Kamis, 21 Juni 2018

Wakapolri: Wartawan Tidak Boleh Langsung Dipidana Soal Pemberitaan | PIMPINAN DAN SEGENAP JAJARAN IKUT BERDUKACITA ATAS WAFATNYA AMRIL MUNIR KETUA UMUM ASRIL CENTER

REGISTER CARD
BERITA TERPOPULER
BU | 11 Nov 2015 | Liputan Khusus
01
87
6990
Polwan Seksi Menipu Mapolres Pontianak
Bermodalkan nyali besar seperti tubuhnya, ditambah perawakan .....


BU | 04 Apr 2016 | Seremoni
02
696
5985
Tentang DR. Ir. Abdul Rivai Ras
Tentang DR. Ir. Abdul Rivai Ras, MM, MS, MSi


BU | 28 Jul 2016 | Liputan Khusus
03
914
5314
Pecandu Narkoba Tak Pelu Ditahan
Polri telah mengeluarkan Surat Telegram Rahasia (TR) ....


BU | 26 Mar 2016 | Investigasi
04
660
4534
Perempuan Penjual Es Kelapa
Hilda Rahma Ningrum (18th) perempuan asal desa Peganden...


BU | 12 Feb 2016 | Seremoni
05
484
4425
LSM Lidik Krimsus RI Siap Tampung LP
Ketua Umum LSM LIDIK KRIMSUS RI (LKRI), Ossie Gumanti ......


BU | 21 Nov 2015 | Seremoni
06
130
4250
Kisah Cinta Presenter TV dgn Kapolda Kalsel
Kebahagian sedang menyelimuti presenter cantik TvOne Winny C .....


BU | 29 Apr 2016 | Liputan Khusus
07
805
3895
Daftar Lengkap Mutasi Mabes Polri
Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti memutasi 112 perwira...


BU | 08 Apr 2016 | Investigasi
08
719
3525
Hidup Mantan Istri Pengusaha Indonesia
Chua memiliki lebih kurang 200 tas Hermes dan merupakan...


BU | 17 Nov 2015 | Liputan Khusus
09
100
2781
Terungkap Dimalam Pertama, Istri Dinodai
Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polda Lampung dan Polres .....


BU | 21 Feb 2016 | Gardanusa
10
552
2777
NASA:Rasulullah SAW Tentang Kiamat Benar
Sungai Eufrat menjadi sumber mata air di Anatolia, Turki ...


BU | 19 Feb 2016 | Gardanusa
11
551
2703
Mengejutkan! Masih Ada Gadis Seperti Ini
Hari itu saya belanja keperluan pribadi di ramayana swalayan


BU | 24 Mar 2016 | News Maker
12
655
2632
Kapolres Muna : Situasi Kondusif
Pesta demokrasi Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada....


BU | 06 Apr 2016 | Kawasan
13
702
2582
Wanita Ini Habisi Nyawa Pria
Rahmawati alias Rahma (24), sosok pendiam yang mati-matian..


BU | 21 Nov 2015 | Gardanusa
14
129
2510
Charli Setia Band Diculik Wartawan
Vokalis beken Setia band Charli Muhammad Van Houten, tadi ma .....


BU | 17 Jan 2016 | Warta Utama
15
382
2376
Kepala Sekolah Malang Terancam di Penjara
Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 10 Kota Malang Harya .....


BU | 08 Oct 2015 | Horison
16
10
2373
Kendaraan Sipil Jangan Pakai Simbol TNI
Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana membuat perintah teg .....


BU | 29 Mar 2016 | Kawasan
17
683
2359
"Sekantong Duku" Berbuah Petaka
Terbujuk janji-janji muluk dari rayuan gombal AM...


BU | 20 Nov 2015 | Gardanusa
18
117
2277
Netizen Takjub Pandang Istri Siri Ust. Uje
Beberapa hari terakhir, sosok Rima Purnama Dewi atau Rima Id .....


BU | 10 Jan 2016 | Gardanusa
19
267
2276
Sekali Jalan, Syahrini Seharga Rp 2,2 M
Bicara soal Syahrini memang takkan jauh-jauh dari fashion da .....


BU | 19 Nov 2015 | Kawasan
20
108
2224
Jend. TNI (P) Joko Santoso Siap Pimpin
Jenderal TNI Purn Joko Santoso menegaskan perlunya tekad kom .....


BACA JUGA .....

Kapolres Solok dan BBPOM Survei Pasar

BU | 28 May 2018 | 06:29 | 1902

Rombongan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM)


Susi: Tinggalkan Illegal Fishing

BU | 25 May 2018 | 02:04 | 1889

Dua hari berada divkabupaten Banggai Laut (Balut) provinsi..


BU | 07 Jan 2016 | 04:08:31 | 231 | Warta Utama | Dibaca : 975 kali

PEMBELAAN DIBALIK JERUJI BESI

BU | Warta Utama | Pembelaan Dibalik Jeruji Besi

Purbalingga (Jateng), BU
Rencana mendirikan perusahaan yang bergerak dalam industri kayu olahan Barecore dan Playwood (PT. SENGON WAHYUABADI) yang berlokasi di Wangon Kabupaten Banyumas mendatangkan petaka bagi Bripka SunaryoAnggota Polres Purbalingga, Warga Perum Griya Asri padahal sebelumnya Sunaryo sudah ikut andil menanam saham sebesar Rp.450.000.000,- dana tersebut bermuara ke Sarno selaku Direktur dari perusahaan.


Bripka Sunaryo

Bermula dari penawaran Sunaryo terhadap H.Mahmud untuk ikut serta menanam saham di Perusahan kayu yang dikelola oleh Sarno, berdasarkan Proposal  pendirian, RAB (Rencana Anggaran Biaya) dan Cek atas nama PT. SENGON WAHYU ABADI sebesar Rp.100.000.000,-, Mahmud bersedia untuk meminjamkan uang  sebesar Rp. 70.000.000,- (Tujuh Puluh JutaRupiah), hal tersebut dilakukan Mahmud berdasarkan Surat-surat yang terlampir "Adapun Pak Mahmud  percaya bukan karena Saya tetapi percaya karena cek atas nama PT. SENGON WAHYU ABADI yang di tandatangani oleh Direktur dan Direktur Keuangan yang dilengkapi Surat Pernyataan Sarnosebagai Direktur dan di stempel perusahaan tersebut tanggal 16 Desember 2013", ujar Sunaryo.

Seiring waktu ternyata proyek pendirian pabrik tak kunjung terlealisasi, Mahmud melalui Sunaryo menanyakan perihal tersebut kepada Sarno sebagai penanggung jawab utama tetapi tidak mendapatkan jawaban yang pasti, mengetahui adanya kecurigaan Sunaryo terhadap Sarno CS lalu pada tanggal 27 April 2014 Sunaryo datang ke Polsek Padamara guna melaporkan Sarno sesuai dengan laporan Polisi/ Pengaduan Nopol : LP/17/IV/PoldaJtng, Res Pbg, Sek Padamara, tanggal 27 April2014.

Dugaan Perkara Tindak Pidana Penipuan dan atau Penggelapan yang terjadi pada bulan November 2013 di Desa Bojanegara Rt. 002Rw. 005 Kec. Padamara Kab. Purbalingga sesuai STPL tersebut diatas, yang dilakukan Sarno CS (Istri Sarno dan Samuel Sugidi) hanyalah laporan yang tidak pernah ada kelanjutannya dari Pihak Polres Purbalingga selaku Penegak Hukum

Dimana sebelumnya dugaan perkara tindak pidana penipuan dan atau penggelapan telah dilimpahkan ke Polres Purbalingga sesuai nomor B/143/VII/2014/Reskrim yang ditangani oleh penyidik atas nama AKP Sardji,SH yang pada waktu itu menjabatsebagai Kasat Reskrim.

Laporan Sunaryo ternyata tidak ditindak lanjuti malah dibekukan oleh Kasat Reskrim AKP Sardji, sudah berbulan-bulan laporan sunaryo tidak kunjung ditangani sehingga pada bulan Mei 2015 akhirnya Sunaryo menghadap Kapolres Purbalingga meminta keadilan dan Polres Purbalingga lakukan Gelar Perkara untuk mengetahui Tersangkanya yang taklain adalah Sarno.

"Sesuai yang dilansir dari Koran harian Radar, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Purbalingga memberikan Vonis Hukuman Penjara selama 1 tahun 3 bulan kepada Sarno (44), warga Perumahan Bojanegara Kec Padamara Kab.Purbalingga pada Sidang Kamis (15/10/2015) terbukti melakukan pelanggaran Pasal 378 KUHP Tentang Penipuan. Vonis yang dijatuhkan Hakim Nenden Rika Puspitasari lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yoga Adhyatma yang menuntutTerdakwa Sarno 1tahun penjara.

Dalam waktu beberapa bulan Bripka Sunaryo mengalami proses hukum di wilayah Hukum Polres Purbalingga atas dasar laporan dari Mahmud terkait kasus tindak pidana penipuan (Pasal 378 KUHP), sesuai berkas perkara dari penyidik nomor : BP/90/VII/2015/Res.Pbg. Ironisnya dalam proses BAP (Berita Acara Pemeriksaan) terhadap Sunaryo di duga tidak sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) "Peraturan Kepala Kepolisian RI No.12 Tahun 2009 tentang Pengawasan Dan Pengendalian Penanganan Perkara Pidana di Lingkungan POLRI" Undang-undang dan Peraturan tercantum didalamnya.

H.Mahmud adalah orang yang meminjamkan dana sebesar Rp. 70.000.000,- atau dapat dikatakan ikut serta menanam saham pada Pendirian Proyek Perusahan kayu yang dikelola oleh Sarno, lalu kenapa Mahmud menuntut dan membuat  laporan terhadap Sunaryo ?  Padahal bila dilihat dari perjalanan kemitraan dalam Perusahaan Kayu PT. SENGON WAHYU ABADI, Mahmud beserta Sunaryo merupakan korban daripada Sarno, yang pada waktu itu Sarno selaku Direktur/ penanggung jawab perusahaan tersebut.

Dalam hal ini "Mahmud percaya bukan karena penawaran yang disampaikan Sunaryo tetapi percaya karena cek atas nama PT. SENGON WAHYU ABADI yang di tanda tangani oleh Direktur dan Direktur Keuangan yang dilengkapi Surat Pernyataan Sarno sebagai Direktur dan distempel perusahaan tersebut tanggal 16 Desember 2013", ujar Sunaryo. Bahkan ketika pada saat gelar perkara Sarno di pengadilan, Mahmud ikut sebagai saksi dan sudah mengakui atau memberikan keterangannya bahwa uang sebesar Rp.70.000.000,- yang ada di Sarno adalah betul miliknya.  

Pada waktu di BAP atas dugaan kasus dari laporan Mahmud oleh penyidik Aiptu Pandoyo sempat mengatakan "Saya akan bantu karena sama-sama anggota Polri dan tidak akan dilanjut tetapi akan Saya selesaikan secara kekeluargaan, maka dalam meberikan keterangan baiknya mengikuti keterangan Pelapor, Saksi saja biar tidak lama karena waktunya sudah mepet dan saya masih ada urusan lain, sebagai teman kerja yang dalam naungan Polri, Sunaryo mengikuti arahan dari Penyidik. Tanpa disangka-sangka ternyata BAP yang dilakukan penyidik merupakan pelengkapan P-21 (Pemberitahuan bahwa Hasil Penyidikan sudah Lengkap) tanpa pernah mengadakan gelar perkara dan mediasi unutuk mempertemukan Sunaryo dengan Mahmud.

Tepat pada tanggal 21 Agustus 2015 Sunaryo mendapatkan Surat panggilan dari Polres Purbalingga guna menghadap Ke Kejaksaan Negeri Purbalingga. Berdasarkan Surat Perintah Penahanan dari Kejaksaan Negeri Purbalingga Nomor : PRINT-/022/0.3.23/Epp.2/07/2015, dengan ketentuan bahwa Sunaryo ditahan di RUTAN POLRES Purbalingga selama 20 (dua puluh) hari terhitung mulai tanggal 12 Agustus 2015 sampai dengan tanggal 31 Agustus 2015.

Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri, Sunaryo sudah mejalani Hukuman selama 4 bulan setelahsebelumnya merujuk pada Pengalihan Jenis Penahanan. Bila dilihat dari proses penanganan hukum/penyidik Polres Purbalingga "Menurut Sunaryo dalam hal ini telah terjadi Kriminalisasi terhadap dirinya".

Desember 2015 Sunaryo menghadapKompolnas dan berkirim surat kepada Kompolnas guna meminta perlindungan dan kebenaran atas kasus yang menimpanya, Sunaryo bertemu dengan Dr.M.Nasser SpkkDlaw, Senin 28 Desesmber 2015 Kompolnas Dr.M.Nasser spkk Dlaw didampingi DR.Hamidah Abdurrahman, MH lakukan kunjungan kerja ke Polres Purbalingga dalam rangka Evaluasi kasus yang menimpa Bripka Sunaryo. Keberadaan Kompolnas diPolres Purbalingga maka diadakanya pemaparan kasus yang didamping Kapolres AKBP. Anom Setyadji SIK beserta Pejabat Polres. Seusai jam makan siang di Rumah Makan Joglo Dr.M.Nasser memberikan keterangannya kepada Media Bhayangkara Utama".

Keberadaan saya di Polres Purbalingga merupakan kunjungan kerja karena adanya dugaan kinerja anggota Polres yang tidak sesuai SOP, dan sudah ada pemaparan tadidi ruangan Kapolres. Semua saya kembalikan ke Kapolres untuk menindak lanjutihal tersebut. Selasa 29 Desember 2015 Media Bhayangkara Utama menghadap Kapolres AKBP. Anom Setyadji SIK, dalam suasana ramah tamah bersama Kapolres menyampaikan "Di dalam kasus itu saya yakin dan percaya penyidikan berjalan sesuai alur/sudah sesuai SOP dan Profesionalisme. Untuk teknis silahkan akses langsung ke Kasat Reskrim AKP Djunaedi.’ Jika Kriminalisasi bisa terjadi antara sesama anggota Polri, bagaimana kalau kasus seperti ini terjadi pada masyarakat awam? kita sebagai masyarakat meminta dan mempercayakan keadilan pada Aparatur Negara, malah Aparatur  Negara yang kita percayai tak dapat dipercaya, Negara ini akan seperti apa jika aparatnya saja tidak terpercaya kepada siapa masyarakat meminta perlidungan?  "Setelah saya dikriminalisasi sekarang saya di tuduh dengan pasal yang sama yakni 378 pada kasus yang sama, kepada siapa lagi saya minta keadilan? Kenapa saya yang jadi terdakwa sementara saya adalah korban," ungkap Sunaryo. **(Rambe)
















Share on :


Sumber : -




FORM KOMENTAR

Nama :
E-mail :
Komentar :
Kode : 459550


DAFTAR KOMENTAR


Baca Selengkapnya di Media Berita Nasional BHAYANGKARA UTAMA