Beranda Daerah Antisipasi Nyamuk Aedes Aegypti, Dinkes Kota Sukabumi  Gencar Lakukan Fogging

Antisipasi Nyamuk Aedes Aegypti, Dinkes Kota Sukabumi  Gencar Lakukan Fogging

137
0

Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, menghimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), yang diakibatkan faktor cuaca.

Sukabumi | Himbauan ini disampaikan Sekretaris Dinkes Kota Sukabumi Yudi Yustiawan, saat disambangi diruang kerjanya di Jalan Surya Kencana No.41, Selabatu, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (23/01/20).

“Akibat serangan penyakit nyamuk Aedes Aegypti ini, tidak harus diwaspadai pada di musim penghujan saja, tapi di musim kemarau juga perlu ditingkatkan dan kepedulian dari masyarakat umumnya, agar terhindar dari lingkungan yang tidak sehat,” ujar Yudi Yustiawan.

Guna menekan angka terjadinya serangan nyamuk Aedes Aegypti, Yudi menuturkan, Dinkes melalui satgas fogging terus melakukan penyisiran semua wilayah kota, yang diinformasikan rawan akan potensi serangan nyamuk yang menyebabkan penyakit DBD.

“Fogging berfungsi untuk membunuh nyamuk Aedes aegypti dewasa yang bisa menularkan penyakit DBD pada manusia. Penyemprotan dengan cara fogging nyamuk terus menerus dilakukan Dinkes,” paparnya.

Pihaknya mengakui, potensi penyakit DBD bisa saja meyerang siapa saja. Bila tidak diantisipasi sejak dini oleh pola kepedulian masyarakat itu sendiri, ini bisa menyebabkan korban meninggal karena DBD.

“Kami selalu respon terhadap semua informasi yang berhubungan dengan potensi munculnya penyakit DBD. Kami selalu melakukan pemantauan ke permukiman warga, kalau memang banyak jentik nyamuk di bak penampungan air warga, Satgas Fogging langsung menggiatkan abatisasi yakni penaburan bubuk abate atau pemfoggingan,” jelas Yudi.

Yudi menegaskan, untuk menekan serangan penyakit DBD ini meminta warga menggiatkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) seperti menguras bak mandi secara rutin, menutup tempat yang dapat menampung air, dan mengubur barang bekas.

“Saya kira semua harus proaktif, berbicara kesehatan semua harus menjaga lingkungan, itu yang paling penting, karena semua itu kembali lagi ke diri sendiri dan itu hal yang wajib untuk menjaga kebersihan lingkungan, guna menciptakan lingkungan yang jauh dari penyakit dan serangan DBD,” tandas Yudi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here