Beranda Hankam Akhirnya Misteri Pesawat Tempur Yang Diincar Indonesia Terkuak

Akhirnya Misteri Pesawat Tempur Yang Diincar Indonesia Terkuak

748
0

Jakarta

Baru ini media Perancis La Tribune mengungkapkan rencana pembelian 48 buah pesawat tempur Dassault Rafale oleh Indonesia untuk memperkuat armada tempur TNI AU.

Bahkan didalamnya disebutkan jika pemerintah minta kesepakatan pembelian pesawat tempur canggih ini segera dilakukan pada bulan Desember ini.

Pesawat yang dijuluki Squall dalam Bahasa Inggris ini adalah pesawat tempur serbaguna bermesin dua dan bersayap dua.

Dibuat oleh pabrikan Dassault Aviation, pesawat ini dirancang sebagai pesawat berpangkalan di daratan maupun kapal induk.
Rafale Dassault merupakan pesawat tempur serbaguna yang memiliki tiga versi, diantaranya Rafale C yg memiliki satu tempat duduk, Rafale B yg memiliki dua tempat duduk, dan versi AL (kapal induk) adalah Rafale M.

Dalam pengisian bahan bakar, pesawat jet Rafale memiliki kemampuan air refueling. Dengan kemampuan tersebut, pesawat Rafale yg kehabisan bahan bakar saat pertempuran dapat meminta bantuan dari pesawat jet lainnyan utk mengisi bahan bakar di udara.

Sehingga tidak perlu mendarat untuk mengisi bahan bakar.

Pesawat Rafale Dassault juga satu-satunya pesawat tempur Eropa yg memiliki sensor radar elektronik yg diberi nama RBE2. Sensor ini dpt mendeteksi ancaman lebih cepat.

Tidak hanya RBE2, Rafale juga dilengkapi dengan front sensor optronic (FSO). FSO ini dapat melacak target yg tidak hanya di udara, melainkan juga di air dan di daratan.

Rafale memiliki kemampuan manuver zero gravity atau G (+9 G atau -3 G) untuk kesetabilan terbang. Pesawat jet tersebut dapat terbang hingga 11 G dalam keadaan darurat dengan laju kecepatan pendaratan hingga 115 knot.

Keunggulan lainnya yaitu Rafale memiliki sistem pertahanan yg diberi nama SPECTRA.
Sistem ini bisa melindungi pesawat dari serangan udara maupun serangan darat. Sistem SPECTRA ini menggunakan teknologi yg bernama siliman virtual yg berbasis perangkat lunak.

Dalam sistem persenjataan, Rafale memiliki rudal MICA. Dgn rudal tersebut, Rafale dpt membidik target yang berada diluar jangkauan (beyond visual range). Selain itu ada juga rudal jarak jauh yg bernama METEOR.

Selain Menjadi Incaran Indonesia, Jet Tempur Rafale Ternyata Punya Perangkat Intai Dan Penjejak ‘Plug And Fight’

Jakarta, Ibarat harap-harap cemas lantaran khawatir kena PHP (lagi), mungkin kini sedang dirasakan para netizen pemerhati alutsista di Indonesia. Pasalnya ‘ujag-ujug’ pengadaan jet tempur pengganti F-5E/F Tiger II telah menjadi polemik berkepanjangan, khususnya setelah harapan atas kedatangan Sukhoi Su-35 mulai redup, meski tak juga dikatakan batal.

Dan kembali jagat netizen dibuat riuh setelah kabar dari situs Perancis, La Tribune.fr yang mewartakan bahwa Indonesia dan Perancis kini tengah mengadakan pembicaraan untuk pembelian 48 unit Rafale dalam kesepakatan yang segera akan ditandatangani.

Negosiasi antara Perancis dan Indonesia untuk pembelian 48 jet tempur Rafale Perancis sedang berlangsung dengan cepat dan kesepakatan dapat segera ditandatangani. Menurut laporan tersebut, Indonesia ingin mencapai kesepakatan sebelum akhir tahun tetapi negosiator Perancis ingin meluangkan waktu yang diperlukan untuk menyempurnakan detailnya.

Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly mengonfirmasi negosiasi tersebut. Dia mengatakan negosiasi dengan Indonesia untuk pembelian 48 jet tempur Rafale “good progress”.

“Jika pesanan ini berhasil…itu berarti 7.000 pekerjaan selama 18 bulan. Itu sangat besar,” kata Parly kepada BFM TV, yang dikutip Reuters, Jumat (4/12/2020) minggu yang lalu.

Kabar di atas buat sebagian netizen ibarat ‘pemuas dahaga’, meski kembali lagi, kabar tadi harus diklarifikasi lebih lanjut oleh pihak Kementerian Pertahanan RI.

Lepas dari benar atau tidaknya kabar pembelian Rafale, memang sejak awal Prabowo Subianto menjabat sebagai Menteri Pertahanan, kabar keinginan untuk mengakuisisi Rafale sudah mencuat sejak kunjungan perdananya ke Perancis pada Januari silam.

Nah, sembari memimpikan deru Rafale yang semoga kelak akan bermarkas di Lanud Iswahjudi, ada kabar juga bahwa penempur bermesin twin engine ini baru saja mendapatkan kemampuan operasional alias initial operational capability dari AU Perancis atas penggunaan laser designation pod untuk jenis Talios (TArgeting Long-range Identification Optronic System).

Talios yang merupakan produksi Thales, pada prinsipnya mirip dengan Sniper ATP (Advanced Targeting Pod) yang dipasang pada F-16 A/B Block15 OCU eMLU milik Skadron Udara 3 TNI AU. Mengutip dari

Disebutkan, Talios mendapatkan initial operational capability pada 29 Oktober 2020 untuk instalasi di Rafale F3-R.

Talios adalah pod elektro optik multiperan yang punya kemampuan lebih luas dibandingkan dengan pod Damocles (yang lebih lama digunakan), khususnya dengan peningkatan presisi optik, peningkatan identifikasi geografis, pelacakan target bergerak, augmented reality untuk menambahkan penanda di area sasaran hingga peningkatan pada kemampuan sensor inframerah.

Talios pod dibekali gimbal dengan kualitas gambar yang jauh lebih tinggi dari sensor inframerah (IR) barunya dan memungkinkan pesawat untuk tetap berada pada jarak stand-off yang aman dalam moda serangan.

Resolusi dan lapisan taktis tambahan memungkinkan interpretasi gambar yang lebih baik dan memfasilitasi penggunaan (pencarian, identifikasi, pengejaran dan penunjukan sasaran) untuk membantu proses pengambilan keputusan. Pod baru dengan konsep plug and fight ini secara bertahap akan melengkapi semua skadron Rafale Angkatan Udara Perancis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here