Beranda Nasional 44 Persen Pekerja di Indonesia Saat ini Terima Upah Dibawah UMR

44 Persen Pekerja di Indonesia Saat ini Terima Upah Dibawah UMR

48
0

Dampak wabah pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini, sebanyak 44 persen pekerja dinyatakan terima upah di bawah ketetapan Upah Minimum Regional (UMR).

Jakarta | Selain permasalahan pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan Idul Fitri yang saat ini tanpa kepastian akan diterima para pekerja, ternyata masalah terberat yang sedang di hadapi pekerja di Indonesia adalah pemberian upah.

Demikian diungkapkan Trade Union Rights Ceter (TURS) yang baru saja menyelesaikan survei terhadap 665 pekerja di 24 provinsi selama 10 hari. Terhitung sejak 1 hingga 11 Mei 2020. Hasilnya, hanya 56 persen saja dari para pekerja, baik yang tetap masuk kerja maupun bekerja dari rumah yang masih mengantongi upah dengan nominal penuh sesuai ketetapan UMR.

“Artinya ada 44 persen pekerja yang saat ini tetap bekerja baik itu bekerja dari rumah maupun bekerja langsung. Yang tidak menerima upah penuh sesuai UMR Provinsi masing-masing,” tegas peneliti TURS, Anas Sidik dalam diskusi bersama cakaplah.com usai menggelar konferensi pers, Minggu (17/05/2020) di Jakarta.

Kondisi itu dipandang sebagai hal yang memprihatinkan dan membutuhkan campur tangan pemerintah di tingkat Provinsi dan Pemerintah Daerah, untuk melakukan pengawasan terhadap pelaku usaha yang mungkin bermain curang dengan dalil PSBB.

“Pemerintah daerah dalam hal ini Pemerintah Provinsi sebagai pemilik kuasa UMR, perlu melakukan pengawasan atas kondisi ini. Atas angka sebanyak 21 persen dirumahkan dengan upah tidak penuh, itu wajar. Tetapi jika tetap bekerja penuh, ini kecurangan,” kata Anas Sidik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here