Jumat, 24 Mei 2019

Ramadhan, Polres Pati Berantas Sindikat Permainan Judi | PIMPINAN DAN SEGENAP JAJARAN IKUT BERDUKACITA ATAS WAFATNYA AMRIL MUNIR KETUA UMUM ASRIL CENTER

REGISTER CARD
BERITA TERPOPULER
BU | 11 Nov 2015 | Liputan Khusus
01
87
9599
Polwan Seksi Menipu Mapolres Pontianak
Bermodalkan nyali besar seperti tubuhnya, ditambah perawakan .....


BU | 04 Apr 2016 | Seremoni
02
696
7983
Tentang DR. Ir. Abdul Rivai Ras
Tentang DR. Ir. Abdul Rivai Ras, MM, MS, MSi


BU | 26 Mar 2016 | Investigasi
03
660
6727
Perempuan Penjual Es Kelapa
Hilda Rahma Ningrum (18th) perempuan asal desa Peganden...


BU | 28 Jul 2016 | Liputan Khusus
04
914
6201
Pecandu Narkoba Tak Pelu Ditahan
Polri telah mengeluarkan Surat Telegram Rahasia (TR) ....


BU | 12 Feb 2016 | Seremoni
05
484
6155
LSM Lidik Krimsus RI Siap Tampung LP
Ketua Umum LSM LIDIK KRIMSUS RI (LKRI), Ossie Gumanti ......


BU | 21 Nov 2015 | Seremoni
06
130
4922
Kisah Cinta Presenter TV dgn Kapolda Kalsel
Kebahagian sedang menyelimuti presenter cantik TvOne Winny C .....


BU | 29 Apr 2016 | Liputan Khusus
07
805
4864
Daftar Lengkap Mutasi Mabes Polri
Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti memutasi 112 perwira...


BU | 08 Apr 2016 | Investigasi
08
719
4419
Hidup Mantan Istri Pengusaha Indonesia
Chua memiliki lebih kurang 200 tas Hermes dan merupakan...


BU | 20 Nov 2015 | Warta Utama
09
119
3750
Kep.BKN: Tak Ada Larangan PNS Masuk LSM
Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Eko Sutrisno mengata .....


BU | 21 Feb 2016 | Gardanusa
10
552
3618
NASA:Rasulullah SAW Tentang Kiamat Benar
Sungai Eufrat menjadi sumber mata air di Anatolia, Turki ...


BU | 17 Nov 2015 | Liputan Khusus
11
100
3542
Terungkap Dimalam Pertama, Istri Dinodai
Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polda Lampung dan Polres .....


BU | 19 Feb 2016 | Gardanusa
12
551
3350
Mengejutkan! Masih Ada Gadis Seperti Ini
Hari itu saya belanja keperluan pribadi di ramayana swalayan


BU | 06 Apr 2016 | Kawasan
13
702
3257
Wanita Ini Habisi Nyawa Pria
Rahmawati alias Rahma (24), sosok pendiam yang mati-matian..


BU | 24 Mar 2016 | News Maker
14
655
3051
Kapolres Muna : Situasi Kondusif
Pesta demokrasi Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada....


BU | 29 Mar 2016 | Kawasan
15
683
3009
"Sekantong Duku" Berbuah Petaka
Terbujuk janji-janji muluk dari rayuan gombal AM...


BU | 06 Jun 2018 | News Maker
16
1920
2944
Ustad Abdul Somad Ceramah di Mabes AD
Ustad Abdul Somad berceramah di Mabes Angkatan Darat...


BU | 08 Oct 2015 | Horison
17
10
2942
Kendaraan Sipil Jangan Pakai Simbol TNI
Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana membuat perintah teg .....


BU | 17 Jan 2016 | Warta Utama
18
382
2884
Kepala Sekolah Malang Terancam di Penjara
Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 10 Kota Malang Harya .....


BU | 21 Nov 2015 | Gardanusa
19
129
2881
Charli Setia Band Diculik Wartawan
Vokalis beken Setia band Charli Muhammad Van Houten, tadi ma .....


BU | 10 Jan 2016 | Gardanusa
20
267
2836
Sekali Jalan, Syahrini Seharga Rp 2,2 M
Bicara soal Syahrini memang takkan jauh-jauh dari fashion da .....


BACA JUGA .....

Kasrem Pimpin Safari Pemkab Sintang

BU | 23 May 2019 | 07:25 | 2436

Komandan Korem 121/ABW dalam hal ini di wakili Kepala Staf..


TNI-Polri Patroli Bersama

BU | 23 May 2019 | 06:04 | 2433

Dalam rangka antisipasi kejadian gangguan kamtibmas di...


BU | 20 Jan 2016 | 02:49:31 | 403 | Kawasan | Dibaca : 561 kali

KOMPLOTAN PENIPU CANGGIH MENYARU DARI POLISI HINGGA MENTERI

BU | Kawasan | Komplotan Penipu Canggih Menyaru Dari Polisi Hingga Menteri

Jakarta, BU
Kepolisian Daerah Metro Jaya mengungkap modus kejahatan kelompok penipu yang menggertak korbannya dengan menyaru sebagai orang berkuasa entah polisi dan bahkan menteri, dengan memanfaatkan informasi dari internet.



Polisi telah membekuk 16 anggota sindikat penipuan yang mengaku sebagai pejabat untuk mengelabui pengusaha pemenang tender. Omset komplotan itu mencapai miliaran rupiah.

"Kami tangkap 16 orang kelompok Sulawesi Selatan, Jakarta, Cianjur, Bandung, dan Bekasi. Modusnya, mereka selalu mengaku orang tertentu yang punya kuasa apakah itu pejabat pemerintah, dinas, lembaga negara, sampai kepolisian," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (11/11).

"Mereka kemudian menghubungi orang-orang yang berpotensi untuk ditipu dan selalu orang yang punya uang, misalnya perusahaan, pengusaha yang terkait dengan pemerintahan itu."

Dikatakan Krishna, para pelaku bisa juga mengaku sebagai Direktur Kriminal Umum, Kapolres, bahkan menteri agar orang tersebut mengeluarkan sejumlah uang.

"Komplotan ini sudah beberapa kali ditangkap. Mereka ini membuka jaringan atau hubungan yang sangat complicated sistemnya," katanya.

Krishna menjelaskan, komplotan itu berbagi peran. Ada yang bertugas membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu, membuka rekening, menelepon korban, dan mencari sasaran.

"Kami menemukan ratusan KTP palsu, bahkan KTP itu ada nama pejabat yang orangnya sendiri tidak tahu kalau KTP-nya dipalsukan. Kami juga temukan ratusan rekening dan kartu ATM," ungkapnya.

Krishna menyampaikan, para pelaku menjalankan aksi dengan modus mencari mangsa melalu googling di internet atau situs Layanan Pengadaan Secara Online (LPSE).

"Dari situ ketahuan barang yang dilelang apa saja? Pemenang tendernya siapa? Misalnya, pengadaan alat kesehatan. Pemenang tendernya PT A, nah PT A ini menangnya di kota apa? Contoh Kendari, maka pelaku akan cari tahu Kota Kendari itu kepala dinas kesehatannya siapa, letaknya di mana, melalui 108," katanya.

Setelah mendapatkan data-data, tambahnya, pelaku menelepon perusahaan pemenang tender dengan mengaku sebagai kepala dinas kesehatan.

"Pelaku telepon sebagai kepala dinas, olong bantu saya karena saya ada kebutuhan. Karena kepala dinas kesehatan yang menelepon, maka korban kemudian mengirimkan uang. Atau bisa saja pelaku telepon mengaku sebagai pejabat kepolisian. Kerugiannya ratusan juta, bahkan miliaran," tegasnya.

Menurutnya, tersangka yang merupakan kelompok asal Sulawesi Selatan awalnya menjalankan aksi di sana. Namun, saat ini sudah pindah ke Jakarta. "Karena kalau orang mengirim uang kepada pelaku dengan alamat bukan Jakarta, orang tidak percaya," katanya.

Ia mengungkapkan, para pelaku biasanya menggunakan uang hasil penipuan untuk membeli rumah, mobil dan lainnya. Para pelaku utama juga selalu beregenerasi. Kalau anggotanya ada yang tertangkap, mereka merekrut lagi orang lain.

"Imbauan kami, kepada siapa pun masyarakat yang dapat SMS gelap, telepon mengaku pejabat siapa pun, nggak kenal, meminta uang, bisa dipastikan itu adalah penipuan. Jangan percaya," tandasnya. (Bayu Marhaenjati/HA)



Share on :


Sumber : Beritasatu.com




FORM KOMENTAR

Nama :
E-mail :
Komentar :
Kode : 208254


DAFTAR KOMENTAR


Baca Selengkapnya di Media Berita Nasional BHAYANGKARA UTAMA