Selasa, 13 November 2018

Dampak Pembangunan RS Siti Hajar Sidoarjo Rumah Warga Retak | PIMPINAN DAN SEGENAP JAJARAN IKUT BERDUKACITA ATAS WAFATNYA AMRIL MUNIR KETUA UMUM ASRIL CENTER

REGISTER CARD
BERITA TERPOPULER
BU | 11 Nov 2015 | Liputan Khusus
01
87
8547
Polwan Seksi Menipu Mapolres Pontianak
Bermodalkan nyali besar seperti tubuhnya, ditambah perawakan .....


BU | 04 Apr 2016 | Seremoni
02
696
7009
Tentang DR. Ir. Abdul Rivai Ras
Tentang DR. Ir. Abdul Rivai Ras, MM, MS, MSi


BU | 28 Jul 2016 | Liputan Khusus
03
914
5815
Pecandu Narkoba Tak Pelu Ditahan
Polri telah mengeluarkan Surat Telegram Rahasia (TR) ....


BU | 26 Mar 2016 | Investigasi
04
660
5496
Perempuan Penjual Es Kelapa
Hilda Rahma Ningrum (18th) perempuan asal desa Peganden...


BU | 12 Feb 2016 | Seremoni
05
484
5240
LSM Lidik Krimsus RI Siap Tampung LP
Ketua Umum LSM LIDIK KRIMSUS RI (LKRI), Ossie Gumanti ......


BU | 21 Nov 2015 | Seremoni
06
130
4588
Kisah Cinta Presenter TV dgn Kapolda Kalsel
Kebahagian sedang menyelimuti presenter cantik TvOne Winny C .....


BU | 29 Apr 2016 | Liputan Khusus
07
805
4393
Daftar Lengkap Mutasi Mabes Polri
Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti memutasi 112 perwira...


BU | 08 Apr 2016 | Investigasi
08
719
3974
Hidup Mantan Istri Pengusaha Indonesia
Chua memiliki lebih kurang 200 tas Hermes dan merupakan...


BU | 21 Feb 2016 | Gardanusa
09
552
3229
NASA:Rasulullah SAW Tentang Kiamat Benar
Sungai Eufrat menjadi sumber mata air di Anatolia, Turki ...


BU | 17 Nov 2015 | Liputan Khusus
10
100
3189
Terungkap Dimalam Pertama, Istri Dinodai
Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polda Lampung dan Polres .....


BU | 19 Feb 2016 | Gardanusa
11
551
3019
Mengejutkan! Masih Ada Gadis Seperti Ini
Hari itu saya belanja keperluan pribadi di ramayana swalayan


BU | 20 Nov 2015 | Warta Utama
12
119
2985
Kep.BKN: Tak Ada Larangan PNS Masuk LSM
Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Eko Sutrisno mengata .....


BU | 06 Apr 2016 | Kawasan
13
702
2948
Wanita Ini Habisi Nyawa Pria
Rahmawati alias Rahma (24), sosok pendiam yang mati-matian..


BU | 24 Mar 2016 | News Maker
14
655
2846
Kapolres Muna : Situasi Kondusif
Pesta demokrasi Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada....


BU | 21 Nov 2015 | Gardanusa
15
129
2710
Charli Setia Band Diculik Wartawan
Vokalis beken Setia band Charli Muhammad Van Houten, tadi ma .....


BU | 29 Mar 2016 | Kawasan
16
683
2673
"Sekantong Duku" Berbuah Petaka
Terbujuk janji-janji muluk dari rayuan gombal AM...


BU | 08 Oct 2015 | Horison
17
10
2664
Kendaraan Sipil Jangan Pakai Simbol TNI
Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana membuat perintah teg .....


BU | 17 Jan 2016 | Warta Utama
18
382
2623
Kepala Sekolah Malang Terancam di Penjara
Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 10 Kota Malang Harya .....


BU | 06 Jun 2018 | News Maker
19
1920
2583
Ustad Abdul Somad Ceramah di Mabes AD
Ustad Abdul Somad berceramah di Mabes Angkatan Darat...


BU | 10 Jan 2016 | Gardanusa
20
267
2561
Sekali Jalan, Syahrini Seharga Rp 2,2 M
Bicara soal Syahrini memang takkan jauh-jauh dari fashion da .....


BACA JUGA .....

Polsek Menukung Galang Pemilu Damai

BU | 09 Nov 2018 | 10:53 | 2236

Bhabinkamtibmas Polsek Menukung Brigadir M. Nasran...


Polsek Ella Hillir Ajak Pemilu Damai

BU | 09 Nov 2018 | 10:17 | 2235

Untuk menunjang kinerja Polri khususnya Polsek Ella Hilir...


BU | 22 Dec 2015 | 07:50:31 | 179 | Horison | Dibaca : 743 kali

KETUA PARTAI DEMOKRAT KABUPATEN SOLOK TETAP DIDUKUNG PEMUDA MESKI GAGAL DALAM PILKADA

BU | Horison | Ketua Partai Demokrat Kabupaten Solok Tetap Didukung Pemuda Meski Gagal Dalam Pilkada


Agus Syahdeman (Ketua Partai Demokrat kabupaten Solok)

Solok, BU

Tidak ada yang abadi dalam politik. Itulah doktrin yang berkembang sepanjang sejarah perpolitikan.

Doktrin itu kiranya tepat disematkan kebeberapa tokoh politik yang ada. Risko Mardianto dan Agus Syahdeman, SE adalah dua tokoh muda dibumi markisah yang memperlihatkan kepada masyarakatnya betapa doktrin itu tidak berlaku dalam membangun negeri dan nagari. Betapa tidak, melalui akun facebooknya, Risko Mardianto yang merupakan anak nagari paling vokal dalam berorasi menyuarakan aspirasi rakyat didaerahnya yang sekaligus memegang kendali beberapa organisasi penting di Solok berani mengambil sikap tegas dan blak-blakan disosial media yang menyatakan siap membangun negeri dan nagari dengan siapapun, sekalipun itu dengan pihak yang kalah dalam sebuah kompetisi pilkada serentak 9 Desember 2015 kemarin.

"Sebagai salah satu anak nagari di bumi markisah, Kabupaten Solok. Sebagai salah satu penganut paham kebebasan, saya Riko Guntala sejak awal terkesan dengan cara berpolitik Bapak Agus Syahdeman, SE. Seorang tokoh muda didaerah ini. Cara berpolitiknya yang santun dan bermartabat telah menempatkan ia sebagai tokoh paling visioner diantara tokoh lainnya. Saya bangga mengenal orang yang memiliki ciri kepemimpinan itu. Ia adalah orang paling teratas yang ada dalam deretan nama calon pemimpin masa depan yang ada dalam buku catatan saya untuk Kabupaten Solok masa depan. Seorang putra Gunung Talang juga, tokoh Pemberdayaan Masyarakat Solok. Mari menyusun langkah dan membangun kebersamaan untuk Solok lebih baik. Sebagai pemuda saya mengajak kita semua Berbakti Untuk Negeri demi Negeri dan Nagari. Sekalipun pilkada telah usai dan kepemimpinan baru akan segera memerintah, sebagai generasi penerus, mari persiapkan diri untuk sebuah kejayaan. Jika ada rasa keberatan, biarkan rasa itu bersemayam karena hari ini adalah cermin untuk hari esok lebih baik."

Tulis Risko Mardianto dikronologi facebooknya. Sebagai salah satu aktivis muda yang baru berkecimpung dan bergerak tentu harus memikirkan apa dan dengan siapa ia bersatu. Akan tetapi, sebagai aktivis yang memang berani dan selama ini terkenal sebagai aktivis paling berpengaruh dikalangan muda lainnya, tampaknya Ketua DPK Gema Kosgoro Solok Raya itu sudah memikirkan dampak ia menuliskan sikapnya disosmed jenis facebook. Risko Mardianto, aktivis lintas organisasi di Kabupaten Solok itu menyatakan sikap bersatu dengan Agus Syahdeman, SE (Ketua Partai Demokrat Kabupaten Solok) yang gagal menjadi kepala daerah itu. Respon positif terhadap Risko Mardianto dan Agus Syahdeman, SE tidak terelakkan. Semua itu terjawab saat media ini mengkonfirmasi perihal respon dan tanggapan masyarakat terhadap dua tokoh muda tersebut.


"Sebagai pengantu paham kebebasan saya tentu bebas menyampaikan pendapat saya dimanapun sepanjang itu tidak mengandunh unsur kebencian. Kalau mengandung unsur itu saya kena pasal juga, kan sudah ada surat edaran Hate Speeak oleh Kapolri Jendral (Pol) Badrodin Haiti. Lagian, saya tidak terikat kontrak politik dengan siapapun. Itu sah-sah saja lantaran saya penganut paham kebebasan. Mau saya dukung Pak Agus Syahdeman atapun tidak tergantung saya, masyarakat bisa melihat apa yang saya lihat dari beliau. Saya pilih beliau karena beliau saya amati terus. Selama ini saya diam karena kawan-kawan wartawan saja yang tidak tahu pergerakan saya," Ujar Risko Mardianto sambil tertawa saat dikonfirmasi melalui ponselnya. Apresiasi dari Risko Mardianto yang merupakan salah satu putra asli Kecamatan Gunung Talang itu barangkali memang terdengar aneh karena sikapnya itu ditegaskan setelah usai pilkada.

Gerak Politik Risko Mardianto yang sulit ditebak itu membuat pemuda kadang membingungkan aktivis lainnya. Hal tersebut terlihat dari pemaparan beberapa aktivis lainnya. Salah satunya adalah Ryna Zahara yang merupakan Kader Gema Kosgoro Solok sendiri. Ryna merupakan kader Risko Mardianto yang sibinanya hampir lebih dari setahun.

"Bung Risko Mardianto orangnya tegas. Ia gak pernah takut dihujat dan dikritik. Tapi ia juga berani mengkritik orang lain sekalipun yang dikritik temannya sendiri. Langkahnya juga senyap. Terkesan tidak bisa dibaca, bahkan oleh kami sendiri. Posisinya sebagai Ketua Gema Kosgoro Solok Raya tidak membuat kami takut padanya tapi sebagai pemimpin kami ia sering membuat keputusan dan kebijakan yang tidak pernah kami fikirkan. Mengenai dukungan ketua pada Pak Agus juga saya rasa Ketua Risko memiliki alasan yang jelas", demikian kata Ryna Zahara saat ditemui di Sekretariat Gema Kosgoro Solok Raya. Agus Syahdeman, SE sebagai orang yang diberi nilai oleh tokoh muda itupun mengucapkan terima kasih melalu komentar ditulisan risko mardianto tersebut.

Anak buah SBY itu mengatakan bahwa berbuat tidak harus berkuasa. Saat ditanya alasan Risko Mardianto memberi penilaiannya terhadap Ketua Partai Demokrat tersebut ia hanya menjawab bahwa itu merupakan pilihan pribadinya dan tidam didorong oleh siapapun.


"Sekali lagi, kepada teman-teman wartawan saya jelaskan bahwa saya mengenal pak Agus itu sudah lama. Saya mengenal beliau dengan baik dan beliau juga begitu. Kawan-kawan boleh tanya ke pak Agus. Alasan saya mempersiapkan beliau sebagai pemimpin di Solok dalam bentuk mendukungnya itu semat-mata karena beliau memang pantas menjabat. Bayangkan, ada banyak anggota DPRD Kab. Solok yang mau menjadi Bupati kemaren. Sudah ada baliho dimana-mana tapi ketika Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa setiap anggota dewan yang mau menjadi calon kepala daerah dan mendaftarkan dirinya ke KPU harus mundur dari kursi dewan terlebih dahulu hanya beliau yang berani. Yang lain hilang satu-satu saja. Kalau beliau ingin uang kenapa beliau tidak di dewan saja. Itu karena beliau visioner dan memang bermartabat. Masyarakat harus diberi pandangan yang cerdas terhadap siapa pemimpin mereka di Solok ini. Dan saya percaya Pak Agus pemimpin itu. Saya mengajak pemuda pemuda untuk berfikir kritis dan bijaksana. Seorang pemuda yang cerdas harus pintar memilih bupati yang pantas. Dan mari pemuda pemudi bersatu untuk martabat Kabupaten Solok. Mau bergerak dan butuh saya, ponsel saya nyala kok 24 Jam," ujar Risko Mardianto yang dihubungi media ini melalui ponselnya. **(Syafri Ervinandus/Zal)



Share on :


Sumber : -




FORM KOMENTAR

Nama :
E-mail :
Komentar :
Kode : 792941


DAFTAR KOMENTAR


Baca Selengkapnya di Media Berita Nasional BHAYANGKARA UTAMA