Kamis, 15 November 2018

Bupati Beri Penghargaan 47 Wajib Pajak Panutan Terbaik | PIMPINAN DAN SEGENAP JAJARAN IKUT BERDUKACITA ATAS WAFATNYA AMRIL MUNIR KETUA UMUM ASRIL CENTER

REGISTER CARD
BERITA TERPOPULER
BU | 11 Nov 2015 | Liputan Khusus
01
87
8561
Polwan Seksi Menipu Mapolres Pontianak
Bermodalkan nyali besar seperti tubuhnya, ditambah perawakan .....


BU | 04 Apr 2016 | Seremoni
02
696
7017
Tentang DR. Ir. Abdul Rivai Ras
Tentang DR. Ir. Abdul Rivai Ras, MM, MS, MSi


BU | 28 Jul 2016 | Liputan Khusus
03
914
5816
Pecandu Narkoba Tak Pelu Ditahan
Polri telah mengeluarkan Surat Telegram Rahasia (TR) ....


BU | 26 Mar 2016 | Investigasi
04
660
5515
Perempuan Penjual Es Kelapa
Hilda Rahma Ningrum (18th) perempuan asal desa Peganden...


BU | 12 Feb 2016 | Seremoni
05
484
5251
LSM Lidik Krimsus RI Siap Tampung LP
Ketua Umum LSM LIDIK KRIMSUS RI (LKRI), Ossie Gumanti ......


BU | 21 Nov 2015 | Seremoni
06
130
4592
Kisah Cinta Presenter TV dgn Kapolda Kalsel
Kebahagian sedang menyelimuti presenter cantik TvOne Winny C .....


BU | 29 Apr 2016 | Liputan Khusus
07
805
4396
Daftar Lengkap Mutasi Mabes Polri
Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti memutasi 112 perwira...


BU | 08 Apr 2016 | Investigasi
08
719
3979
Hidup Mantan Istri Pengusaha Indonesia
Chua memiliki lebih kurang 200 tas Hermes dan merupakan...


BU | 21 Feb 2016 | Gardanusa
09
552
3234
NASA:Rasulullah SAW Tentang Kiamat Benar
Sungai Eufrat menjadi sumber mata air di Anatolia, Turki ...


BU | 17 Nov 2015 | Liputan Khusus
10
100
3192
Terungkap Dimalam Pertama, Istri Dinodai
Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polda Lampung dan Polres .....


BU | 19 Feb 2016 | Gardanusa
11
551
3021
Mengejutkan! Masih Ada Gadis Seperti Ini
Hari itu saya belanja keperluan pribadi di ramayana swalayan


BU | 20 Nov 2015 | Warta Utama
12
119
2992
Kep.BKN: Tak Ada Larangan PNS Masuk LSM
Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Eko Sutrisno mengata .....


BU | 06 Apr 2016 | Kawasan
13
702
2955
Wanita Ini Habisi Nyawa Pria
Rahmawati alias Rahma (24), sosok pendiam yang mati-matian..


BU | 24 Mar 2016 | News Maker
14
655
2848
Kapolres Muna : Situasi Kondusif
Pesta demokrasi Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada....


BU | 21 Nov 2015 | Gardanusa
15
129
2710
Charli Setia Band Diculik Wartawan
Vokalis beken Setia band Charli Muhammad Van Houten, tadi ma .....


BU | 29 Mar 2016 | Kawasan
16
683
2677
"Sekantong Duku" Berbuah Petaka
Terbujuk janji-janji muluk dari rayuan gombal AM...


BU | 08 Oct 2015 | Horison
17
10
2666
Kendaraan Sipil Jangan Pakai Simbol TNI
Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana membuat perintah teg .....


BU | 17 Jan 2016 | Warta Utama
18
382
2623
Kepala Sekolah Malang Terancam di Penjara
Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 10 Kota Malang Harya .....


BU | 06 Jun 2018 | News Maker
19
1920
2586
Ustad Abdul Somad Ceramah di Mabes AD
Ustad Abdul Somad berceramah di Mabes Angkatan Darat...


BU | 10 Jan 2016 | Gardanusa
20
267
2563
Sekali Jalan, Syahrini Seharga Rp 2,2 M
Bicara soal Syahrini memang takkan jauh-jauh dari fashion da .....


BACA JUGA .....

Kajari Sidoarjo Komit Berantas Korupsi

BU | 15 Nov 2018 | 07:34 | 2254

Kejaksaan Negeri Sidoarjo berkomitmen memberantas...


Tim MABM Sintang Juara II FSBM

BU | 14 Nov 2018 | 06:04 | 2251

Tim Kabupaten Sintang berhasil meraih juara II dalam


BU | 01 Apr 2016 | 06:42:30 | 685 | Kawasan | Dibaca : 957 kali

PEREDARAN MIRAS NON CUKAI DI MAKASSAR PARAH DIDUGA OKNUM MAIN MATA

BU | Kawasan | Peredaran Miras Non Cukai Di Makassar Parah Diduga Oknum Main Mata

Makassar (Sulsel), BU
Peliknya persoalan aturan peredaran minuman keras atau miras yang berkembang di Kota Makassar seakan jadi pembiaran bagi penegak disiplin cukai. Ironisnya para pedagang eceran seakan tak kenal menyerah untuk menjual barang haram ini.


Kantor Dirjen Bea Cukai Wilayah Sulawesi

“Tak ada efek jera” Itulah komentar beberapa warga yang ditemui kru BU. "Beli minuman keras disini ada 2 harga, pakai Cukai dan tidak pakai cukai tentu saja banyak yang memilih beli yang tidak pakai cukai karena harga jauh lebih murah, seperti topi roja atau Donald, ungkap salah satu penikmat alkohol". Diduga ada konspirasi/main mata antara pedagang grosir miras dengan oknum penegak disiplin bea cukai Makassar, miras tentu saja semakin merajalela, apalagi banyaknya pedagang yang mangkir dari aturan perda Kota Makassar yang telah disahkan oleh DPRD Makassar, bahwa rekomendasi untuk tempat berjualan miras hanya diperuntukkan yakni Hotel, Pub, tempat Karaoke, Diskotik dan Bar.

Bukan hanya sampai disitu, dalam aturan Perda Kota Makassar mengenai miras yang disahkan oleh DPRD tersebut dimana dalam aturan Perda tidak diperbolehkan lagi ada pengecer dan konsumen yang membeli miras untuk dibawa pulang, penjualan langsung dan harus diminum langsung atau ditempat. Hal inilah yang menjadi landasan para oknum penegak disiplin untuk bermain mata dengan pemilik miras. Menyinggung masalah temuan di DJBC P2 wilayah Sulawesi yang berhasil mengamankan lebih kurang 9 truk miras illegal di Kota Makassar yang diperkirakan bernilai 10 Milyar (baca : Penggerebekan Miras Terkesan Mandek) saat ini tengah ditelusuri oleh Lembaga Lidik Krimsus RI dan Awak Media Berita Nasional Bhayangkara Utama, namun sayangnya sejauh ini Dirjen Penindakan dan Kepatuhan DJBC Pusat masih menyisakan tanda tanya.


Direktur Pengembangan Usaha Lidik Krimsus RI, Iwan Syukri

Direktur Pengembangan Usaha Lidik Krimsus RI, Iwan Syukri berpendapat “bahwa proses tindakan terkesan lamban dan terindikasi ditutup tutupi sehingga dapat diduga adanya konspirasi antara pejabat kantor bea cukai pusat dengan kantor wilayah Sulawesi”. “Kami sudah melayangkan Surat Konfirmasi ke pihak DJBC Pusat pada Selasa (26/03/2016) lalu. “Sangat aneh kalau dalam penindakan miras illegal tersebut yang bernilai milyaran rupiah itu DJBC Pusat tidak mengetahuinya, dan sangat tidak masuk akal padahal berita penggerebekan miras illegal tersebut bukan rahasia umum lagi dan temuan ini sudah cukup lama yakni dari November 2015 lalu di Makassar” tambah Iwan. Untuk itu kami meminta DJBC Pusat agar segera menindak lanjuti temuan ini secara benar dan maksimal guna menghindari opini negatif publik terhadap kinerja DJBC” pungkasnya. Namun pihak DJBC belum bisa memberikan jawaban. (Albar). Bersambung…



Share on :


Sumber : -




FORM KOMENTAR

Nama :
E-mail :
Komentar :
Kode : 419802


DAFTAR KOMENTAR


Baca Selengkapnya di Media Berita Nasional BHAYANGKARA UTAMA