Beranda Daerah BNN Provinsi Aceh Usut Dan Selidiki Dugaan Tindak Pidana Pencucian Hasil Narkoba

BNN Provinsi Aceh Usut Dan Selidiki Dugaan Tindak Pidana Pencucian Hasil Narkoba

62
0

Banda Aceh, NAD

Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh menyatakan, pihaknya kini sedang mengusut dan menyelidiki dugaan tindak pidana pencucian uang hasil penjualan narkoba yang dibisnis penjualan mobil bekas.

“Benar, kami kini mulai mengusut indikasi dugaan tindak pidana pencucian uang narkoba yang diduga berbisnis jual beli mobil bekas, di salah satu showroom,” demikian dikatakan Kepala BNN Provinsi Aceh, Brigjen Pol. Heru Pranoto melalui Kepala Bidang Pemberantasan BNN Provinsi Aceh Kombes Pol. Mirwazi di Banda Aceh, Minggu (20/02/2022)

Menurut Kombes Pol. Mirwazi, BNN Provinsi terus melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana pencucian uang tersebut sesuai informasi yang direrima masyarakat. Dimana, masyarakat banyak yang melaporkan bahwa ada dugaan pencucian uang dari hasil penjualan narkoba, kemudian digunakan buat jual beli mobil bekas.

“Kami menduga di sejumlah tempat ada kegiatan penjualan mobil bekas. Menurut informasi dari masyarakat mereka terus menambah pembelian mobil bekas namun.mobil-mobil mereka beli tergolong mobil mewah sehingga konsumen kurang tertarik membelinya,” jelas Kombes Pol. Mirwazi.
Maka itu, BNN Provinsi Aceh kini mulai mengusut indikasi tindak pidana pencucian uang narkoba yang dibisniskan untuk kegiatan jual beli mobil bekas dan berkelas itu.

Oleh karena itu, lanjut Kombes Pol. Mirwazi, pihaknya akan menggali informasi dari masyarakat tersebut. Apabila nanti ditemukan bukti kuat, tentu yang terlibat akan diproses sesuai hukum berlaku.

“Kami menilai tidak tertutup kemungkinan, informasi disampaikan masyarakat ini benar adanya. Konon lagi, saat ini, peredaran narkoba di Aceh sudah mengkhawatirkan, dimana peredaran narkoba jenis sabu-sabu yang diungkapkan selama ini kerap ditemukan dalam jumlah banyak,” ungkap Kombes Pol. Mirwazi.

Penyelidikan dugaan tindak pidana pencucian uang tersebut tutur Kombes Pol Mirwazi, dilakukan untuk memutuskan mata rantai agar uang yang dihasilkan dari hasil penjualan narkoba tidak bisa digunakan ke usaha lain.

“Diharapkan kepada masyarakat agar melaporkan jika mendapat informasi adanya dugaan tindak pidana pencucian uang dari hasil penjualan narkoba. Hal ini untuk memutus mata rantai peredaran narkoba di Aceh. Pemberantasan narkoba merupakan tanggung jawab bersama,” tutur Kombes Pol. Mirwazi. (Jalaluddin Zky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here