Beranda Sorot Ada Aroma Busuk Pada “Kucuran” Dana AKPER Ibnu Sina Sabang, LASKAR Minta...

Ada Aroma Busuk Pada “Kucuran” Dana AKPER Ibnu Sina Sabang, LASKAR Minta Penegak Hukum Untuk Menyelidiki

94

Ketua Umum (Ketum) Lembaga Advokasi Sosial Kemasyarakatan Aceh Raya (LASKAR) “mencium aroma tak sedap” terhadap “kucuran” anggaran yang dipergunakan untuk Yayasan Akademi Perawat (AKPER) Kota Sabang, dalam bentuk hibah dari anggaran yang bersumber dana Covid-19 atau uang negara  nilainya mencapai milyaran rupiah., demikian kata Ketum LASKAR Teuku Indra, yang  “mencurigai” modus operandi “kucuran” anggaran tersebut.

“Dalam dugaan penyimpangan kucuran dana untuk Yayasan Ibnu Sina LASKAR akan terus melakukan investigasi terkait issu yang beredar tersebut sampai tuntas jangan sampai menjadi issu liar nantinya. Bantuan anggaran untuk sebuah Yayasan haruslah melalui prosedur yang telah diatur oleh undang-undang di Negara Republik Indonesia.,” – Teuku Indra, Ketum Laskar –

Sabang Aceh, |BU| “AKPER  Ibnu Sina itu adalah  sebuah Yayasan yang diketua saudara Kamaruddin, yang juga menjabat Asisten II Pemko Sabang,. Yayasan ini tahun-tahun sebelumnya mendapat dana hibah, namun ketika wabah virus Corona merebak bau tak sedap pun tercium bahwasanya Pemko Sabang mengucurkan anggaran ratusan juta untuk melakukan pembangunan pada Yayasan tersebut, dipastikan menyalahi aturan yang berlaku,” demikian ungkap Ketum LASKAR kepada Bhayangkara Utama.com, Minggu (02/08/2020).

Oleh karenanya jika kegiatan tersebut benar terjadi maka  diminta kepada penegak  hukum, agar segera menyelidiki supaya penggunaan uang negara tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi dan kelompok. Konon lagi, aroma bau busuk terkaiit Yayasan Ibnu, sehingga publik mau tau apakah benar ada penyimpangan disana.

Maka itu tambah Teuku Indra, “sudah saatnya aparat Penegak Hukum segera turun untuk melakukan audit forensic dalam menelusuri proposal permohonan hibah dari AKPER Kebidanan Ibnu Sina, yang dimohon untuk apa dan apakah peruntukkannya sudah sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku atau permohonan dana hibah tersebut sudah terverifikasi ?.,” Teuku Indra mempertanyakan.

BACA JUGA :  Update Covid-19  Pemkab Ciamis Zero Corona
Teuku Indra, Ketua Umum LASKAR

Dilanjutkannya, “apakah dana hibah tersebut telah didukung oleh Naskah Perjanjian Hibah Daerah dan Berita Acara Serah Terima. Karena, dana Covid-19 yang dikucurkan oleh Pemko Sabang ke Yayasan Ibnu Sina itu baru-baru ini apakah sudah sesuai Prosedur…?,” herannya.

Maka patut diduga dalam pengucuran dana untuk Yayasan Ibnu Sina, telah tejadi penyalahgunaan anggaran yang terindikasi penyalahgunaan Jabatan dan wewenang terkait hal tersebut. Dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) 1. Pasal 3 Undang-Undang Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) dimana unsur setiap orang sebagaimana Pasal 2 ayat (1) berlaku secara mutatis mutandis pada Pasal 3 ini. Unsur menguntungkan Unsur Dengan Tujuan Menguntungkan Diri Sendiri atau orang lain atau Suatu Korporasi sebagaimana Pasal 2 ayat (1) berlaku secara mutatis mutandis pada Pasal 3 ini. Selanjutnya, Unsur menyalahgunakan kewenangan, dalam hal ini pejabat Negara.

“Dalam dugaan penyimpangan kucuran dana untuk Yayasan Ibnu Sina LASKAR akan terus melakukan investigasi terkait issu yang beredar tersebut sampai tuntas jangan sampai menjadi issu liar nantinya. Bantuan anggaran untuk sebuah Yayasan haruslah melalui prosedur yang telah diatur oleh undang-undang di Negara Republik Indonesia.,” sebutnya

Adapun struktur organisasi pada Akademi Keperawatan Ibnu Sina Kota Sabang terdiri dari : Ketua Yayasan,  Drs. Kamaruddin, yang juga sebagai Asisten II Pemko Sabang, Direktur, Hj. Suwarni, SKM, MPH, Pembantu Direktur I Bag. Akademik,  Ns. Nurbaiti, S.Kep., Pembantu Direktur II Bag. Adm/Keuangan, Mursalin, SKM, Pembantu Direktur III Bag. Kemahasiswaan, Dewi Ade Irna, SKM, Ka. Subbagian Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, Aida Khairunisa, S.St, Ka. Subbagian Adm. Umum dan Keuangan, Nasrul, S.Sos.

Urusan Adm, Akademik Kemahasisswaan, Ns. Noor Aznidar Aldani, S.Kep, Urusan Evaluasi, Angga Lahanda, A.Md.Kep, Urusan Praktek Klinik, Ns. Mariati, S.Kep, Urusan Perencanaan dan Sistem Informasi, Faisal, A.Md.Kep, Urusan Umum dan Keuangan, Ida Fitriah, SE, Urusan Kepegawaian, Isniwandi, AM, Urusan Perlengkapan dan Inventaris Barang, Nurmalahayati, Urusan Pemeliharaan dan Transportasi, Elifaryadi Urusan Rumah Tangga.

BACA JUGA :  Produksi Gabah Padi Dharmasraya Cukup Untuk Konsumsi Sampai Akhir Tahun

Selanjutnya, Darmawansyah (CS) M. Yusuf (CS), Syahrul Fuadi (CS), Rahmaddin (Satpam), Urusan Pembinaan Mahasiswa dan Asrama, Siti Masyithah, S.Psi, Urusan Layanan Kemahasiswaan,  Ns. Merisdawati, S.Kep dan Pengawas Asrama,  Junaida (Putri), Rahmaddin (Putra), Unit Penelitian Bidang Pengabdian Masyarakat, Ns. Aya Afya, S.Kep Ns. Puji Astuti, S.Kep Samarullah, A.Md.Kep, Riyani, A.Md.Kep.

Unit Penjamin Mutu : Ns. Aiyub, S.Kep, Unsur Penunjang, meliputi : Unit Laboratorium Kesehatan, Lilis Andriani, A.Md.Kep (KDM dan KMB), Orsaladisa Aberlin, A.Md. Kep (Anak/Maternitas). Unit Perpustakaan, Jumarni, A.Md.Pust, Unit Laboratorium Bahasa, Gloria Silvana T, SS, Unit Laboratorium Komputer, Angga Lahanda, A.Md. Kep, Kelompok  Fungsional, Dosen, Ns.Aya Afya, S.Kep, Ns. Puji Astuti, S.Kep,Ns, Husnaina Ismaituti, S.Kep, Ns. Fitri Susanti Lubis, S.Kep, Ns. Nurkismawarni, S.Kep.

Team Peneliti dan Pengembangan, Hj. Suwarni, SKM, MPH,  Ns. Nurbaiti, S.Kep, Ns. Noor Aznidar A., S.Kep, Mursalin, SKM,  Dewi Ade Irna, SKM.

Ketum LASKAR juga menduga jika mundurnya Kepala Dinas Kesehatan Kota Sabang beberapa waktu yang lalu, ada kaitannya terhadap hal ini. Nah, akankah uraian dan dugaan LASKAR itu benar adanya dan akankah penegak hukum “tertarik” akan mendalami hal ini.

“Untuk kejelasan dan kebenaran kita tunggu saja jawaban dari Pemko Sabang dan Ketua Yayasan Ibnu Sina Kota Sabang,” imbuhnya.

Sementara itu, Asisten II Bidang Administrasi dan Pembangunan, Pemerintah Kota Sabang Drs Kamaruddin, saat dikonfirmasi media ini menjelaskan, Asrama AKPER Ibnu Sina yang dipinjamkan oleh Pemko Sabang untuk dijadikan tempat isolasi penanganan Covid-19, Minggu (02/08/2020).

“Asrama itu sudah lama tidak digunakan oleh AKPER Ibnu Sina, karena tidak ada mahasiswa yang diasramakan. Sehingga, kondisi Asrama saat dipinjamkan dalam kondisi beberapa bagian bangunan sudah rusak,” terangnya.

BACA JUGA :  Sholat Ied Di Mesjid Agung Ciamis Ditiadakan

Oleh sebab itu lanjut Kamaruddin, “untuk dapat digunakan khususnya ruang isolasi Covid-19 Pemko harus melakukan perbaikan/rehabilitasi, Yayasan sendiri tidak ikut menangani kegiatan rehabilitas gedung dimakaud, semuanya ditangani oleh Pemko Sabang.,” jelas Kamaruddin, tanpa menerangkan berapa uang Covid-19 habis digunakan untuk rehab Yayasan Ibnu Sina, kalau mau tau boleh tanyakan pada rumput yang bergoyang. (Jalaluddin Zky).

Komentar Facebook