Beranda Daerah Azhar Paparkan Permasalahan UMKM Di Acara Gathering Ekosistem Desa 2022

Azhar Paparkan Permasalahan UMKM Di Acara Gathering Ekosistem Desa 2022

23
0

Kuansing, Riau

Pada acara Gathering Ekosistem Desa Tahun 2022 yang dilaksanakan oleh PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Teluk Kuantan, bertempat di Lantai 2 Rumah Makan Sederhana, Drs. Azhar, MM., CPM., sebagai Kepala Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian diberi kesempatan memaparkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh UMKM serta arah kebijakan pemerintah dalam memajukan UMKM, Selasa (11/1/2022).

Acara yang dipimpin lansung oleh Pimpinan Cabang BRI Teluk Kuantan Fery Widodo juga dihadiri oleh seluruh pimpinan unit BRI se-Kabupaten Kuantan Singingi, Ketua forum Kepala Desa Kuantan Singingi, Ketua Asosiasi Batik Kuantan Singingi dan Plt Kepala Dinas Sosial Nafisman.
Dihadapan para petinggi BRI Kabupaten Kuantan Singingi, Azhar memaparkan bahwa ada beberapa persoalan yang dihadapi oleh UMKM, dimana persoalan ini kalau tidak dibantu secara bersama sama oleh beberapa pihak tentu akan menjadi hambatan percepatan majunya umkm di Kabupaten Kuantan Singingi, permasalahan tersebut antara lain : 1. Kontiniunitas Produk, 2. Kuantitas Produk, 3. Kualitas Produk, 4. Teknologi, 5. Modal, 6. Kemasan, 7.Pemasaran.

Terkait dengan permasalahan UMKM ini, maka dari ke tujuh permasalahan tersebut yang paling dibutuhkan suport dari pihak perbankan terutama BRI adalah permasalahan nomor lima yaitu menyangkut dengan modal. Azhar berharap pihak perbankan mau membantu UMKM dengan mensupport bantuan pinjaman modal dengan persyaratan yang tidak terlalu rumit serta dengan bunga yang kecil.

Menanggapi hal ini, pada kesempatan yang sama Pimpinan BRI Cabang Teluk Kuantan Fery Widodo berjanji akan mensupport UMKM dengan program BRI berupa KUR Super Mikro dengan besar pinjaman 5 juta sampai 10 juta.
Azhar juga menjelaskan bahwa ada beberapa UKM unggulan yang menjadi prioritas untuk dikembangkan, antara lain Batik, Tenun, Sepatu dan Pande Besi.

Disamping mengembangkan usaha Batik, sepatu dan Temun, maka produksi Pande Besi juga memiliki peluang yang sangat besar untuk maju dan berkembang. “Kita memiliki perkebunan sawit yang sangat luas yang dikelola oleh beberapa perusahaan dan KUD. Selama ini kebutuhan peralatan sawit seperti Dodos dan Gred dibeli dari hasil produksi buatan Medan dan Malaysia. Kedepan kita berharap Perusahaan sawit maupun KUD yang mengelola sawit bisa membeli peralatan hasil produksi pandai besi kita,” lanjut Azhar.

“Untuk itu tentu kita harus meningkatkan kualitas produksi pandai besi kita serta bantuan modal dari perbankan,” tambahnya.

Azhar yang juga mantan Kepala Dinas Pasar Kebersihan dan Pertamanan serta mantan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan juga menjelaskan kepada wartawan bahwa penjajakan kerjasama dengan beberapa KUD dan perusahaan sudah dilakukan komunikasi dalam hal pengadaan peralatan seperti dodos dan Gred. (Wawan Syahputra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here