Beranda Daerah Akses Jalan Menjadi Kendala Utama Pertumbuhan Ekonomi Di Kabupaten Ende

Akses Jalan Menjadi Kendala Utama Pertumbuhan Ekonomi Di Kabupaten Ende

194
0
Virgilius Kami, anggota DPRD Kab. Ende
RSUD Tobelo

Ende, NTT

Jalan adalah merupakan akses penghubung yang utama, terutama bagi suatu wilayah, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan. Apabila kondisi jalan tidak layak, maka berperpengaruh pada perkembangan pembangunan dan perekonomian suatu wilayah. Hal ini tidak dapat dipungkiri lagi dan menjadi fakta dan kenyataan. Memang akses jalan menjadi hal yang sangat penting untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan membuka wilayah – wilayah sehingga tidak terisolir.

Persoalan mengenai jalan yang tidak layak dilalui kendaraan karena masih merupakan jalan tanah yang belum diaspal, banyak dijumpai di Desa – desa di wilayah Kecamatan yang ada di Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal ini diungkapkan oleh sebagian warga masyarakat dan DPRD sendiri, ketika melakukan kegiatan reses di wilayah – wilayah untuk menjaring aspirasi masyarakat. Hampir seluruh anggota DPRD Kabupaten Ende yang melakukan reses menerima keluhan dan usulan yang sama dari warga masyarakat yakni, soal akses jalan yang tidak layak untuk dilalui kendaraan, karena rusak parah dan masih jalan tanah.

Salah satu ruas jalan yang belum disentuh aspal

Seperti halnya, ketika anggota DPRD Kabupaten Ende Fraksi Demokrat, Virgilius Kami, yang melakukan reses di wilayah Kecamatan Lepembusu Kelisoke ( Lep Kes ) dan Kecamatan Kota Baru, (Kobar). Dikatakan Virgilius, jalan di wilayah Kecamatan Lepkes dan Kobar khususnya di Desa Kuru Sare, Lise Kuru, Tani Woda, Detu Ara, Tiwu Sora, Hangalande, Liselande, Pise, dan Tou Timur, rusak parah dan masih jalan tanah yang sulit dilintasi kendaraan apabila musim hujan seperti saat ini.

Terkait dengan kondisi jalan tersebut, warga masyarakat mengusulkan agar Pemerintah dan DPRD Kabupaten Ende memperhatikan ruas jalur jalan – jalan tersebut dan dijadikan prioritas pembangunan dimasa MJ Jilid ll, karena jalur jalan tersebut pernah dijanjikan oleh Almarhum Bupati, Ir. Marsel apetu, beberapa waktu yang lalu untuk diaspalkan sejauh 30 Km.

Menjawab tuntutan warga masyarakat tersebut, Virgilius Kami mengatakan, untuk ruas jalur jalan paralel dari Lepembusu Kelisoke, Hangalande, Kecamatan Kota Baru sejauh 30 Km, itu memang pernah dijanjikan Almarhum Bupati Marsel. Untuk itu pihaknya berharap, mudah – mudahan dimasa kepemimpinan Bupati Djafar ini ruas jalur jalan tersebut bisa segera diaspalkan, karena itu merupakan janji politik yang harus segera ditindaklanjuti. “Memang semuanya ini butuh waktu dan butuh proses,” ujar Virgilius Kami tersebut. (Dami Manans)

HUT Bahayangkara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here