Beranda Daerah Benarkah Kasus Korupsi Dishub Kota Sabang Hanya Satu Yang Masuk Penjara ?

Benarkah Kasus Korupsi Dishub Kota Sabang Hanya Satu Yang Masuk Penjara ?

55
0
Foto ilustrasi

Sabang, NAD

Kasus korupsi yang menjerat mantan Kepala Dinas Perhubungam (Dishub) Kota Sabang Iskandar, telah sampai pada penuntutan bahkan sudah pada tahap pembacaan pledoi pembelaan. Nah, apakah benar kasus yang menyeret pak kumis (Iskandar) itu hanya dia yang masuk penjara sendiri siapa yang tau, entah lah.

Kemudian pak kumis sendiri memang kah harus menanggung resiko atas penyelewangan uang negara tersebut, sementara dalam pengelolaan anggaran pada Dinas Perhubungan Kota Sabang untuk pengadaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Pelumas ada pejabat lain yang semestinya ikut bertanggungjawab.

Seperti diketahui, kasus tindak pidana korupsi penggunaan anggaran belanja penggantian suku cadang pada Dinas Perhubungan Kota Sabang dinyatakan telah terjadi kerugian negara pada anggaran tahun 2019 mencapai Rp. 577.000.000.

Dalam kasus ini sejak dari awal penyidik dalam hal ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Sabang, telah meminta keterangan dari sejumlah saksi termasuk pemilik SPBU yang berisial HS, pemilik SPBU Nomor. 14.235409. HS sendiri dalam proses sidang Hakim Pengadilan Tipikor Banda Aceh menyatakan bahwa tidak terbukti bersalah dan dibebaskan dari tuntutan hukum.

Sementara masyarakat Sabang sendiri menurut kacamata mereka menilai kasus korupsi pada Dishub Kota Sabang, diyakini tidak mungkin mantan Kadishub Kota Sabang saudara Iskandar alias pak kumis sendiri yang masuk kurungan penjara.

Pasalnya, dalam proses pengelolaan uang negara dalam kasus tersebut ada pejabat lain yang diduga terlibat langsung namun, kenapa yang menanggung dosa negara itu cuma Isakandar doang, sedangkan yang lainnya bebas dari jeratan hukum bahkan, mendapat jabatan yang sangat strategis.

“Kami tidak begitu yakin dalam kasus korupsi pada dinas Perhubungan Kota Sabang itu, hanya pak Iskandar sendiri yang harus menanggung resiko. Pasalnya, disana ada pejabat lain yang wajib ikut bertanggung jawab,” kata warga Sabang, yang namanya enggan dipublikasi.

Ironisnya, dalam proses hukum sampai saat ini hanya Iskandar seorang yang menghadapi keputusan ketokan palu pak hakim, sedangkan yang ada dibelakangnya bebas dari tuntukan hukum dan diberi mendapat jabatan yang luar biasa. Pun demikian kata sumber media ini Tuhan itu Maha adil, pasti ada pemabalasannya.

“Benar kah yang lainnya kebal hukum soalnya ada yang disebut-sebut berkaitan dengan kasus tersebut kini telah menjabat sebagai pejabat dengan jabatan yang sangat strategis. Memang luaaaar biasa dan Wallahilua’lam”.(Jalaluddin Zky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here