Kamis, 13 Desember 2018

Pemkab Sidoarjo Gelar Sosialisasi Proses Pengajuan Dana Hibah Tempat Ibadah | PIMPINAN DAN SEGENAP JAJARAN IKUT BERDUKACITA ATAS WAFATNYA AMRIL MUNIR KETUA UMUM ASRIL CENTER

REGISTER CARD
BERITA TERPOPULER
BU | 11 Nov 2015 | Liputan Khusus
01
87
8780
Polwan Seksi Menipu Mapolres Pontianak
Bermodalkan nyali besar seperti tubuhnya, ditambah perawakan .....


BU | 04 Apr 2016 | Seremoni
02
696
7189
Tentang DR. Ir. Abdul Rivai Ras
Tentang DR. Ir. Abdul Rivai Ras, MM, MS, MSi


BU | 28 Jul 2016 | Liputan Khusus
03
914
5882
Pecandu Narkoba Tak Pelu Ditahan
Polri telah mengeluarkan Surat Telegram Rahasia (TR) ....


BU | 26 Mar 2016 | Investigasi
04
660
5706
Perempuan Penjual Es Kelapa
Hilda Rahma Ningrum (18th) perempuan asal desa Peganden...


BU | 12 Feb 2016 | Seremoni
05
484
5376
LSM Lidik Krimsus RI Siap Tampung LP
Ketua Umum LSM LIDIK KRIMSUS RI (LKRI), Ossie Gumanti ......


BU | 21 Nov 2015 | Seremoni
06
130
4637
Kisah Cinta Presenter TV dgn Kapolda Kalsel
Kebahagian sedang menyelimuti presenter cantik TvOne Winny C .....


BU | 29 Apr 2016 | Liputan Khusus
07
805
4473
Daftar Lengkap Mutasi Mabes Polri
Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti memutasi 112 perwira...


BU | 08 Apr 2016 | Investigasi
08
719
4050
Hidup Mantan Istri Pengusaha Indonesia
Chua memiliki lebih kurang 200 tas Hermes dan merupakan...


BU | 21 Feb 2016 | Gardanusa
09
552
3295
NASA:Rasulullah SAW Tentang Kiamat Benar
Sungai Eufrat menjadi sumber mata air di Anatolia, Turki ...


BU | 17 Nov 2015 | Liputan Khusus
10
100
3246
Terungkap Dimalam Pertama, Istri Dinodai
Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polda Lampung dan Polres .....


BU | 20 Nov 2015 | Warta Utama
11
119
3106
Kep.BKN: Tak Ada Larangan PNS Masuk LSM
Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Eko Sutrisno mengata .....


BU | 19 Feb 2016 | Gardanusa
12
551
3064
Mengejutkan! Masih Ada Gadis Seperti Ini
Hari itu saya belanja keperluan pribadi di ramayana swalayan


BU | 06 Apr 2016 | Kawasan
13
702
3005
Wanita Ini Habisi Nyawa Pria
Rahmawati alias Rahma (24), sosok pendiam yang mati-matian..


BU | 24 Mar 2016 | News Maker
14
655
2873
Kapolres Muna : Situasi Kondusif
Pesta demokrasi Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada....


BU | 21 Nov 2015 | Gardanusa
15
129
2733
Charli Setia Band Diculik Wartawan
Vokalis beken Setia band Charli Muhammad Van Houten, tadi ma .....


BU | 29 Mar 2016 | Kawasan
16
683
2719
"Sekantong Duku" Berbuah Petaka
Terbujuk janji-janji muluk dari rayuan gombal AM...


BU | 08 Oct 2015 | Horison
17
10
2718
Kendaraan Sipil Jangan Pakai Simbol TNI
Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana membuat perintah teg .....


BU | 17 Jan 2016 | Warta Utama
18
382
2655
Kepala Sekolah Malang Terancam di Penjara
Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 10 Kota Malang Harya .....


BU | 06 Jun 2018 | News Maker
19
1920
2637
Ustad Abdul Somad Ceramah di Mabes AD
Ustad Abdul Somad berceramah di Mabes Angkatan Darat...


BU | 10 Jan 2016 | Gardanusa
20
267
2616
Sekali Jalan, Syahrini Seharga Rp 2,2 M
Bicara soal Syahrini memang takkan jauh-jauh dari fashion da .....


BACA JUGA .....

Pemkab Sidoarjo Gelar Sosialisasi

BU | 12 Dec 2018 | 02:12 | 2343

Dalam rangka mengoptimalkan penggunaan dana hibah tempat...


Wakapolda Kalbar Hadiri Apresiasi WBK

BU | 10 Dec 2018 | 01:34 | 2337

Bertempat di Hotel Sultan jakarta ( 10/12) wakapolda Kalbar


BU | 16 Mar 2018 | 08:18:31 | 1770 | Warta Utama | Dibaca : 618 kali

LSM Pijak Minta Pemkab Bogor Bentuk Tim Gabungan Tertibkan Pabrik Ilegal

BU | Warta Utama | Lsm Pijak Minta Pemkab Bogor Bentuk Tim Gabungan Tertibkan Pabrik Ilegal


Pabrik beton diduga tak berizin di Kp. Lebak Pasar Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. 

Bogor, BU.com – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pijak (Pemantau Izin Pajak) meminta Pemerintah Kabupaten Bogor segera membentuk tim gabungan guna menertibkan pabrik ilegal di wilayah itu menyusul temuan masih adanya pabrik yang diduga beroperasi tanpa izin semestinya di Kp. Lebak Pasar Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.


"Kami selaku lembaga sosial kontrol dan penyambung lidah masyarakat meminta pemerintah membentuk tim gabungan yang terdiri dari Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM), Dinas Bina Marga dan Pengairan, Badan Lingkungan Hidup (BLH), Bagian Pemerintahan Kabupaten Bogor, Satpol PP untuk secepatnya menindaklanjuti temuan kami ini dan sidak langsung ke lokasi pabrik yang kami maksud guna memberikan efek jera bagi pengusaha lainnya agar mengantongi izin terlebih dahulu sebelum menjalankan produksinya," ujar Ketua Pijak AY Syogiri kepada Bu.com di lokasi pabrik, Rabu (07/3/2018).

Hal itu diungkapkan Syogiri setelah investigasi Pijak menemukan salah satu pabrik milik PT. Mega Utama Beton yang ditengarai telah berperasi namun belum mengantongi Izin Usaha Industri (IUI) sebagaimana mestinya. Pabrik yang terletak di Kp. Lebak Pasar Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor itu memproduksi paving dan beton.

Syogiri meminta Pemerintah Kabupaten Bogor segera menindaklanjuti baik informasi dari masyarakat langsung ataupun melalui media massa dan lembaga swadaya masyarakat khususnya informasi atau fakta terkait perizinan karena diketahui masih ada saja pabrik yang tidak mengantongi izin sesuai peruntukannya. Atas temuan itu ia meminta Pemerintah Kabupaten Bogor segera menyegel pabrik tersebut.

"Lahan itu belum dicek ke Bappeda apakah boleh untuk produksi beton. Izin tambahan juga belum diurus. Oleh sebab itu kami minta pemangku kuasa Kabupaten Bogor segera  menyegel pabrik tersebut," lanjut AY Syogir yang ditemui di lokasi,

Menurut Syogiri, pabrik yang memakai lahan sebagai produksi beton tersebut belum mengantongi akta perjanjian sewa menyewa lahan, izin prinsip pemanfaatan ruang dari Bupati Bogor, izin mendirikan bangunan (IMB), dan izin gangguan (HO). Meski sudah lama lahan itu dipakai PT. Mega Utama Beton untuk membuat beton, namun sejauh ini belum ada tindakan dari Pemkab Bogor. Beberapa boxculvert ukuran kecil dan sedang tampak ditempatkan di lahan tersebut.

“Hal ini menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi Muspida Kabupaten Bogor, kami tidak menuntut atau mengganggu pengusaha selama mereka usahanya tertib administrasi, tidak seperti ini. Perusahaan ini sarat melanggar aturan hukum yang berlaku," imbuhya.

Ketika BU.com mengonfirmasikan, Bily pemilik pabrik tersebut mengatakan usahanya sudah mengantongi izin. Namun ketika tim mempertegas dan meminta diperlihatkan izin yang dimaksudnya sesuai UU Keterbukaan Informasi Publik, ia tetap mengelak.

"Yang jelas kami sudah ada izin pak, dari awal usaha sudah punya izin. Itu bapak dapat laporan dari siapa pak? Siapa yang ngadu-ngadu? Ttolong ya orang sedang usaha jangan diganggu-ganggu. Tidak baik itu namanya. Mau cari celah kesalahan orang ya, izin usaha pake wartawan-wartawan segala," ujarnya. (Wiri)



Share on :


Sumber : -




FORM KOMENTAR

Nama :
E-mail :
Komentar :
Kode : 476477


DAFTAR KOMENTAR


Baca Selengkapnya di Media Berita Nasional BHAYANGKARA UTAMA