Rabu, 26 September 2018

Polres Ciamis Bongkar Prostitusi Online | PIMPINAN DAN SEGENAP JAJARAN IKUT BERDUKACITA ATAS WAFATNYA AMRIL MUNIR KETUA UMUM ASRIL CENTER

REGISTER CARD
BERITA TERPOPULER
BU | 11 Nov 2015 | Liputan Khusus
01
87
7979
Polwan Seksi Menipu Mapolres Pontianak
Bermodalkan nyali besar seperti tubuhnya, ditambah perawakan .....


BU | 04 Apr 2016 | Seremoni
02
696
6685
Tentang DR. Ir. Abdul Rivai Ras
Tentang DR. Ir. Abdul Rivai Ras, MM, MS, MSi


BU | 28 Jul 2016 | Liputan Khusus
03
914
5677
Pecandu Narkoba Tak Pelu Ditahan
Polri telah mengeluarkan Surat Telegram Rahasia (TR) ....


BU | 26 Mar 2016 | Investigasi
04
660
5171
Perempuan Penjual Es Kelapa
Hilda Rahma Ningrum (18th) perempuan asal desa Peganden...


BU | 12 Feb 2016 | Seremoni
05
484
4976
LSM Lidik Krimsus RI Siap Tampung LP
Ketua Umum LSM LIDIK KRIMSUS RI (LKRI), Ossie Gumanti ......


BU | 21 Nov 2015 | Seremoni
06
130
4486
Kisah Cinta Presenter TV dgn Kapolda Kalsel
Kebahagian sedang menyelimuti presenter cantik TvOne Winny C .....


BU | 29 Apr 2016 | Liputan Khusus
07
805
4220
Daftar Lengkap Mutasi Mabes Polri
Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti memutasi 112 perwira...


BU | 08 Apr 2016 | Investigasi
08
719
3817
Hidup Mantan Istri Pengusaha Indonesia
Chua memiliki lebih kurang 200 tas Hermes dan merupakan...


BU | 21 Feb 2016 | Gardanusa
09
552
3110
NASA:Rasulullah SAW Tentang Kiamat Benar
Sungai Eufrat menjadi sumber mata air di Anatolia, Turki ...


BU | 17 Nov 2015 | Liputan Khusus
10
100
3020
Terungkap Dimalam Pertama, Istri Dinodai
Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polda Lampung dan Polres .....


BU | 19 Feb 2016 | Gardanusa
11
551
2938
Mengejutkan! Masih Ada Gadis Seperti Ini
Hari itu saya belanja keperluan pribadi di ramayana swalayan


BU | 06 Apr 2016 | Kawasan
12
702
2839
Wanita Ini Habisi Nyawa Pria
Rahmawati alias Rahma (24), sosok pendiam yang mati-matian..


BU | 24 Mar 2016 | News Maker
13
655
2778
Kapolres Muna : Situasi Kondusif
Pesta demokrasi Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada....


BU | 20 Nov 2015 | Warta Utama
14
119
2706
Kep.BKN: Tak Ada Larangan PNS Masuk LSM
Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Eko Sutrisno mengata .....


BU | 21 Nov 2015 | Gardanusa
15
129
2649
Charli Setia Band Diculik Wartawan
Vokalis beken Setia band Charli Muhammad Van Houten, tadi ma .....


BU | 08 Oct 2015 | Horison
16
10
2574
Kendaraan Sipil Jangan Pakai Simbol TNI
Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana membuat perintah teg .....


BU | 29 Mar 2016 | Kawasan
17
683
2573
"Sekantong Duku" Berbuah Petaka
Terbujuk janji-janji muluk dari rayuan gombal AM...


BU | 17 Jan 2016 | Warta Utama
18
382
2544
Kepala Sekolah Malang Terancam di Penjara
Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 10 Kota Malang Harya .....


BU | 06 Jun 2018 | News Maker
19
1920
2501
Ustad Abdul Somad Ceramah di Mabes AD
Ustad Abdul Somad berceramah di Mabes Angkatan Darat...


BU | 10 Jan 2016 | Gardanusa
20
267
2485
Sekali Jalan, Syahrini Seharga Rp 2,2 M
Bicara soal Syahrini memang takkan jauh-jauh dari fashion da .....


BACA JUGA .....

Pileg dan Pilpres di Ciamis Kondusif

BU | 24 Sep 2018 | 03:52 | 2104

Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban serta membe...


Kapolres Melawi Pimpin Apel Mantap Brata

BU | 24 Sep 2018 | 03:57 | 2102

Dalam rangka kesiapan pengamanan menghadapi Pemilihan Umum


BU | 11 Sep 2018 | 06:25:30 | 2088 | Investigasi | Dibaca : 1051 kali

Dugaan Pemerasan, Anggota DPRD Lampura dan Kepala Desa Kistang Saling Lapor Polisi

BU | Investigasi | Dugaan Pemerasan, Anggota Dprd Lampura Dan Kepala Desa Kistang Saling Lapor Polisi


Sofian Toni Anggota DPRD Lampura (kiri), Fajar Kades Kistang (kanan).

Lampura,BU.Com-Kasus dugaan pemerasan oleh oknum anggota Komisi 1 DPRD Lampung Utara (Lampura) atas Fajar, Kepala Desa Kistang, Kecamatan Abung Barat, berbuntut saling lapor ke Polisi.

Anggota Komisi 1 DPRD Lampura Sofyan Toni ketika dikonfirmasi lewat telepon seluler dengan tegas mengatakan tak mungkin dirinya sebagai anggota dewan meminta uang Rp 3 juta seperti yang dikatakannya berulang kali pada awak media.

Terkait laporan Fajar Kades Kistang ke Polisi, Sofyan akan melaporkan balik ke aparat penegak hukum, Saya tidak merasa menerima uang tiga juta dari kepala desa itu, tapi kalo mendatangi proyek yang dilaporkan banyak penyimpangan betul, karena fungsi saya sebagai wakil rakyat berhak mengontrol anggaran,ujarnya.

Sofyan mengungkapkan akan berkoordinasi dengan Ketua DPRD Lampura Rahmat Hartono terkait tuduhan Kades Kistang itu selanjutnya akan melaporkannya balik ke Polisi.

Ada perbedaan terkait nominal yang disebutkan Sofyan dengan Fajar dalam kasus dugaan pemerasan itu. Fajar menyebut Rp 5 juta namun Sofyan mengatakan Rp 3 juta berulang kali saat dikonfirmasi.

Terkait oknum bernama Fery diungkapkan Sofyan adalah rekannya dari salah satu media atau LSM,dan menurut Kades Kistang Fery inilah yang mendatanginya dan meminta uang Rp 5 juta padanya.

Diberitakan sebelumnya, Fajar telah melaporkan kasus tersebut ke Polres Lampura, Kamis (6/9). Fajar menuturkan jika pada Senin (3/9), sekitar pukul 15.00 WIB, ada seorang oknum anggota DPRD Lampura berinisial ST, berkunjung ke rumahnya. Kedatangannya dengan maksud menanyakan pekerjaan dana desa, pada proyek jalan dan Gedung Pendidikan Usia Dini (PAUD) di desa yang dipimpinnya.

Saat itu ST, yang bersama rekannya, FR mengaku diutus oleh Komisi I DPRD Lampura yang membidangi persoalan desa, untuk memantau pelaksanaan pembangunan yang bersumber dari dana desa (DD) tersebut.

Menurut Fajar, ST sempat mempermasalahkan pengerjaan jalan rabat yang dinilai kurang tebal dan gedung PAUD menggunakan kayu duren dan cempedak.

”Saya jawab, kalau gedung PAUD memang menggunakan kayu duren, karena aturannya menggunakan kayu kelas 2. Sedangkan, kalau jalan rabat memang sesuai dengan ketentuan yang ada. Saya juga mengajak mereka untuk melihat langsung dua item pembangunan itu,” ungkapnya.

Fajar merasa diperas karena diminta menyerahkan uang Rp 5 juta kepada oknum yang diperintah Sofyan menemuinya pada hari senin (3/9) sekitar pukul 15.00 WIB. Konon dengan uang itu, kata Fajar, mereka tak akan menggangu proyek itu lagi.

Ketika dikonfirmasi ulang, Fajar menegaskan benar dirinya merasa diperas, "Iya benar namanya Sofian anggota komisi 1 DPRD Lampung Utara dan rekannya yang bernama Feri meminta uang sejumlah lima juta rupiah kepada saya supaya pekerjaan saya tidak dipermasalahkan, dan sekarang saya sudah lapor ke Polres dan akan ditindaklanjuti oleh Kapolres," jelas Fajar. (fran)