Rabu, 25 April 2018

Paslon Tunggal di Pilkada Minahasa Tenggara Munculkan Perlawanan Kotak Kosong Yang Terus Menguat | PIMPINAN DAN SEGENAP JAJARAN IKUT BERDUKACITA ATAS WAFATNYA AMRIL MUNIR KETUA UMUM ASRIL CENTER

REGISTER CARD
BERITA TERPOPULER
BU | 11 Nov 2015 | Liputan Khusus
01
87
6498
Polwan Seksi Menipu Mapolres Pontianak
Bermodalkan nyali besar seperti tubuhnya, ditambah perawakan .....


BU | 04 Apr 2016 | Seremoni
02
696
5607
Tentang DR. Ir. Abdul Rivai Ras
Tentang DR. Ir. Abdul Rivai Ras, MM, MS, MSi


BU | 28 Jul 2016 | Liputan Khusus
03
914
5153
Pecandu Narkoba Tak Pelu Ditahan
Polri telah mengeluarkan Surat Telegram Rahasia (TR) ....


BU | 26 Mar 2016 | Investigasi
04
660
4154
Perempuan Penjual Es Kelapa
Hilda Rahma Ningrum (18th) perempuan asal desa Peganden...


BU | 21 Nov 2015 | Seremoni
05
130
4100
Kisah Cinta Presenter TV dgn Kapolda Kalsel
Kebahagian sedang menyelimuti presenter cantik TvOne Winny C .....


BU | 12 Feb 2016 | Seremoni
06
484
4053
LSM Lidik Krimsus RI Siap Tampung LP
Ketua Umum LSM LIDIK KRIMSUS RI (LKRI), Ossie Gumanti ......


BU | 29 Apr 2016 | Liputan Khusus
07
805
3690
Daftar Lengkap Mutasi Mabes Polri
Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti memutasi 112 perwira...


BU | 08 Apr 2016 | Investigasi
08
719
3364
Hidup Mantan Istri Pengusaha Indonesia
Chua memiliki lebih kurang 200 tas Hermes dan merupakan...


BU | 17 Nov 2015 | Liputan Khusus
09
100
2635
Terungkap Dimalam Pertama, Istri Dinodai
Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polda Lampung dan Polres .....


BU | 21 Feb 2016 | Gardanusa
10
552
2577
NASA:Rasulullah SAW Tentang Kiamat Benar
Sungai Eufrat menjadi sumber mata air di Anatolia, Turki ...


BU | 19 Feb 2016 | Gardanusa
11
551
2538
Mengejutkan! Masih Ada Gadis Seperti Ini
Hari itu saya belanja keperluan pribadi di ramayana swalayan


BU | 24 Mar 2016 | News Maker
12
655
2529
Kapolres Muna : Situasi Kondusif
Pesta demokrasi Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada....


BU | 06 Apr 2016 | Kawasan
13
702
2459
Wanita Ini Habisi Nyawa Pria
Rahmawati alias Rahma (24), sosok pendiam yang mati-matian..


BU | 21 Nov 2015 | Gardanusa
14
129
2413
Charli Setia Band Diculik Wartawan
Vokalis beken Setia band Charli Muhammad Van Houten, tadi ma .....


BU | 17 Jan 2016 | Warta Utama
15
382
2255
Kepala Sekolah Malang Terancam di Penjara
Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 10 Kota Malang Harya .....


BU | 08 Oct 2015 | Horison
16
10
2236
Kendaraan Sipil Jangan Pakai Simbol TNI
Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana membuat perintah teg .....


BU | 29 Mar 2016 | Kawasan
17
683
2228
"Sekantong Duku" Berbuah Petaka
Terbujuk janji-janji muluk dari rayuan gombal AM...


BU | 10 Jan 2016 | Gardanusa
18
267
2155
Sekali Jalan, Syahrini Seharga Rp 2,2 M
Bicara soal Syahrini memang takkan jauh-jauh dari fashion da .....


BU | 20 Nov 2015 | Gardanusa
19
117
2150
Netizen Takjub Pandang Istri Siri Ust. Uje
Beberapa hari terakhir, sosok Rima Purnama Dewi atau Rima Id .....


BU | 19 Nov 2015 | Kawasan
20
108
2114
Jend. TNI (P) Joko Santoso Siap Pimpin
Jenderal TNI Purn Joko Santoso menegaskan perlunya tekad kom .....


BACA JUGA .....

Irwasda Polda Kalbar Ajak Transparansi

BU | 16 Apr 2018 | 11:43 | 1812

Workshop hasil evaluasi implementasi Sistim Keuangan Desa...


Wakapolda Kalbar Asistensi Polres Melawi

BU | 16 Apr 2018 | 10:49 | 1811

Atas ijin Kapolda, Wakapolda Kalimantan Barat (Kalbar)...


BU | 03 Dec 2015 | 03:04:31 | 154 | Gardanusa | Dibaca : 541 kali

PERCUMA RATUSAN PENGHARGAAN JIKA NASIB RAKYAT TIDAK BERHARGA

BU | Gardanusa | Percuma Ratusan Penghargaan Jika Nasib Rakyat Tidak Berharga


Oleh : Risko Mardianto
(Intelijen Investigasi LIDIK KRIMSUS RI / Ketua Gema Kosgoro Solok)

Solok, BU
Bila ingin melihat sebuah negeri, tanpa survey pun kita bisa "membaca" apa dan bagaimana negeri itu sendiri. Gampang saja, tena atau tenok saja laku dan perbuatan pemimpinnya. Kalau pemimpinnya kacau, rakyatnya juga mencerminkan kekacauan. Kalau pemimpinnya tukang bohong, rakyatnya juga mencerminkan ketidakjujuran.

Kalau negerinya berbencana keterusan, itu pertanda; pemimpinnya dzalim. Pada saat mana kecanggihan teknologi seperti saat ini menjadi pakaian sehari-hari, kita tak mesti turun badan. Manajemen hidup terkini adalah "manajemen" bel, atau juga "manajemen online". Kehebatan teknologi, memudahkan hidup memang.

Bila kita paksakan raga harus kemana-mana dan harus selalu ada di mana-mana dalam realita, maka pada saat itu raga lelah. Kelelahan raga memberi pengaruh yang luar biasa pada daya pikir. Berpikir dalam raga yang lelah, hasilnya adalah "mengambang". Pikiran yang mengambang, mirip seperti "setan" di bumi, di mana kakinya tak menginjak tanah. Ketika kaki sedang tidak menginjak tanah, lalu melahirkan pikiran, pikiran kemudian menjadi keputusan atau sikap atau kebijakan "diri" maka yang terjadi adalah "keputusan hantu". Maksudnya, keputusan yang "tidak manusiawi".

Keputusan yang tak merambah nilai guna dan nilai manfaat untuk kehidupan manusia. Pada saat itu kemubaziran menjadi sebuah derita yang bertaman pada zaman itu. Konyolnya, derita itu dianggap taman bunga yang indah. Ini mirip kepada "segelas anggur berisi tuba".

Kasihan.

Sulit bagi saya, bagaimana cara menyampaikan ini di saat mana kesalahan disanjung-sanjung, kebenaran dan keadilan dikubur dalam-dalam. Pikiran dan hati massa yang sudah teracuni, memang sulit untuk "dibersihkan". Kebanaran akan dianggap kekeliruan. Kekeliruan dianggap kebiasaan, kebiasaan menjadi biasa. Biasa menjadi tradisi. Tradisi menjadi pakaian sehari-hari.Inilah abad di mana, zaman di mana kesalahan dianggap kebenaran.


Kebenaran; mati. Keadilan lenyap.
Orang-orang baik disingkirkan, setan ditegaktalikan! Bahkan, bila perlu disembah-sembah. Lalu, ramai-ramai diberi penghargaan. Kebohongan dihargai, kejujuran diludahi.Sedih aku, kebenaran disonggengkan, tapi kedustaan kok diberi tepuk tangan. Bila kesalahan terlalu sering kita tongek, maka yang akan terjadi adalah "berpestanya petaka di mana-mana".

Ironisnya, petaka atau musibah tak lagi dianggap ujian, cobaan, atau hukuman. Tapi, dianggap "berkah". Berkah politik. Gila, sementara para pemesta duniawi, sibuk berselfi-selfi ria berlatar belakang darah,air mata, bahkan bencana!

Berbahaya. KEKUASAAN  Kekuasaan manusia di atas bumi dapat dilihat dari bagaimana peristiwa-peristiwa yang terjadi. Bumi dan peristiwa adalah cermin dari kelakukan manusia. Sementara, pemimpin adalah cermin dari kelakuan massa.

Sebuah kebaikan, bila ia benar-benar baik; tak perlu dijelaskan hingga berbusa-busa liur keluar. Liur yang keluar itu, dahak yang tersekat di kerongkongan itu, ketika dilidahkan...olala;
diperebutkan ramai-ramai untuk didaguk. Ah, penyakit atau virus, kok dianggap obat penawar luka?

Kebaikan atau kebenaran bukan untuk diperdebatkan, biarkan saja "alam" bicara. Dunia, makin ke ujung makin dicoba. Cobaan-cobaan akan berlapis-lapis dahsyat. Energi-energi negatif akan berbaris rapi menghancurkan energi positif. Ketika energi positif enggan mempertemukan diri dan enggan menjinakkan energi positif, maka jangan harap ada cahaya.

Lampu tak akan pernah hidup ketika energi + tak bertemu. Akhirnya, gelap dianggap terang. Terang dianggap gelap.Adalah sebuah keniscayaan, bahwa salah satu tanda-tanda dunia akan kiamat adalah ketika kejahatan kekuasaan dipuja-puji. Pemimpin yang zalim disanjung-sanjung.

Pemimpinnya gila hormat, gila harta, gila tahta dan perbuatannya cendrung membuat massa dan masa menjadi gila.

Ketika terjadi kegilaan massal, yang berada di depan adalah Dajjal dan setan. Manusia-manusia menjadi zombie, melahap manusia benar.

Makanya, gampang saja mengevaluasi pemimpin yang benar atau tak benar. Mulai saat kini, hitung apa-apa yang terjadi. Apakah masyarakat dalam keadaan tentram? Apakah masyarakat dalam keadaan nyaman? Apakah kehidupan tertib? Apakah bencana datang silih berganti? Apakah keresahan menjadi-jadi? Rasakan dari lingkungan kecil.

Mulai dari rumah tangga. Lalu meningkat ke tingkat RT. Lalu ke RW. Lalu ke tingkat kota atau tingkat kabupaten. Lalu pertanyakan, apakah kau merasa nyaman dan aman? Apakah bencana minim adanya? Apakah, tak banyak keganjilan-keganjilan. Apakah nikmat pembangunan terasa merata? Kalau jawabannya iya; bersyukurlah, anda sedang dipimpin oleh orang yang benar.

Lalu sampaikan pada tingkat propinsi dan negara.

Kalau ternyata, hidupmu susah. Itu pertanda, pemimpinmu "salah", kau juga salah, kita juga salah. Mengapa, karena pemimpin adalah cerminan pemilihnya.

Bila ingin melihat sebuah negeri, tanpa survey pun kita bisa "membaca" apa dan bagaimana negeri itu sendiri. Gampang saja, tena atau tenok saja laku dan perbuatan pemimpinnya. Kalau pemimpinnya kacau, rakyatnya juga mencerminkan kekacauan. Kalau pemimpinnya tukang bohong, rakyatnya juga mencerminkan ketidakjujuran.

Kalau negerinya berbencana keterusan, itu pertanda; pemimpinnya dzalim.

Dan, niscaya; yang memberi penghargaan kepada pemimpin adalah kita, kita yang rakyat badarai; bukan institusi lain.

Kalau saya jadi pemimpin, saya tak butuh penghargaan Presiden, Gubernur, Walikota, atau yang lainnya. yang saya butuhkankan adalah "penghargaan" dari rakyat yang saya pimpin.

Mau 100 atau 200 penghargaan, itu akan saya cabik-cabik. Untuk apa kertas penghargaan kalau rakyat saya di berbagai pelosok negeri cabik-cabik dan luka.

Sebelum rakyat saya berdarah-darah karena susah hidup, biarlah saya yang berdarah-darah dengan melakukan apa saja di jalan baik demi rakyat yang saya pimpin. Asal kebaikan untuk rakyat saya apapun akan saya laksanakan dalam ridhoNya, saya rela dicaci maki rakyat saya sendiri.

Daripada saya diharga-hargai, saya ditongek-tongek, surat penghargaan tiba tiap sebentar, lebih baik saya susah asal rakyat saya senang.Bukan senang melihat rakyat susah.

Ayo, mari kita bulatkan tekad.Tekad untuk menciptakan kebaikan-kebaikan. Mari kita saling berangkul tangan dalam rangkulan kecerdasan. Saatnya, rakyat hebat memilih, memilih pemimpin yang baik; bukan pemimpin buruk yang bertopeng baik. Dan bukan pula, keparat berlagak malaikat!

Ya Allah, beri kami pemimpin yang adil, bukan pemimpin yang hanya mementingkan dirinya, keluarganya, kawan-kawannya, golongannya dan orang-orang yang sepaham hanya dengan dia.

Ya, Allah; turunkan kepada kami ; pemimpin untuk semua....



Share on :


Sumber : -




FORM KOMENTAR

Nama :
E-mail :
Komentar :
Kode : 438348


DAFTAR KOMENTAR


Baca Selengkapnya di Media Berita Nasional BHAYANGKARA UTAMA