Rabu, 16 Januari 2019

WAKIL GUBENUR SUMBAR NASRUL ABIT HADIRI RAPAT PARIPURNA DPRD HUT PASAMAN BARAT KE-15 | PIMPINAN DAN SEGENAP JAJARAN IKUT BERDUKACITA ATAS WAFATNYA AMRIL MUNIR KETUA UMUM ASRIL CENTER

REGISTER CARD
BERITA TERPOPULER
BU | 11 Nov 2015 | Liputan Khusus
01
87
9010
Polwan Seksi Menipu Mapolres Pontianak
Bermodalkan nyali besar seperti tubuhnya, ditambah perawakan .....


BU | 04 Apr 2016 | Seremoni
02
696
7358
Tentang DR. Ir. Abdul Rivai Ras
Tentang DR. Ir. Abdul Rivai Ras, MM, MS, MSi


BU | 26 Mar 2016 | Investigasi
03
660
5954
Perempuan Penjual Es Kelapa
Hilda Rahma Ningrum (18th) perempuan asal desa Peganden...


BU | 28 Jul 2016 | Liputan Khusus
04
914
5954
Pecandu Narkoba Tak Pelu Ditahan
Polri telah mengeluarkan Surat Telegram Rahasia (TR) ....


BU | 12 Feb 2016 | Seremoni
05
484
5530
LSM Lidik Krimsus RI Siap Tampung LP
Ketua Umum LSM LIDIK KRIMSUS RI (LKRI), Ossie Gumanti ......


BU | 21 Nov 2015 | Seremoni
06
130
4703
Kisah Cinta Presenter TV dgn Kapolda Kalsel
Kebahagian sedang menyelimuti presenter cantik TvOne Winny C .....


BU | 29 Apr 2016 | Liputan Khusus
07
805
4565
Daftar Lengkap Mutasi Mabes Polri
Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti memutasi 112 perwira...


BU | 08 Apr 2016 | Investigasi
08
719
4126
Hidup Mantan Istri Pengusaha Indonesia
Chua memiliki lebih kurang 200 tas Hermes dan merupakan...


BU | 21 Feb 2016 | Gardanusa
09
552
3372
NASA:Rasulullah SAW Tentang Kiamat Benar
Sungai Eufrat menjadi sumber mata air di Anatolia, Turki ...


BU | 17 Nov 2015 | Liputan Khusus
10
100
3312
Terungkap Dimalam Pertama, Istri Dinodai
Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polda Lampung dan Polres .....


BU | 20 Nov 2015 | Warta Utama
11
119
3224
Kep.BKN: Tak Ada Larangan PNS Masuk LSM
Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Eko Sutrisno mengata .....


BU | 19 Feb 2016 | Gardanusa
12
551
3113
Mengejutkan! Masih Ada Gadis Seperti Ini
Hari itu saya belanja keperluan pribadi di ramayana swalayan


BU | 06 Apr 2016 | Kawasan
13
702
3055
Wanita Ini Habisi Nyawa Pria
Rahmawati alias Rahma (24), sosok pendiam yang mati-matian..


BU | 24 Mar 2016 | News Maker
14
655
2909
Kapolres Muna : Situasi Kondusif
Pesta demokrasi Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada....


BU | 29 Mar 2016 | Kawasan
15
683
2789
"Sekantong Duku" Berbuah Petaka
Terbujuk janji-janji muluk dari rayuan gombal AM...


BU | 08 Oct 2015 | Horison
16
10
2763
Kendaraan Sipil Jangan Pakai Simbol TNI
Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana membuat perintah teg .....


BU | 21 Nov 2015 | Gardanusa
17
129
2763
Charli Setia Band Diculik Wartawan
Vokalis beken Setia band Charli Muhammad Van Houten, tadi ma .....


BU | 17 Jan 2016 | Warta Utama
18
382
2707
Kepala Sekolah Malang Terancam di Penjara
Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 10 Kota Malang Harya .....


BU | 06 Jun 2018 | News Maker
19
1920
2699
Ustad Abdul Somad Ceramah di Mabes AD
Ustad Abdul Somad berceramah di Mabes Angkatan Darat...


BU | 10 Jan 2016 | Gardanusa
20
267
2656
Sekali Jalan, Syahrini Seharga Rp 2,2 M
Bicara soal Syahrini memang takkan jauh-jauh dari fashion da .....


BACA JUGA .....

Bupati Sidoarjo Apresiasi Zona Integrita

BU | 19 Dec 2018 | 08:13 | 2352

Sebagai bentuk komitmen mewujudkan lingkungan yang bebas...


Polda Kalbar Akan Gelar Ops Lilin Kapuas

BU | 16 Dec 2018 | 03:38 | 2349

Dalam rangka kesiapan pelaksanaan Pengamanan Natal 2018 dan


BU | 10 Apr 2016 | 09:00:30 | 733 | Kawasan | Dibaca : 541 kali

PEJUANG YANG TERSISIHKAN

BU | Kawasan | Pejuang Yang Tersisihkan

Yogyakarta, BU
Sugeng Hadisuyatna , Namanya mungkin tidak pernah terdengar di tingkat nasional. Namun, sumbangsihnya bagi negara dan bumi pertiwi sungguh nyata. Kakek berusia 89 tahun ini adalah warga Plumbungan, Patuk, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pada massa penjajahan, semangatnya tak luntur walau rumahnya habis dibakar oleh tentara Belanda.


Sugeng Hadisuyatna (89th)

Masih lekat di ingatannya, tentang masa-masa itu. Awal perjuangannya dimulai ketika masuk sebagai prajurit bentukan Jepang, Pembela Tanah Air (PETA) pada 1944. Dia masih ingat beberapa kata dalam Bahasa Jepang, seperti hormat dan perintah. Pria yang mengisi harinya dengan bertani itu membangun karir kemiliterannya bersama PETA. Terakhir, dia berpangkat Gyuhei di PETA DAI.IV.Daidan, Gunungkidul.

"Saya mendaftarkan diri di kelurahan bersama warga lainnya," kata Sugeng saat ditemui di rumahnya di Patuk, Gunungkidul, Selasa (10/11/2015) lalu.

Pada 1945, dia masuk ke Batalyon 10 Yogyakarta setelah PETA dibubarkan. Setelah masuk Batalyon 10, dia mendapat tugas mencegat Sekutu di sekitar Ambarawa, Jawa Tengah. "Tugas pertama saya Ambarawa, saya mencegat Sekutu yang datang dari Semarang," ujar Sugeng yang tercatat lahir pada 26 Desember 1926.

Momen itu merupakan salah satu pengalaman yang tidak dapat dilupakannya. Sebab, di situlah dia ikut bertempur melawan Sekutu. Selama berperang, Sugeng pernah terkena mortir gas Sekutu. Bukannya mundur, kondisi ini justru memompa semangatnya untuk berjuang meski bahan makanan tengah menipis.

Tidak hanya sehari dua hari dia mencegat musuh. Selama itu pula, dia dan pejuang lainnya hanya makan ketela dan jagung mentah. Bagi Sugeng dan para pejuang, makanan tersebut merupakan barang mewah. Hal terpenting bagi mereka adalah mampu mewujudkan Indonesia merdeka.

Setahun kemudian, sang ibu menyuruhnya keluar dari militer. Ibundanya tidak ingin kehilangan anak lagi. Kakak tirinya tewas ditembak Sekutu. Namun, perjuangan Sugeng tidak pernah berhenti. Pada 1946, Sugeng mengumpulkan logistik dari penduduk untuk dikirimkan ke pejuang. "Kebetulan saya waktu itu masuk pamong desa, sehingga mudah mengumpulkan logistik," kata Sugeng.

Sampai akhirnya pada 1948 Belanda menyerbu Desa Putat dan membakar desa tersebut. Akibatnya, beberapa rumah penduduk, termasuk rumah Sugeng hangus dibakar Belanda. Perjuangannya tersebut belum mendapat apresiasi dari negara. Sebagai veteran pejuang, dia belum mendapat bantuan dari pemerintah.

"Sampai saat ini saya hidup sendiri dan belum pernah dapat bantuan. Rumah saya limasan habis dibakar Belanda tahun 1948, karena ada tentara mereka yang mati ditembak pejuang," jelas Sugeng. (*)

(Sumber)



Share on :


Sumber : www.liputan6.com




FORM KOMENTAR

Nama :
E-mail :
Komentar :
Kode : 502334


DAFTAR KOMENTAR


Baca Selengkapnya di Media Berita Nasional BHAYANGKARA UTAMA