Beranda Daerah Ada Apa ?… Satpol-PP Kota Sabang Dinilai Tak Bernyali Tindak Pelanggar Perda...

Ada Apa ?… Satpol-PP Kota Sabang Dinilai Tak Bernyali Tindak Pelanggar Perda Berkantong Tebal

102
0

Sabang, NAD

Sejumlah pelanggaran terhadap tata ruang dan perizinan di Kota Sabang terus terjadi, namun sayangnya Satuan Polisi Pamong Pradja (Satpol-PP) yang notabenenya penegak Peraturan Daerah (Perda), dinila tidak punya nyali untuk menindak pelaku pelanggaran dimaksud.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Penyelamat Lingkungan Hidup Indonesia – Kawasan Laut Hutan dan Industri (LPLHI-KLHI) Kota Sabang, Syukri menilai, dirinya menganggap bahwa tumbuhnya sejumlah bangunan yang tidak sesuai tata ruang dan perizinan dari pemerintah, yang dibangun pengusaha berkantong tebal di Sabang, akibat ada pembiaran dari pihak penegak Perda itu sendiri.

“Ada apa dengan Satpol-PP Kota Sabang, sehingga pengusaha-pengusaha berani melanggar aturan yang ada dan tanpa ada keperdulian dari penegak Perda sendiri,” ungkap Ketua DPD LPLHI-KLHI Kota Sabang, Syukri atau lebih dikenal T. Bayu ini.

Sejumlah bangunan tumbuh di tepi pantai tanpa menghiraukan tentang tata ruang dan perizinan yang ditentukan pemerintah, sedangkan petugas Satpol-PP selaku penegak perda tidak berkutik atas pelanggaran yang merugikan masyarakat, lingkungan dan tata ruang kota sendiri.
Padahal, jelas Syukri, kawasan pantai yang kini sudah didirkan bangunan itu merupakan area publik, maka sesuai aturan tidak bisa dikuasai secara pribadi, dimana Undang-Undang Nomor. 27 tahun 2007 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil dilarang mendirkan bangunan guna menjaga kelestarian alam.

Kemudian lanjutnya, topografi Sabang pulaunya berbukit dan pegunungan sulit dikatakan sebagai sepadan pantai yakni 100 meter dari bibir pantai. Maka, diharapkan sebaiknya pemerintah daerah dan anggota dewan harus memberi pemahaman tentang pentingnya menjaga lingkungan dari kerusakan, terutama dari ulah manusia untuk kepentingan pribadi.

“Kita jadi heran kalau Satpol-PP tidak berani beraksi mengeksekusi pelanggar Perda, padahal di Satpol-PP Kota Sabang ada bagian ops yang didukung dengan kendaraan dinas yang luar biasa tapi kok kecut ya,” pungkasnya.

Sementara terkait ada bangunan yang berdiri dengan mengabaikan perizinan yang dikeluarkan pemerintah, pejabat Satpol-PP yang dikonfirmasi media ini mengatakan, pihaknya sebenarnya sudah beberapa kali turun ke lapangan untuk meminta kepada pemilik gedung, agar membongkar gedung tiga lantai di Gampong Ie Meule.

Namun, kata pejabat Satpol-PP Sabang yang namanya enggan ditulis ini, pihaknya tidak bisa bergerak bebas dikarenakan pihak-pihak yang ada di Gampong itu sendiri tidak mendukung tugas Satpol-PP.

“Kami sudah ada beberapa kali turun ke lapangan untuk meminta memangkas lantai tiga gedung mess karyawan milik Yenny, yang berada di Jurong Bahagia, Gampong Ie Meule, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, namun pemiliknya cuma iya-iyakan saja tetapi tidak dipatuhi,” katanya. (Jalaluddin Zky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here