Beranda Daerah Bupati Grobogan Diminta Batalkan Hasil Seleksi Perangkat Desa

Bupati Grobogan Diminta Batalkan Hasil Seleksi Perangkat Desa

57
0

Semarang, Jateng

Seleksi penjaringan perangkat desa di sejumlah pedesaan di Kabupaten Grobogan diminta untuk dibatalkan, karena tidak ada transparansi dan diduga ada permainan.

Dugaan permainan dalam seleksi itu membuat para calon perangkat desa yang gagal, beramai-ramai mendatangani petisi melalui change.org untuk membatalkan hasil seleksi.

Petisi dibuat salah satu perangkat Desa Telawah, Kecamatan Karangrayung, Chambali yang menyatakan, adanya kecurangan permainan uang secara masif dan terorganisir dalam penjaringan perangkat desa. Hal itu terjadi di seluruh desa di Kabupaten Grobogan.

Dalam petisinya dia menyatakan, calon perangkat desa terpilih adalah mereka yang bersedia membayar “mahar” sekitar Rp 200 juta hingga Rp 300 juta kepada kepala desa. Pembayaran uang itu terjadi sebelum dan sesudah proses seleksi.

Panitia perangkat desa menggunakan celah aturan dibolehkannya menyelenggarakan tes secara manual tertulis dengan kertas, atau tidak harus pakai CAT (computer assisted test) seperti calon aparatur sipil negara.

“Karena boleh dengan tes tertulis manual dengan kertas, hasilnya pun tidak langsung keluar. Pelaksanaan tes dilakukan serentak pukul 09.00 hingga pukul 11.00 WIB. Namun, hasil tes baru keluar malam hari, bahkan ada yang lebih dari pukul 20.00,” tulis Chambali.

Ia melanjutkan, jamak dijumpai mereka yang menempati peringkat pertama berdasarkan hasil tes tersebut adalah kerabat kepala desa sendiri atau kerabat panitia seleksi. Selain itu, banyak pula pendaftar di satu formasi yang ternyata suami istri atau masih saudara dari dua pendaftar. Padahal, sebenarnya banyak warga yang berminat menjadi perangkat desa.

Atas pertimbangan tersebut, Chambali, melalui petisinya, meminta Bupati Grobogan Sri Sumarni membatalkan hasil seleksi perangkat desa di seluruh desa di Kabupaten Grobogan, kecuali Desa Panunggalan karena memakai CAT yang telah digelar pada Senin (7/6/2021).

Sementara itu, Chambali menyatakan, saat ini ada tahapan pembatalan atau penundaan pelantikan perangkat desa karena adanya kesalahan penafsiran pasing grade.

“Ini menjadi kesempatan untuk sekalian saja, bilamana perlu pengisian perangkat desa dibatalkan tidak usah diadakan, karena jika diadakan dengan sistem yang diawal penuh setingan dan rekayasa, hasilnya akan sama saja,” tandasnya.

Untuk diketahui, tes penjaringan perangkat desa se-Kabupaten Grobogan dilakukan secara serentak pada Senin (7/6/2021) lalu.

Ujian digelar secara tertulis dengan jumlah soal pilihan ganda sebanyak 100 soal, yang terdiri dari Pancasila dan UUD 45, Bahasa Indonesia, Pemerintahan Daerah dan Pemerintahan Desa serta pengetahuan umum.

Pada pelaksanaanya berjalan dengan baik, namun pada saat pengumuman hasil, para peserta menilai terjadi kejanggalan.

Di mana, pengumuman hasil tes yang seharusnya bisa langsung diumumkan, namun baru diumukan pada malam harinya. Hal ini menurut para peserta sarat akan manipulasi dan permainan.

Daryanto salah satu calon perangkat desa dari Desa Pilangpayung Kecamatan Toroh, mengungkapkan, ujian berakhir pada pukul 11.30 WIB, namun baru diumumkan pada pukul 19.00 malam.

Hal ini menurut dia, sangat rawan akan adanya manipulasi. “Ujian selesai pukul 11.30, kemudian di lembar jawaban di bawa ke Hotel di Purwodadi baru dikoreksi, dan baru umumkan pada pukul 19.00 malam,” katanya.

Menurut dia, seharusnya hasil ujian bisa dikoreksi di lokasi ujian dan peserta bersama panitia bisa memantau dan menunggu di lokasi.

“Harusnya dikoreksi langsung di lokasi sehingga kita peserta bisa memantau, bukannya disuruh pulang,” tandasnya. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here