Rabu, 18 Oktober 2017

KAPOLRES NGOPI BARENG DENGAN JURNALIS DAN ASOSIASI KOMUNITAS WARTAWAN PEMALANG | PIMPINAN DAN SEGENAP JAJARAN MENGUCAPKAN SELAMAT DAN SUKSES ULANG TAHUN KE 4 ASRIL CENTER

REGISTER CARD
BERITA TERPOPULER
BU | 11 Nov 2015 | Liputan Khusus
01
87
4987
Polwan Seksi Menipu Mapolres Pontianak
Bermodalkan nyali besar seperti tubuhnya, ditambah perawakan .....


BU | 28 Jul 2016 | Liputan Khusus
02
914
4729
Pecandu Narkoba Tak Pelu Ditahan
Polri telah mengeluarkan Surat Telegram Rahasia (TR) ....


BU | 21 Nov 2015 | Seremoni
03
130
3558
Kisah Cinta Presenter TV dgn Kapolda Kalsel
Kebahagian sedang menyelimuti presenter cantik TvOne Winny C .....


BU | 04 Apr 2016 | Seremoni
04
696
3370
Tentang DR. Ir. Abdul Rivai Ras
Tentang DR. Ir. Abdul Rivai Ras, MM, MS, MSi


BU | 12 Feb 2016 | Seremoni
05
484
3277
LSM Lidik Krimsus RI Siap Tampung LP
Ketua Umum LSM LIDIK KRIMSUS RI (LKRI), Ossie Gumanti ......


BU | 26 Mar 2016 | Investigasi
06
660
3143
Perempuan Penjual Es Kelapa
Hilda Rahma Ningrum (18th) perempuan asal desa Peganden...


BU | 29 Apr 2016 | Liputan Khusus
07
805
3014
Daftar Lengkap Mutasi Mabes Polri
Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti memutasi 112 perwira...


BU | 08 Apr 2016 | Investigasi
08
719
2587
Hidup Mantan Istri Pengusaha Indonesia
Chua memiliki lebih kurang 200 tas Hermes dan merupakan...


BU | 17 Nov 2015 | Liputan Khusus
09
100
2273
Terungkap Dimalam Pertama, Istri Dinodai
Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polda Lampung dan Polres .....


BU | 24 Mar 2016 | News Maker
10
655
2264
Kapolres Muna : Situasi Kondusif
Pesta demokrasi Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada....


BU | 06 Apr 2016 | Kawasan
11
702
2134
Wanita Ini Habisi Nyawa Pria
Rahmawati alias Rahma (24), sosok pendiam yang mati-matian..


BU | 17 Jan 2016 | Warta Utama
12
382
1951
Kepala Sekolah Malang Terancam di Penjara
Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 10 Kota Malang Harya .....


BU | 19 Feb 2016 | Gardanusa
13
551
1950
Mengejutkan! Masih Ada Gadis Seperti Ini
Hari itu saya belanja keperluan pribadi di ramayana swalayan


BU | 29 Mar 2016 | Kawasan
14
683
1908
"Sekantong Duku" Berbuah Petaka
Terbujuk janji-janji muluk dari rayuan gombal AM...


BU | 08 Oct 2015 | Horison
15
10
1906
Kendaraan Sipil Jangan Pakai Simbol TNI
Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana membuat perintah teg .....


BU | 10 Jan 2016 | Gardanusa
16
267
1879
Sekali Jalan, Syahrini Seharga Rp 2,2 M
Bicara soal Syahrini memang takkan jauh-jauh dari fashion da .....


BU | 21 Nov 2015 | Gardanusa
17
129
1857
Charli Setia Band Diculik Wartawan
Vokalis beken Setia band Charli Muhammad Van Houten, tadi ma .....


BU | 20 Nov 2015 | Gardanusa
18
117
1843
Netizen Takjub Pandang Istri Siri Ust. Uje
Beberapa hari terakhir, sosok Rima Purnama Dewi atau Rima Id .....


BU | 19 Nov 2015 | Kawasan
19
108
1811
Jend. TNI (P) Joko Santoso Siap Pimpin
Jenderal TNI Purn Joko Santoso menegaskan perlunya tekad kom .....


BU | 16 Nov 2015 | News Maker
20
93
1724
Kapolda Kepri Marah Besar ??
Dua orang anggota Polda Kepri ikut ditangkap dalam penggereb .....


BACA JUGA .....

Ngopi Bareng Kapolres Pemalang

BU | 16 Oct 2017 | 09:11 | 1554

Sekitar 50 jurnalis dari beberapa asosiasi dan komunitas...


Motivasi Pangdam IV/Diponegoro

BU | 15 Oct 2017 | 09:53 | 1547

Mayjen TNI, Tatang Sulaiman Pangdam IV/Diponegoro, memberi..


BU | 06 Apr 2016 | 02:10:30 | 702 | Kawasan | Dibaca : 2134 kali

WANITA INI HABISI NYAWA SEORANG PRIA DEMI JAGA KEHORMATAN

BU | Kawasan | Wanita Ini Habisi Nyawa Seorang Pria Demi Jaga Kehormatan


Rahmawati alias Rahma (24)

Sidrap (Sulsel), BU

Rahmawati alias Rahma (24), sosok pendiam mati-matian membela kehormatannya, ia bahkan nekat membunuh pria bertato yang hendak memperkosanya. Kejadian inipun sontak membuat tercengang seluruh warga Desa Mario, Kecamatan Kulo, Sidrap, Sulawesi Selatan. Peristiwa memilukan itu terjadi, Selasa (29/3) lalu pukul 06.30 Wita. Rahma yang oleh warga kampungnya dikenal sebagai gadis pendiam, menjadi sasaran pelecehan seksual oleh seorang pria bertato, yang belakangan diketahui sudah memiliki istri.

Mansyur bin H Maming (45), warga Kompleks SPP Negeri Snagma 1 Kulo, Kecamatan Kulo, Sidrap itupun tewas dengan kondisi mengenaskan di lokasi kejadian, tepatnya di kebun milik orang tua Rahma. Sedikitnya terdapat 21 kali luka tebasan parang di tubuh korban. Antara pelaku dan korban masih tergolong tetangga, jarak rumah antara keduanya tidak terlalu jauh. Dari hasil visum, korban Mansyur tewas di lokasi kejadian dengan bersimbah darah setelah mengalami luka tebas di sekujur tubuhnya.

Diantaranya luka tebasan bagian punggung kanan sebanyak lima kali, punggung kiri empat kali, luka menganga di leher depan satu kali, bagian belakang leher dua kali. Termasuk luka tebas tangan kanan tiga kali, jari-jari tangan kanan empat kali, tangan kiri empat kali, serta dua jari kiri luka dan kelopak tangan. Ada pula luka tebas enam kali di bagian belakang kepala, dan punggung enam kali, serta luka tebas bagian betis kiri dan kanan masing-masing satu kali. Dari pengakuan Rahma, ia gelap mata membantai Mansyur karena hendak diperkosa. Ceritanya, sebelum kejadian Selasa dinihari sekitar pukul 02.00 Wita, Rahma mendapat pesan singkat SMS (Short Message Service) dari korban, dalam isi pesan singkat itu pelaku diajak berhubungan badan. Namun ajakan itu tidak diterima pelaku. Sebaliknya, Rahma menilai ajakan itu penghinaan terhadap dirinya sebagai seorang perempuan, serta nama baik keluarganya.

Selama ini, Rahma dan kedua orang tuanya tinggal di gubuk kebun miliknya di Desa Mario. Sebagai tulang punggung keluarga, sehari-harinya Rahma mencari uang dengan menjual alat-alat kosmetik. Selain itu, ia juga membantu orang tuanya berkebun. Dihadapan polisi, Rahma yang tersinggung isi SMS yang dikirim Mansyur, nekat mendatangi rumah korban dan menanyakan maksud SMSnya itu. Namun, entah karena bernafsu melihat kecantikan Rahma dan kemolekan tubuhnya, Mansyur langsung bereaksi dan memeluk pelaku serta meremas dadanya.

Saat itulah Rahma langsung berontak dan berusaha keluar dari rumah korban. Namun Mansyur terus membujuknya dan meminta untuk dilayani. Disinilah Rahma mulai kalap, dan secara tidak sengaja mendapati parang panjang di rumah korban.Tanpa banyak tanya lagi, pelaku langsung menghujamkan parang itu berkali-kali ke tubuh korban, hingga akhirnya Manysur tersungkur bersimbah darah. Setelah itu, ia memberitahu orangtuanya, dan selanjutnya menyerahkan diri ke polisi.

“Saya dituduh perempuan nakal, perempuan bayaran. Makanya saya datangi dia di rumahnya untuk menanyakan apa maksud isi SMS itu. Dari dulu dia (Mansyur) memang selalu mengganggu dan menggoda saya, Pak. Saya tidak terima semua itu. Saya berusaha membela diri saat dia mencoba memperkosa saya,” kata Rahma dihadapan penyidik, kemarin. Sementara ibu Rahma bernama Halimah, mengatakan sebelum kejadian, ia sempat mencegah anak sulungnya itu mendatangi rumah Mansyur.Namun karena merasa dipermalukan, Rahma tetap nekat datang dan tak menghiraukan nasihat orangtuanya itu.

“Saya beberapa kali cegah dia dan menasihati, namun tidak dipedulikan. Ia tetap datang ke rumah Mansyur,” ujar Halimah dengan mata berkaca-kaca di ruang penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polres Sidrap. Menurut Halimah, dalam kejadian ini anaknya berusaha membela kehormatannya hendak diperkosa oleh korban. ”Lihat saja, masih ada bekas cekikan di leher anak saya,” kata Halimah.

Sementara Ramli, bapak Rahma, mengatakan putrinya tidak bersalah. Selama ini anaknyalah yang selalu menjadi korban pelecehan.Bahkan sebelumnya, Rahma pernah nyaris diperkosa oleh lelaki bernama Lacinggo. Kasus itupun diproses di Polres Sidrap. Namun tidak dilanjut dengan alasan kekeluargaan. “Memang dia (Rahma) merupakan tulang punggung keluarga kami. Dia membantu ekonomi keluarga dengan menjual alat-alat kosmetik. Keuntungan dari hasil menjual kosmetik yang diapaki membeli beras untuk makan sehari-hari,” ujarnya.Sementara pihak kepolisian masi terus menulusuri motifnya, dengan mencari kebenaran terhadap isi pesan antara pelaku dan korban.

“Motifnya sementara kita dalami. Namun kesimpulan sesuai keterangan pelaku, korban mencoba memparkosa pelaku sehingga pelaku melawan dan menghabisi korban. Tapi itu pengakuan sementara. Semuanya masih kita dalami motif selanjutnya, apakah memang ada unsur pemerkosaan sehingga pelaku membela diri atau ada motif lain,” ujar AKP Chandra. Untuk mengungkap penyebab dan motif pembunuhan ini, tambah Chandra, pihaknya juga akan mempelajari isi SMS yang ada di telepon genggam milik pelaku dan korban.

Sebab ada komunikasi antara pelaku dan korban sebelum peristiwa itu terjadi.“Kita harapkan isi SMS itu bisa membantu polisi mengungkap apa penyebab dan motifnya,” kata Chandra. Selain mengamankan pelaku, polisi juga telah menyita barang bukti berupa parang panjang yang digunakan Rahma membunuh Mansyur. Sementara korban sudah dimakamkan oleh pihak keluarganya di Desa Kulo, Kecamatan Kulo. (*)



Share on :


Sumber : www.fajar.co.id




FORM KOMENTAR

Nama :
E-mail :
Komentar :
Kode : 271863


DAFTAR KOMENTAR


Baca Selengkapnya di Media Berita Nasional BHAYANGKARA UTAMA