja kejaksaan dalam pengungkapan kasus korupsi,” katanya.

Selain itu, kata dia, para pemangku kebijakan di Kabupaten Ciamis baik eksekutif, legislatif dan yudikatif harus lebih ditingkatkan  khusunya dalam pembuktian  integritas dan kapabelitas menangani kasus korupsi secara tegas dan serius sesuai dengan landasan hukum UU No 20 Tahun 2001, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi demi menjaga supremasi hukum dan stabilitas tatanan perekonomian Kabupaten Ciamis. Yudi juga mengungkapkan Pemerintahah Ciamis belum  memaksimalkan dan menerapkan sistem Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik No 14 Tahun 2008, sehingga tranparansi atau keterbukaan dalam setiap kegiatan menyangkut ranah publik dinilai masih kurang. 

Menanggapi aksi itu, Kepala Kejaksaan Negri Ciamis Sri Prihatini mendatangi masa aksi dan memberikan penjelasan terkait penangananan kasus korupsi yang ditangani pihaknya. Sri menuturkan kasus yang sedang ditangani ada 2 kasus yang pertama kasus korupsi yang sudah dalam proses persidangan di Kejaksaan Tinggi Bandung. Kasus ini kurang diketahui masyarakat karena persidangan dilakukan di tingkat provinsi bukan di tingkat kabupaten.

Sedangkan untuk kasus yang lain sedang dilakukan proses penyidikan. “Dalam hal ini kita tidak bisa mengekspose,” katanya. Lebih jauh Kajari mengatakan, terkait transparansi pihaknya kembali lagi pada  perintah pimpinan. Masalah ekspose perkara diminta jangan dulu, kalau kasusnya dalam tahap penyidikan dan penyelidikan. Akan tetapi pada saat penuntutan bisa dilakukan ekspose karena sudah memiliki dua alat bukti, apakah bisa jadi tersangka atau tidak. Hal itu untuk menghindari terjadinya kriminalisasi. "Selain itu, penanganan kasus selama tahun 2016 Kejaksaan Negri Ciamis sudah mengembalikan uang negara sebanyak kurang lebih Rp 1,1 milyar,” tegasnya.

Di tempat yang sama Kasi Intel Kejari Ciamis menambahkan, secara prinsi antara mahasiswa dan kejari mempunyai keinginan yang sama yaitu melakukan penanganan tindak korupsi secepatnya. “Akan tetapi kita juga harus melihat penanganan tersebut ada prosesnya,  harus sesuai dengan aturan yang berlaku. Begitu juga sesuai dengan anjuran  presiden bahwa penanganan kasus korupsi harus dikedepankan proses pencegahannya dulu, itulah program-programnya. Ada tim pengawal dan pendamping bagi pemerintah oleh kejaksaan. Program itu berlaku dari Jakarta sampai ke daerah dan Kejari Ciamis sendiri sudah melakukan upaya-upaya pencegahan,” ungkapnya.

Dalam pantau media ,rangkaian aksi setelah dari Kejaksaan Negri mahasiswa melanjutkan ke DPRD dan Pemda dan pada saat aksi di pemda sempat terjadi insiden ricuh antara peserta aksi dan aparat kepolisian. Kejadian tersebut bermula masa aksi mengiginkan untuk dihadiri langsung oleh Bupati Ciamis. Namun setelah beberapa waktu bupati tidak hadir masa aksi lalu melakukan pemblokiran jalan dan bakar ban sebagai bentuk kekecewaannya. dari sana mulai terjadinya insiden ricuh.

Ketika kemudian Bupati Ciamis H.Iing Syam Arifin mendatangi masa aksi di pendopo, ia menjelaskan kepada peserta aksi ia terlambat karena ada kunjungan kerja yang sudah direncanakan jauh hari yaitu pada kegiatan maulid Nabi. Setelah itu aia lalu mengunjungi warga yang menjadi korban longsor. “Inikan tugas kami sama dengan melayani masyarakat dan demi kepentingan masyarakat Ciamis juga,"katanya. Iing juga mengucapkan terimakasih kepada mahasiswa dan juga prihatin dengan Hari Antikorupsi Internasional yang menrutnya seharusnya korupsi itu tidak perlu ada.

“Kalau kita sudah sepakat karena memang ada kasus korupsi maka peringatan itu momentum buat kita untuk mengingatkan kita semua bahwa korupsi itu perbuatan yang tidak baik dan jahat,” tegasnya. Sementara transparansi yang diinginkan mahasiswa, disebutkan kalau masalah APBD sudah transparansi dalam penyusunan melalui musrenbang sampai ke  tingkat nasioanal. Selain itu ketika membahas anggaran juga bersama dewan, dalam arti refresentatif dari masyarakat. Selanjutnya pembahasan dengan dewan dalam wujud perda, ungkapnya. “Pemerintahan yang baik itu adalah melakukan 3 sistem trasparansi, akuntabel, dan partisipatif.

Dalam transparansi secara umum ada keterbatasan. Masa Perda dan Perbup kami umumkan di bilbord. Ada 3 ribuan kegiatan yang tersusun dalam buku, buku itulah yang sudah menjadi peraturan daerah. Kalau perda sudah masuk ke lembaran daerah bisa dicari dan dianggap tahu,” katanya. Ketika awak media mempertanyakan terkait insiden ricuh, Iing menjelaskan itu merupakan ranah pihak keamanan dan pihaknya yakin para aparat telah melakukannya secara profesional sesuai SOP nya.

“Hanya, saya prihatin dengan insiden tersebut,’ pungkasnya. Terpisah, Kabag Ops Polres Ciamis Kompol Tedy Wijaya menjelaskan insiden terjadi karena kesalah pahaman, kalau tidak bertemu bupati demosntran akan memblokir jalan. “Inilah tugas kami antisipasi dikira para pendemo di jalan hanya orasi saja akan tetapi memblokir jalan apa seperti itu dibolehkan itu tidak boleh dengan membakar ban di jalan takut ke bakaran sehingga kita antispasi dengan anggota sehingga terjdi kesalah pahaman. Dari kami tidak ada provokasi, kalau kita biarkan akan terjadi kemacetan panjang dan takut ada kebakaran,kalau kita ada pembiaran kan tidak mungkin,” katanya. Tedi juga mengungkapkan, sebagai manusia tidak luput dari kekurangan dan kesalahan, untuk itu pihaknya minta maaf. Namun ada juga anggota polisi yang menjadi korban dalam insiden itu sudah dilakukan pengobatan, tuturnya. (Oji fauzi/Rifa)



Share on :


Sumber : -




FORM KOMENTAR

Nama :
E-mail :
Komentar :
Kode : 40054


DAFTAR KOMENTAR


Baca Selengkapnya di Media Berita Nasional BHAYANGKARA UTAMA