Kamis, 24 Mei 2018

KBM Unigal Minta Penegakan Demokrasi dan Usut Tuntas Kasus Fikes | PIMPINAN DAN SEGENAP JAJARAN IKUT BERDUKACITA ATAS WAFATNYA AMRIL MUNIR KETUA UMUM ASRIL CENTER

REGISTER CARD
BERITA TERPOPULER
BU | 11 Nov 2015 | Liputan Khusus
01
87
6780
Polwan Seksi Menipu Mapolres Pontianak
Bermodalkan nyali besar seperti tubuhnya, ditambah perawakan .....


BU | 04 Apr 2016 | Seremoni
02
696
5832
Tentang DR. Ir. Abdul Rivai Ras
Tentang DR. Ir. Abdul Rivai Ras, MM, MS, MSi


BU | 28 Jul 2016 | Liputan Khusus
03
914
5241
Pecandu Narkoba Tak Pelu Ditahan
Polri telah mengeluarkan Surat Telegram Rahasia (TR) ....


BU | 26 Mar 2016 | Investigasi
04
660
4343
Perempuan Penjual Es Kelapa
Hilda Rahma Ningrum (18th) perempuan asal desa Peganden...


BU | 12 Feb 2016 | Seremoni
05
484
4258
LSM Lidik Krimsus RI Siap Tampung LP
Ketua Umum LSM LIDIK KRIMSUS RI (LKRI), Ossie Gumanti ......


BU | 21 Nov 2015 | Seremoni
06
130
4171
Kisah Cinta Presenter TV dgn Kapolda Kalsel
Kebahagian sedang menyelimuti presenter cantik TvOne Winny C .....


BU | 29 Apr 2016 | Liputan Khusus
07
805
3805
Daftar Lengkap Mutasi Mabes Polri
Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti memutasi 112 perwira...


BU | 08 Apr 2016 | Investigasi
08
719
3457
Hidup Mantan Istri Pengusaha Indonesia
Chua memiliki lebih kurang 200 tas Hermes dan merupakan...


BU | 17 Nov 2015 | Liputan Khusus
09
100
2719
Terungkap Dimalam Pertama, Istri Dinodai
Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polda Lampung dan Polres .....


BU | 21 Feb 2016 | Gardanusa
10
552
2690
NASA:Rasulullah SAW Tentang Kiamat Benar
Sungai Eufrat menjadi sumber mata air di Anatolia, Turki ...


BU | 19 Feb 2016 | Gardanusa
11
551
2628
Mengejutkan! Masih Ada Gadis Seperti Ini
Hari itu saya belanja keperluan pribadi di ramayana swalayan


BU | 24 Mar 2016 | News Maker
12
655
2590
Kapolres Muna : Situasi Kondusif
Pesta demokrasi Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada....


BU | 06 Apr 2016 | Kawasan
13
702
2526
Wanita Ini Habisi Nyawa Pria
Rahmawati alias Rahma (24), sosok pendiam yang mati-matian..


BU | 21 Nov 2015 | Gardanusa
14
129
2465
Charli Setia Band Diculik Wartawan
Vokalis beken Setia band Charli Muhammad Van Houten, tadi ma .....


BU | 17 Jan 2016 | Warta Utama
15
382
2322
Kepala Sekolah Malang Terancam di Penjara
Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 10 Kota Malang Harya .....


BU | 08 Oct 2015 | Horison
16
10
2320
Kendaraan Sipil Jangan Pakai Simbol TNI
Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana membuat perintah teg .....


BU | 29 Mar 2016 | Kawasan
17
683
2303
"Sekantong Duku" Berbuah Petaka
Terbujuk janji-janji muluk dari rayuan gombal AM...


BU | 10 Jan 2016 | Gardanusa
18
267
2221
Sekali Jalan, Syahrini Seharga Rp 2,2 M
Bicara soal Syahrini memang takkan jauh-jauh dari fashion da .....


BU | 20 Nov 2015 | Gardanusa
19
117
2219
Netizen Takjub Pandang Istri Siri Ust. Uje
Beberapa hari terakhir, sosok Rima Purnama Dewi atau Rima Id .....


BU | 19 Nov 2015 | Kawasan
20
108
2173
Jend. TNI (P) Joko Santoso Siap Pimpin
Jenderal TNI Purn Joko Santoso menegaskan perlunya tekad kom .....


BACA JUGA .....

Satlantas Polres Ciamis Bagikan Tajil

BU | 19 May 2018 | 09:04 | 1876

Jelang buka Puasa,terpusat di sekitar Alun Alun Kabupaten...


Aplikasi Siskeudes Permudah Aparat Desa

BU | 04 May 2018 | 06:24 | 1857

Dalam rangka mewujudkan langkah-langkah percepatan penerapan


BU | 07 Mar 2018 | 07:47:31 | 1754 | Investigasi | Dibaca : 105 kali

Inspektorat dan Kecamatan Kurang Kontrol Banyak Desa Di Kabupaten Ende Salah Gunakan ADD

BU | Investigasi | Inspektorat Dan Kecamatan Kurang Kontrol Banyak Desa Di Kabupaten Ende Salah Gunakan Add


Ende,BU.com - Penggunaan Alokasi Dana Desa sebenarnya untuk kesejahteraan masyarakat diPedesaan bukan untuk disalah gunakan seperti yang terjadi dibeberapa desa dikabupaten Ende saat ini.

Hasil investigasi wartawan Bhayangkara Utama.com Biro Ende, terdapat beberapa kasus penyalahgunaan ADD tersebut. Alokasi dana yang dikucurkan untuk desa sebenarnya terus meningkat dari tahun ke tahun. Awalnya pemerintah Pusat menggelontorkan dana Rp 20,76 triliyun pada tahun 2015, kemudian menjadi Rp 46,9 triliyun pada tahun 2016 dan Rp 60 triliyun pada tahun 2017 dan Rp 120 triliyun pada tahun 2018 ini, untuk seluruh desa yang ada di Indonesia.

Sayang,  dengan dana yang begitu besar demi tujuan yang begitu mulia, penyaluran dana desa tersebut tidak terlepas dari penyelewengan aparat desa sampai pemerintah. Alaram penyelewengan terus berbunyi. Program bagus nan penting bagi Desa tersebut jika tidak segera dibenahi, Bisa bernasib seperti kapal Titanic yang perlahan tenggelam ahkibat kebocoran.


Sejauh ini sudah ada sekitar Kurang lebih (25) kasus penyelewengan Dana Desa yang diketahui wartawan, terkait dengan penyalahgunaan Dana Desa tersebut. Pengaduan yang disampaikan masyarakat sendiri diterima Wartawan Bhayangkara Utama jauh lebih banyak lagi mencapai (50) laporan. Badan Pengawas ( Inspektorat ) Kabupaten Ende juga menemukan dugaan penyelewengan Dana Desa yang lebih mencengangkan lagi, Namun diam – diam saja.


Ditemukan ada penggunaan Dana hampir Rp 30 juta untuk honor pendamping desa yang tidak dilengkapi tanda terima mulai dari tahun 2015 hingga semester satu tahun 2017 untuk satu desa. Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa tersebut  dikemukakan atau diungkapkan Masyarakat sendiri yang melaksanakan pekerjaan seperti kepala tukang dan buruh, terkait dengan HOK atau upah para pekerja.
Belum lagi penyelewengan Dana Desa untuk pembelanjaan bahan – bahan material lokal dan non lokal, yang berimbas pada kwalitas atau mutu pekerjaan serta kwantitas atau jumlah Volume pekerjaan dan lain- lain. 

Ada ketidak wajaran disana. Terang benderang sudah dana desa dikelolah sesuka hati  tanpa tertib administrasi. 
Bagaimana mungkin Ketika Desa tersebut mengusulkan untuk pencairan tahap dua Pihak kecamatan menyetujuinya saja. Padahal Laporan dari desa tersebut fisik pekerjaan tahap awal belum mencapai standar, dan bahkan fisiknya nol. Lalu pertanyaan kami, dimanakah dana pencairan tahap awal tersebut?. Apakah uang tersebut diendapkan atau disalahgunakan?.

Ini juga merupakan kelalaian pihak kecamatan dan juga Inspektorat Kabupaten Ende. Hal ini terjadi dibeberapa desa diwilayah Kecamatan Ndona kabupaten Ende, Ungkap salah seorang warga masyarakat kepada wartawan Bhayangkara Utama. Belum lagi yang kami masyarakat tahu,  bahwa ada honor pendamping desa tidak dilengkapi tanda terima. Bukan kah korupsi selalu berawal dari tidak tertib administrasi ?, tanya warga tersebut.

Laporan Masyarakat itu sendiri bagai mimpi buruk yang jadi kenyataan. Dengan anggaran Dana Desa mencapai Rp 127 triliyun untuk anggaran 2015 – 2017 Program itu memang kue yang sangat menggiurkan “ bagi tikus – tikus uang negara “. Kenyataannya sangat memalukan dan memuakan ketika tikus – tikus itu bukan hanya dari  sisi penyelenggara desa, melainkan juga aparatur negara dan bahkan pendamping pemberdayaan dan Pendamping teknis dari masing – masing Kecamatan  yang juga minta jatah ( fee )satu paket proyek.

Kita berharap, sangat berharap, penyelewengan Dana Desa yang diduga dilakukan aparat desa sampai pemerintah diusut tuntas. KPK  jangan hanya mengusut tuntas kasus dugaan korupsi  yang melibatkan pejabat di Kementerian Desa PDT / Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang sedang dalam proses persidangan dipengadilan, jauh lebih penting lagi ialah mengusut Laporan masyarakat sendiri terkait dengan adanya penggunaan dana hampir Rp 30 juta untuk honor pendamping desa yang tertinggi dari masing – masing Desa, ungkap beberapa warga.

Jangan pernah ada pembiaran kebocoran Dana Desa sekecil apapun. Jika itu dibiarkan program Dana Desa yang sangat mulia tersebut bisa bernasib sama seperti kapal Titanic yang perlahan tenggelam ahkibat kebocoran.  “Jadi jangan bilang Anda tidak tahu permasalahan ini, karena kami sudah memberitahu Anda.(tim)