Beranda Kabupaten Agam Bupati Agam : “PSBB Tahap II Akan Berlanjut Jika Penyebaran Virus Corona...

Bupati Agam : “PSBB Tahap II Akan Berlanjut Jika Penyebaran Virus Corona Semakin Dahsyat”

302
0

Bupati Kabupaten Agam, Indra Catri yang juga kini Kandidat calon Gubernur Sumbar mengakui saat ini pertahanan Pemerintahan Agam untuk menghadang corona berbasis Nagari mulai jebol. Dan tidak tertutup kemungkinan diperpanjangnya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Agam, Sumbar | Bupati Agam dua periode ini menyampaikan pada Media, terungkap salah seorang warga kota Payakumbuh, Junaidi (60) yang dinyatakan positif terpapar virus corona kemaren saat berada di rumah anaknya di Jorong Titih, Nagari Padang Tarok, Kabupaten Agam.

Junaidi (60) tercatat berdomisili di Kelurahan Nunang Daya Bangun, Kecamatan Payakumbuh Barat. Namun sejak ditinggal almarhumah istrinya beberapa tahun belakangan sekitar 2 atau 3 kali seminggu beliau pulang ke Padang Tarok dan menginap dirumah anaknya. Sampai dirumah anaknya biasanya sudah malam dan pagi-pagi sudah kembali lagi ke Payakumbuh.

Junaidi (60) dinyatakan positif terpapar virus Corona kemaren siang (Jumat) berdasarkan hasil Pemeriksaan Swab  yang diambil dan dikirim oleh Pemko Payakumbuh  ke Labor Unand Padang.

Mempelajari kondisi yang terus bergulir dan berkembang di tengah masyarakat, Indra Catri berpesan meminta agar seluruh jajarannya untuk  segera dan terus melakukan monitoring dan tracking terhadap pergerakan Junaidi dan keluarganya beberapa hari sebelumnya.

“Monitoring dan tuntaskan proses trackingnya. Kita tak mau  kecolongan dan ambil resiko. Setelah itu kita akan ambil tindakan-tindakan penanganan dan sekaligus memperlihatkan kepada masyarakat bahwa ancaman penyebaran virus corona itu sangat dahsyat, sangat nyata, sekaligus bisa dijadikan argumen untuk melanjutkan PSBB tahap II,” jelas Bupati.

Dikatakan lagi oleh orang nomor satu di Kabupaten Agam ini bahwa bahwa Junaidi sehari-hari berjualan rokok,  membawa ojek, dan sekali sekali menjadi sopir di kota Payakumbuh.

“Yang bersangkutan pernah kontak dengan salah seorang pasien positif di Payakumbuh  inisial HEM (pemilik toko sport ) di Payakumbuh,” katanya.

Berdasarkan hasil tracking dari HEM diatas, salah satunya ditemukan nama Junaidi, kemudian Junaidi diambil SWAB-nya oleh jajaran Pemko Payakumbuh  dan hasil labornya dinyatakan positif.

“Saat ini yang bersangkutan sudah dirawat di RSAM Bukittinggi bersama dua orang anaknya.  Sedangkan orang yang terkontak langsung lainnya dengan beliau sebanyak 4 orang  yakni kakak isteri, anak kakak istrinya, dan kakak laki-laki istrinya serta satu orang temannya  langsung di isolasi ditempat Karantina Badan Diklat Depdagri di Baso,” ungkapnya.

“Mudah-mudahan semuanya belum terpapar dan melakukan banyak kontak langsung dengan masyarakat disekitarnya. Kita sangat berharap rantai interaksinya di Agam belum terlalu panjang dan melebar ,” ujar Indra Catri. (des leo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here