Sabtu, 17 November 2018

Satnarkoba Polres Lampung Barat Amankan satu Orang Pelaku Narkoba | PIMPINAN DAN SEGENAP JAJARAN IKUT BERDUKACITA ATAS WAFATNYA AMRIL MUNIR KETUA UMUM ASRIL CENTER

REGISTER CARD
BERITA TERPOPULER
BU | 11 Nov 2015 | Liputan Khusus
01
87
8569
Polwan Seksi Menipu Mapolres Pontianak
Bermodalkan nyali besar seperti tubuhnya, ditambah perawakan .....


BU | 04 Apr 2016 | Seremoni
02
696
7027
Tentang DR. Ir. Abdul Rivai Ras
Tentang DR. Ir. Abdul Rivai Ras, MM, MS, MSi


BU | 28 Jul 2016 | Liputan Khusus
03
914
5819
Pecandu Narkoba Tak Pelu Ditahan
Polri telah mengeluarkan Surat Telegram Rahasia (TR) ....


BU | 26 Mar 2016 | Investigasi
04
660
5530
Perempuan Penjual Es Kelapa
Hilda Rahma Ningrum (18th) perempuan asal desa Peganden...


BU | 12 Feb 2016 | Seremoni
05
484
5260
LSM Lidik Krimsus RI Siap Tampung LP
Ketua Umum LSM LIDIK KRIMSUS RI (LKRI), Ossie Gumanti ......


BU | 21 Nov 2015 | Seremoni
06
130
4592
Kisah Cinta Presenter TV dgn Kapolda Kalsel
Kebahagian sedang menyelimuti presenter cantik TvOne Winny C .....


BU | 29 Apr 2016 | Liputan Khusus
07
805
4398
Daftar Lengkap Mutasi Mabes Polri
Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti memutasi 112 perwira...


BU | 08 Apr 2016 | Investigasi
08
719
3981
Hidup Mantan Istri Pengusaha Indonesia
Chua memiliki lebih kurang 200 tas Hermes dan merupakan...


BU | 21 Feb 2016 | Gardanusa
09
552
3239
NASA:Rasulullah SAW Tentang Kiamat Benar
Sungai Eufrat menjadi sumber mata air di Anatolia, Turki ...


BU | 17 Nov 2015 | Liputan Khusus
10
100
3198
Terungkap Dimalam Pertama, Istri Dinodai
Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polda Lampung dan Polres .....


BU | 19 Feb 2016 | Gardanusa
11
551
3024
Mengejutkan! Masih Ada Gadis Seperti Ini
Hari itu saya belanja keperluan pribadi di ramayana swalayan


BU | 20 Nov 2015 | Warta Utama
12
119
2996
Kep.BKN: Tak Ada Larangan PNS Masuk LSM
Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Eko Sutrisno mengata .....


BU | 06 Apr 2016 | Kawasan
13
702
2959
Wanita Ini Habisi Nyawa Pria
Rahmawati alias Rahma (24), sosok pendiam yang mati-matian..


BU | 24 Mar 2016 | News Maker
14
655
2851
Kapolres Muna : Situasi Kondusif
Pesta demokrasi Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada....


BU | 21 Nov 2015 | Gardanusa
15
129
2712
Charli Setia Band Diculik Wartawan
Vokalis beken Setia band Charli Muhammad Van Houten, tadi ma .....


BU | 29 Mar 2016 | Kawasan
16
683
2681
"Sekantong Duku" Berbuah Petaka
Terbujuk janji-janji muluk dari rayuan gombal AM...


BU | 08 Oct 2015 | Horison
17
10
2671
Kendaraan Sipil Jangan Pakai Simbol TNI
Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana membuat perintah teg .....


BU | 17 Jan 2016 | Warta Utama
18
382
2626
Kepala Sekolah Malang Terancam di Penjara
Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 10 Kota Malang Harya .....


BU | 06 Jun 2018 | News Maker
19
1920
2589
Ustad Abdul Somad Ceramah di Mabes AD
Ustad Abdul Somad berceramah di Mabes Angkatan Darat...


BU | 10 Jan 2016 | Gardanusa
20
267
2565
Sekali Jalan, Syahrini Seharga Rp 2,2 M
Bicara soal Syahrini memang takkan jauh-jauh dari fashion da .....


BACA JUGA .....

Polres Melawi Gelar Anev Operasi Mantap

BU | 15 Nov 2018 | 11:55 | 2256

Guna melakukan kontrol dan pengendalian pelaksanaan...


Kajari Sidoarjo Komit Berantas Korupsi

BU | 15 Nov 2018 | 07:34 | 2254

Kejaksaan Negeri Sidoarjo berkomitmen memberantas...


BU | 19 Jan 2016 | 11:56:31 | 396 | Seremoni | Dibaca : 583 kali

ALASAN KOMBES MARTUANI TAK PAKAI ROMPI ANTI PELURU SAAT BERHADAP-HADAPAN DENGAN TERORIS THAMRIN

BU | Seremoni | Alasan Kombes Martuani Tak Pakai Rompi Anti Peluru Saat Berhadap-hadapan Dengan Teroris Thamrin

Jakarta, BU
"Kalau saya menunggu body vest, berapa banyak orang yang akan mati,".


Petugas polisi saat baku tembak dan mengejar pelaku teroris di Kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016). Sebelumnya bom meledak dikasawan itu.Warta Kota/angga bhagya nugraha

Pernyataan itu disampaikan Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Martuani Sormin.

Dia mengenang teror di Sarinah, Jakarta Pusat pada Kamis (14/1/2016) yang menewaskan 8 orang.

Keputusan cepat harus diambil mengingat dia berhadapan dengan empat orang terduga teroris.

Naluri sebagai anggota polisi membuatnya berupaya mengamankan masyarakat, meskipun nyawa menjadi taruhan.

Kepada wartawan, dia memperlihatkan sebuah majalah memuat sederat foto-foto insiden teror menewaskan delapan orang itu.

Dia menunjuk-nunjuk tempat berdiri dan bergerak saat peristiwa itu terjadi.

Dia tak tahu mana lawan dan kawan. Semua insiden yang membahayakan nyawa itu masih diingat.

"Saya pertama datang dan memerintahkan evakuasi. Saya tak tahu, dia bilang olong pak, tolong kata anggota polisi di pos polisi. SOP bom kan harus ditutup, kemudian saya menolong polisi," tutur Martuani kepada wartawan ditemui di Mapolda Metro Jaya, Senin (18/1/2016).

Dalam peristiwa penanganan oleh aparat kepolisian, kata dia, diutamakan penanganan korban masih hidup.

Oleh karena itu, dia menyelamatkan anggota polisi itu. Lalu, dia memerintahkan anggota menutup tempat kejadian perkara (TKP).

Semula dia tak mengetahui insiden apa di tempat itu. Senjata api masih dipinggang. Setelah Rais tertembak, dia bingung menentukan korban itu meninggal atau tidak.

Lalu, terduga teroris menembak anggota Provost. Setelah ada penembakan, dia sadar para pelaku bersenjata.

Dia memimpin aparat kepolisian untuk menumpas pelaku dari Starbuck Coffee.

Dia menilai para pelaku itu meniru insiden peledakan bom di Paris. Di kesempatan itu, dia menyayangkan warga sipil dan awak media yang berada di dekat peristiwa penembakan.

Ini membuat kesulitan aparat kepolisian menentukan pelaku atau sipil.

"Saya belum paham dia nembak. Ini Alif dan Afif masih ngobrol. Saya menolong anggota pospol, ini (Ali) menembak. Rupanya dia melakukan. Ketiga, tertembak Rais. Dia habis nembak ini (Rais). Ini Afif. Ini Untung (AKBP Untung Sangaji,-red). Ini mengerikan. Saya baru tahu Untung polisi. Sebelumnya gak tahu," kata dia.

Setelah mengetahui AKBP Untung Sangaji merupakan aparat kepolisian, dia meminta Untung untuk melindungi dia di bagian belakang.

Sementara, sopir Martuani membawa senjata api berada di sisi kiri. Dia mengaku menghabiskan 2 magazine untuk menumpas teror.

Satu magazine berisi 11 peluru. Penanganan teror berlangsung selama 10 menit setelah Rais tertembak.

Dalam kondisi seperti itu, menurut dia, harus dilakukan penindakan cepat. Sehingga, dia tak memperdulikan standar operasional (SOP) penanganan teror. Apalagi menunggu memasang rompi anti peluru. Apabila memaksakan memasang rompi, maka bisa saja korban pihak sipil bertambah banyak.

"Kalau saya menunggu ropi, ya wassalam. Di mobil saya juga rompi anti peluru. Kalau SOP harus bawa. Kalau penindakan itu kan di film-filim yang kita skenario kan akan ditembak. Itu spontan," tambahnya.

Sebagai upaya mengantisipasi insiden serupa, maka Martuani membawa senjata api. Di pinggang terdapat dua magazine. Dia sempat memperlihatkan itu kepada wartawan. (*)



Share on :


Sumber : tribunnews.com




FORM KOMENTAR

Nama :
E-mail :
Komentar :
Kode : 380865


DAFTAR KOMENTAR


Baca Selengkapnya di Media Berita Nasional BHAYANGKARA UTAMA