Kamis, 18 Januari 2018

Sat Reskrim Polres Bogor Ungkap Kasus Pemalsuan Ijazah | PIMPINAN DAN SEGENAP JAJARAN IKUT BERDUKACITA ATAS WAFATNYA AMRIL MUNIR KETUA UMUM ASRIL CENTER

REGISTER CARD
BERITA TERPOPULER
BU | 11 Nov 2015 | Liputan Khusus
01
87
5844
Polwan Seksi Menipu Mapolres Pontianak
Bermodalkan nyali besar seperti tubuhnya, ditambah perawakan .....


BU | 28 Jul 2016 | Liputan Khusus
02
914
4918
Pecandu Narkoba Tak Pelu Ditahan
Polri telah mengeluarkan Surat Telegram Rahasia (TR) ....


BU | 04 Apr 2016 | Seremoni
03
696
4749
Tentang DR. Ir. Abdul Rivai Ras
Tentang DR. Ir. Abdul Rivai Ras, MM, MS, MSi


BU | 21 Nov 2015 | Seremoni
04
130
3843
Kisah Cinta Presenter TV dgn Kapolda Kalsel
Kebahagian sedang menyelimuti presenter cantik TvOne Winny C .....


BU | 26 Mar 2016 | Investigasi
05
660
3618
Perempuan Penjual Es Kelapa
Hilda Rahma Ningrum (18th) perempuan asal desa Peganden...


BU | 12 Feb 2016 | Seremoni
06
484
3611
LSM Lidik Krimsus RI Siap Tampung LP
Ketua Umum LSM LIDIK KRIMSUS RI (LKRI), Ossie Gumanti ......


BU | 29 Apr 2016 | Liputan Khusus
07
805
3308
Daftar Lengkap Mutasi Mabes Polri
Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti memutasi 112 perwira...


BU | 08 Apr 2016 | Investigasi
08
719
3003
Hidup Mantan Istri Pengusaha Indonesia
Chua memiliki lebih kurang 200 tas Hermes dan merupakan...


BU | 17 Nov 2015 | Liputan Khusus
09
100
2429
Terungkap Dimalam Pertama, Istri Dinodai
Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polda Lampung dan Polres .....


BU | 24 Mar 2016 | News Maker
10
655
2366
Kapolres Muna : Situasi Kondusif
Pesta demokrasi Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada....


BU | 06 Apr 2016 | Kawasan
11
702
2280
Wanita Ini Habisi Nyawa Pria
Rahmawati alias Rahma (24), sosok pendiam yang mati-matian..


BU | 19 Feb 2016 | Gardanusa
12
551
2085
Mengejutkan! Masih Ada Gadis Seperti Ini
Hari itu saya belanja keperluan pribadi di ramayana swalayan


BU | 17 Jan 2016 | Warta Utama
13
382
2052
Kepala Sekolah Malang Terancam di Penjara
Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 10 Kota Malang Harya .....


BU | 08 Oct 2015 | Horison
14
10
2047
Kendaraan Sipil Jangan Pakai Simbol TNI
Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana membuat perintah teg .....


BU | 29 Mar 2016 | Kawasan
15
683
2043
"Sekantong Duku" Berbuah Petaka
Terbujuk janji-janji muluk dari rayuan gombal AM...


BU | 21 Feb 2016 | Gardanusa
16
552
1980
NASA:Rasulullah SAW Tentang Kiamat Benar
Sungai Eufrat menjadi sumber mata air di Anatolia, Turki ...


BU | 20 Nov 2015 | Gardanusa
17
117
1971
Netizen Takjub Pandang Istri Siri Ust. Uje
Beberapa hari terakhir, sosok Rima Purnama Dewi atau Rima Id .....


BU | 10 Jan 2016 | Gardanusa
18
267
1969
Sekali Jalan, Syahrini Seharga Rp 2,2 M
Bicara soal Syahrini memang takkan jauh-jauh dari fashion da .....


BU | 21 Nov 2015 | Gardanusa
19
129
1964
Charli Setia Band Diculik Wartawan
Vokalis beken Setia band Charli Muhammad Van Houten, tadi ma .....


BU | 19 Nov 2015 | Kawasan
20
108
1931
Jend. TNI (P) Joko Santoso Siap Pimpin
Jenderal TNI Purn Joko Santoso menegaskan perlunya tekad kom .....


BACA JUGA .....

Saatnya Sarjana Solok Ciptakan Peluang

BU | 30 Dec 2017 | 01:53 | 1655

Sudah saatnya para sarjana di Kabupaten Solok menciptakan...


Sat Binmas Polresta Bogor Penyuluhan

BU | 14 Dec 2017 | 09:04 | 1632

Sat Binmas Polresta Bogor gelar penyuluhan


BU | 30 Dec 2017 | 01:37:31 | 1657 | Horison | Dibaca : 22 kali

Memetakan Kerja Otak Ustad Somad

BU | Horison | Memetakan Kerja Otak Ustad Somad

BU.com
Oleh: Badrul Munir, Dokter/Dosen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang/Penulis Buku-Buku Neuroreligi
 
 
 
Setiap masa ada tokohnya dan setiap tokoh ada masanya, rasanya kalimat ini cocok untuk ustaz Abdul Somad (UAS). Pada usia 40 tahun, dai asal Riau ini menjadi dai terkenal dan banyak pengikut jamaah di Indonesia, fenomena ini mengingatkan kita dengan kemunculan almarhum KH Zainuddin MZ pada awal 1990-an.
 
Namun, ada yang berbeda dengan UAS ini, UAS muncul pada "zaman now" dan berdakwah lebih banyak menggunakan dunia maya, sementara KH Zainuddin yang kala itu memikat masyarakat dengan kepiawaiannya mengolah kata di podium banyak disaksikan lewat radio dan televisi.
 
Satu hal yang menarik adalah adanya penolakan dari sebagian kecil elemen bangsa yang merasa tidak pas dengan ceramah dai ini, penolakan dan persekusi di Bali serta terakhir ceramah di Hongkong oleh pihak otoritas di sana.
 
Penolakan UAS berceramah justru menjadi media untuk melambungkan nama beliau. Terbukti jutaan simpati mengalir baik dari masyarakat, bahkan kedatangan UAS dalam setiap ceramahnya di beberapa daerah sangat ditunggu oleh jutaan jamaahnya.
 
Dominasi otak
Menarik untuk memetakan kerja otak UAS ini, psikolog dunia peraih Nobel tahun 1981, Roger W Sperry, memetakan otak berdasarkan fungsinya menjadi otak kanan dan kiri. Kerja otak kiri menjadikan seseorang berpikir, mengingat, menganalisis, berhitung, dan memutuskan sesuatu. Hasil kerja otak kiri menjadikan seseorang sebagai ilmuwan yang cerdas.
 
Sedangkan kerja otak kanan lebih banyak pada hal menalar, memahami, intuisi, merasakan, simpati yang menjadikan seseorang mengembangkan diri di sisi seni dan humanisme. Sebenarnya, teori otak kanan dan kiri ini sudah banyak ditentang oleh ahli neurosains "zaman now, yang mengatakan bahwa kerja otak merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Pembagian otak kanan dan kiri sudah tidak relevan lagi berdasarkan temuan kedokteran saat ini.
 
Namun, masih banyak orang yang mempercayai bahwa untuk kesuksesan harus mendominasikan kerja otak kanan. Hal ini bisa kita lihat dari banyaknya pelatihan atau buku yang isinya mengaktifkan otak kanan agar sukses dalam hidupnya.
 
Teori otak kanan dan kiri ini sangat menarik bila diaplikasikan untuk UAS ini. Bila kita mengikuti ceramah dan membaca perjalanan hidup beliau tampak sekali kecerdasan beliau dalam menghafal dasar-dasar hukum akidah, fikih, dan muamalah. 
 
Bukan hanya menghafal dari Alquran dan hadis, melainkan menukil pendapat beberapa ulama secara perinci dan lengkap, yang dirangkai dan disandingkan dengan bahasa sederhana untuk diketahui oleh masyarakat, sehingga masyarakat jadi sangat paham dan tidak menyalahkan perbedaan dalam hal agama yang sering dipertentangkan di masyarakat awam. Poin ini menjadi salah satu kelebihan UAS dibandingkan dai lainnya.
 
Keluasan dan kedalaman ilmu agama ini bisa dimaklumi mengingat UAS adalah alumnus Universitas Al Azhar dan Maroko yang sangat terkenal itu. Untuk bisa kuliah di sana, UAS harus mengalahkan 900 calon mahasiswa lainnya dengan seleksi yang sangat ketat, tentunya dibutuhkan otak cerdas yang didominasi otak kiri.
Kerja otak kiri UAS sangat sempurna, menurut neurosains memori atau kecerdasan disimpan berdasarkan waktunya. Memori sesaat hanya disimpan di korteks (kulit luar) otak sehingga muda lupa, sedangkan memori jangka pendek disimpan lebih dalam lagi, yakni dibawa korteks sehingga mudah. Memori jangka panjang disimpan di bagian otak yang sangat dalam, yakni di lobus frontalis, temporalis dan hipokampus bagian C1, C2.
 
 
 
Kemampuan seseorang dalam mengingat sesuatu atau kecerdasan dipengaruhi oleh banyaknya jonjot saraf (sinaps) yang ada di otaknya. Banyaknya sinaps dipengaruhi oleh stimulus atau paparan yang didapat sejak bayi lahir, bahkan sejak janin dalam kandungan dan bisa kita lihat dari kemampuan seseorang menjawab atau merespons pertanyaan yang disampaikan.
 
Saat ceramah dan tanya jawab, UAS sangat piwai menjawab semua pertanyaan jamaah dengan jawaban yang holistis, sistematis, dan mengompilasi beberapa pendapat ulama besar dalam kitab kuning dengan bahasa yang jelas lugas dan sederhana, sehingga pendengar sangat paham secara menyeluruh.
 
Kecerdasaan UAS juga bisa kita lihat dari karya ilmiah dalam bentuk buku tentang permasalahan agama yang telah dicetak dan menjadi best seller di berbagai penjualannya. Walaupun sesungguhnya bukan keuntungan materi yang diharapkan dari buku tersebut, melainkan media dakwah dalam bentuk tulisan. Buktinya buku tersebut bisa dimiliki dan diunduh gratis di internet.
 
Bagaimana dengan otak kanan, ternyata UAS juga sangat dominan otak kanannya. Hal ini bisa kita lihat dari kemampuan mengendalikan massa saat ceramah dengan guyonan dan candaan berkelas tinggi sesuai audiennya, memahami perasaan orang lain, memberi solusi dari pertanyaan dengan memakai bahasa lugas, tapi dibalut dengan kelucuan dan membuat bahagia merupakan cermin otak kanannya.
 
Konsistensi dalam pendapat dan ucapan menunjukkan kerja otak kanan yang luar biasa. Dan justru sikap inilah yang kadang tidak disukai oleh sebagian orang yang merasa terusik dengan pendapat UAS ini. Akibatnya, UAS diperkusi dan dicekal di Bali serta tidak boleh masuk Hongkong karena bisikan gaib dari orang Indonesia yang tidak nyaman dengan fenomena UAS ini.
 
Pemahaman agama UAS yang holistik, termasuk dalam urusan muamalah dan syiasiyah (berpolitik) kadangkala berbenturan dengan kepentingan politik kelompok lain. Hal inilah kemudian diperlukan kearifan dari UAS dalam berdakwahnya, tetapi tetap menjunjung tinggi kebenaran di antara kemajemukan Indonesia.
 
Sebagai penutup, tetaplah berdakwah ustaz Somad, sampaikan kebenaran walaupun kadang pahit dirasakan. Percayalah kami tetap ada di belakangmu dan semoga Allah meridai dan melindungi kita semua. 

Sumber Republika.co.id/og
 



Share on :


Sumber : -




FORM KOMENTAR

Nama :
E-mail :
Komentar :
Kode : 540992


DAFTAR KOMENTAR


Baca Selengkapnya di Media Berita Nasional BHAYANGKARA UTAMA