Kamis, 16 Agustus 2018

Inovasi Kreatif Sat Lantas Polres Melawi Membuat Pondok Bacaan REGAMA | PIMPINAN DAN SEGENAP JAJARAN IKUT BERDUKACITA ATAS WAFATNYA AMRIL MUNIR KETUA UMUM ASRIL CENTER

REGISTER CARD
BERITA TERPOPULER
BU | 11 Nov 2015 | Liputan Khusus
01
87
7469
Polwan Seksi Menipu Mapolres Pontianak
Bermodalkan nyali besar seperti tubuhnya, ditambah perawakan .....


BU | 04 Apr 2016 | Seremoni
02
696
6361
Tentang DR. Ir. Abdul Rivai Ras
Tentang DR. Ir. Abdul Rivai Ras, MM, MS, MSi


BU | 28 Jul 2016 | Liputan Khusus
03
914
5450
Pecandu Narkoba Tak Pelu Ditahan
Polri telah mengeluarkan Surat Telegram Rahasia (TR) ....


BU | 26 Mar 2016 | Investigasi
04
660
4921
Perempuan Penjual Es Kelapa
Hilda Rahma Ningrum (18th) perempuan asal desa Peganden...


BU | 12 Feb 2016 | Seremoni
05
484
4718
LSM Lidik Krimsus RI Siap Tampung LP
Ketua Umum LSM LIDIK KRIMSUS RI (LKRI), Ossie Gumanti ......


BU | 21 Nov 2015 | Seremoni
06
130
4379
Kisah Cinta Presenter TV dgn Kapolda Kalsel
Kebahagian sedang menyelimuti presenter cantik TvOne Winny C .....


BU | 29 Apr 2016 | Liputan Khusus
07
805
4065
Daftar Lengkap Mutasi Mabes Polri
Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti memutasi 112 perwira...


BU | 08 Apr 2016 | Investigasi
08
719
3672
Hidup Mantan Istri Pengusaha Indonesia
Chua memiliki lebih kurang 200 tas Hermes dan merupakan...


BU | 21 Feb 2016 | Gardanusa
09
552
2942
NASA:Rasulullah SAW Tentang Kiamat Benar
Sungai Eufrat menjadi sumber mata air di Anatolia, Turki ...


BU | 17 Nov 2015 | Liputan Khusus
10
100
2927
Terungkap Dimalam Pertama, Istri Dinodai
Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polda Lampung dan Polres .....


BU | 19 Feb 2016 | Gardanusa
11
551
2835
Mengejutkan! Masih Ada Gadis Seperti Ini
Hari itu saya belanja keperluan pribadi di ramayana swalayan


BU | 06 Apr 2016 | Kawasan
12
702
2738
Wanita Ini Habisi Nyawa Pria
Rahmawati alias Rahma (24), sosok pendiam yang mati-matian..


BU | 24 Mar 2016 | News Maker
13
655
2708
Kapolres Muna : Situasi Kondusif
Pesta demokrasi Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada....


BU | 21 Nov 2015 | Gardanusa
14
129
2591
Charli Setia Band Diculik Wartawan
Vokalis beken Setia band Charli Muhammad Van Houten, tadi ma .....


BU | 17 Jan 2016 | Warta Utama
15
382
2481
Kepala Sekolah Malang Terancam di Penjara
Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 10 Kota Malang Harya .....


BU | 29 Mar 2016 | Kawasan
16
683
2476
"Sekantong Duku" Berbuah Petaka
Terbujuk janji-janji muluk dari rayuan gombal AM...


BU | 08 Oct 2015 | Horison
17
10
2471
Kendaraan Sipil Jangan Pakai Simbol TNI
Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana membuat perintah teg .....


BU | 20 Nov 2015 | Warta Utama
18
119
2404
Kep.BKN: Tak Ada Larangan PNS Masuk LSM
Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Eko Sutrisno mengata .....


BU | 06 Jun 2018 | News Maker
19
1920
2390
Ustad Abdul Somad Ceramah di Mabes AD
Ustad Abdul Somad berceramah di Mabes Angkatan Darat...


BU | 10 Jan 2016 | Gardanusa
20
267
2385
Sekali Jalan, Syahrini Seharga Rp 2,2 M
Bicara soal Syahrini memang takkan jauh-jauh dari fashion da .....


BACA JUGA .....

Bupati Ciamis Lepas 850 KKN Unigal

BU | 09 Aug 2018 | 08:28 | 1997

Universitas Galuh Kabupaten Ciamis menggelar upacara pele...


Kapolres Ciamis: Harmoni Mempersatukan

BU | 09 Aug 2018 | 08:34 | 1996

Bertempat di Taman Rapresia Alun Alun Ciamis diikat dalam...


BU | 24 Jul 2018 | 08:11:31 | 1975 | News Maker | Dibaca : 484 kali

ADHY TOUR & TRAVEL MILIK ADHY FAIRUS DILAPORKAN KE MAPOLRESTRO BEKASI KOTA

BU | News Maker | Adhy Tour & Travel Milik Adhy Fairus Dilaporkan Ke Mapolrestro Bekasi Kota


Kuasa Hukum Pelapor, Martin Iskandar saat memberikan penjelasan kepada awak media di Mapolrestro Bekasi Kota (23/07/2018)
Bekasi, BU
Masih belum hilang dari ingatan kasus penipuan berkedok Biro Perjalanan Haji dan Umroh First Travel kali ini kembali sebuah kasus yang sama muncul ke permukaan. Hari ini, Selasa (23/07/2018) Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polrestro Bekasi Kota didatangi rombongan para calon jamaah Haji dan Umroh yang merasa dirugikan oleh Biro Perjalanan Haji dan Umroh Adhy Tour & Travel.

Biro yang merupakan milik keluarga calon wakil walikota Bekasi Adhy Firdaus ini dilaporkan atas kasus penipuan dan penggelapan oleh puluhan orang calon jamaah yang diwakili koordinator wilayah masing-masing didampingi kuasa hukum mereka Martin Iskandar. Dalam keterangannya Martin mengatakan bahwa jumlah kerugian yang diderita oleh para calon jamaah tersebut mencapai 1milyar dan bisa jadi akan bertambah lagi, karena belum semua nya terdata ada 7 (tujuh) orang koordinator yang ikut melaporkan hari ini, baru 5 (lima) yang sudah masuk data nya.

Kwitansi Tanda Bukti Setoran kepada Adhy Tour & Travel

Koordinator Jamaah bertugas mengumpulkan calon jamaah haji dan umroh lalu menyetorkan dana ke rekening Direktur Adhy Tour & Travel. Masing - masing koordinator mendaftarkan calon jamaah itu beragam jumlahnya, lanjut Martin.

Sebagai bahan laporan para pelapor membawa bukti kwitansi-kwitansi setoran uang kepada Adhy Tour & Travel, menurut mereka (pelapor, red) pihak Adhy Tour menjanjikan akan memberangkatkan mereka setahun setelah pelunasan biaya yang mereka kenakan yaitu sebesar 15juta per orang pada awalnya, lalu ada yang dimintakan tambahan 3juta perorang sehingga menjadi sebesar 18juta perorang. Rata -rata itu pada tahun 2013, 2014 dan tahun 2015.

Sampai saat ini para korban masih kesulitan untuk meminta pertanggungjawabab dan keterangan dari pihak Adhy Tour & Travel karena kantornya selalu tutup atau memang sengaja ditutup, sehingga para koordinatorlah yang menjadi sasaran para calon jamaah untuk mempertanggungjawabkan keberangkatan mereka.

Ketika ditanya mengenai asal korban calon jemaah tersebut Martin mengatakan bahwa korban yang datang melapor saat ini baru dari sekitar Bekasi, yang dari luar Bekasi belum ada informasi. Rata-rata calon jamaah ini sudah pernah diberangkatkan sehingga mereka percaya dengan janji-janji Adhy Tour & Travel ini, mereka sama sekali tidak mengira akan terjadi hal seperti ini.

Korban sendiri tidak ada yang tahu alamat pemilik Adhy Tour & Travel sehingga makin mempersulit langkah mereka untuk mempertanyakan nasib mereka, terakhir tahun 2015 ada audiensi dengan pihak Adhy Tour & Travel nya.


Hj. Atin (Koordinator) saat memberikan keterangan kepada Media didampingi Kuasa Hukum, Martin Iskandar di Mapolrestro Bekasi Kota, (23/07/2018)

Salah satu koordinator dari wilayah Bekasi, Hj. Atin mengatakan, "saat kita coba menghubungi mereka (pihak Adhy Tour & Travel, red) hanya menjanjikan tapi nggak pernah diberangkatkan, malahan ketika saya nagih malah galak dia daripada saya,"ujar Hj. Atin.

Waktu itu yang ngejawab namanya Yanti (Direktur) menurut Hj. Atin. Ketika saya coba untuk temui selalu ada alasannya, sakit jantunglah, keram lah.." sambung Hj. Atin. "Pada awalnya semua lancar aja, tapi mulai desember itu sama sekali nggak ada yang diberangkatin, yang berangkat cuma suami saya doang, saya nggak tahu dihargaian (dikenakan biaya,red) berapa saya nggak tahu" sambung Hj. Atin lagi.

Dari semua peserta yang mendaftar ke saya semua sudah berangkat, sampai saya harus jual rumah, jual mobil untuk menutupi nya dan itu menghabiskan dana saya sekitar 700jutaan," ungkap Hj. Atin kesal. Jumlah yang diberangkatkan sendiri oleh Hj. Atin sebanyak 42orang, "harta mah bisa dicari, saya yang malu jadinya, calon jamaah itu kebanyakan guru, saya selaku kepala UPTD saat itu ya gak maulah di cap sebagai penipu, makanya saya tutupi dengan dana pribadi saya, harapan saya dikembalikan 500juta aja udah Alhamdulillah, biar bisa saya pergunakan untuk hal-hal yang bermanfaat dan barokah." Pungkas Hj. Atin.

Sampai saat berita ini diturunkan masih ada beberapa orang koordinator yang menjalani proses laporan mereka. Awak media pun sempat mempertanyakan apa bisa jadi ada kemungkinan untuk membuka posko pengaduan di Mapolres Bekasi Kota, hal ini dijawab oleh Martin, "Bisa jadi, karena kemungkinan korban akan terus bertambah, belum yang dari Subang, Bandung, Tangerang dan daerah lainnya yang belum terdata" ujar Martin.



Sebenarnya hal ini sudah pernah dilaporkan sebelumnya namun kami tidak tahu prosesnya sudah sampai dimana, semoga saja dengan data terbaru ini akan lebih bisa membantu pihak kepolisian mengusutnya nanti. Berikut data yang bisa diterima dari 5orang koordinator, Bapak Mustofa sebanyak 40orang sekitar 200jutaan, Hj. Atin 42orang sekitar 700jutaan, Ibu Sri 20orang sekitar 90jutaan, Ibu Koes 36orang sekitar 900jutaan dan satu koordinator lagi sebanyak 13orang sekitar 169jutaan. (Joni/BU)




Share on :


Sumber : -




FORM KOMENTAR

Nama :
E-mail :
Komentar :
Kode : 644639


DAFTAR KOMENTAR


Baca Selengkapnya di Media Berita Nasional BHAYANGKARA UTAMA