Beranda Daerah Bupati Sukabumi Pastikan Sterilisasi Di Wilayah Perbatasan Berjalan Lancar

Bupati Sukabumi Pastikan Sterilisasi Di Wilayah Perbatasan Berjalan Lancar

62

Dalam rangka pencegahan penyebaran virus Corona, Pemkab Sukabumi terus berupaya melakukan Sterilisasi di wilayah Perbatasan 

Sukabumi | Sterilisasi di daerah perbatasan Kabupaten Sukabumi terus dilakukan, ikhtiar dalam pengendalian dan pencegahan penyebaran Covid 19 ini dilakukan dibeberapa titik perbatasan, salah satunya di perbatasan Cicurug-Bogor.

Foto : Bupati Sukabumi H.Marwan Hamami saat monitoring, sterilisasi upaya pencegahan penyebaran Covid 19 di wilayah perbatasan Cicurug-Bogor

Penggunaan Bahan Penyemprotan Disinfektan untuk barang dan antispetik untuk orang terus dilalukan oleh petugas, fasilitas cuci tangan juga berjejer di Terminal Benda Cicurug sebagai lokasi sterilisasi,

Sejak pagi Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami terlihat memonitoring dua titik lokasi perbatasan secara langsung, dirinya bergerak memantau lokasi sterilisasi di Sukalarang dan Benda Cicurug, Minggu (5/4/2020).

Foto : Bupati Sukabumi saat memastikan proses sterilisasi di wilayah perbatasan Cicurug-Bogor berjalan lancar

Marwan Hamami menegaskan bahwa dua titik perbatasan Kab.Sukabumi merupakan titik yang mobilisasinya tinggi sementara untuk wilayah, dirinya sudah perintahkan perangkat daerah untuk melakukan sterilisasi termasuk di lingkungan warga, pesantren, Mesjid mesjid hingga sekolah,

Setiap petugas diberi pengetahuan tentang bagaimana cara dan teknis pelaksanaan penyemprotan oleh petugas dengan menggunakan SOP sesuai dengan standar kesehatan

“secara teknis pencegahan penyebaran covid 19 ini sudah jelas dan dilaksanakan secara epektif dan runtut, mulai dari penyemprotan dan mencuci tangan termasuk pengecekan suhu tubuh” jelasnya

Bupati meminta, semua kendaraan baik umum maupun pribadi akan di sterilkan terlebih dahulu sebelum masuk wilayah Kabupaten Sukabumi,

” terkait dengan pengecekan suhu tubuh, orang yang suhu tubuhnya tinggi akan di pantau dan didata untuk kemudian dilakukan tindakan dan penanganan lebih lanjut” jelasnya

Bupati juga menyampaikan bawah proses penyemprotan itu diupayakan selama 24 jam, Namun dalam kondisi cuaca hujan teknis penyemprotan diatur

” saat hujan misalnya, penyemprotan akan dihentikan sementara karena air hujan bisa menghilangkan manfaat disinfektannya, hujan juga bisa menghilangkan virus yang menempel di kendaraan bagian luar, karena itu dibagian dalam kendaraan kita menggunakan penyemprotan manual ” tambahnya

BACA JUGA :  BAGUNA DPD PDI Perjuangan Bantu APD Untuk Tenaga Medis di Dharmasraya

Marwan Hamami juga menerangkan bahwa Dua jenis cairan yang digunakan untuk pencegahan covid 19 mempunyai fungsi yang berbeda, Disinfektan berfungsi untuk membunuh mikroorganisme di benda mati sementara antiseptik berfungsi untuk membunuh mikroorganisme di permukaan kulit.

Komentar Facebook