Beranda Polres Cek Kesiapan Personil, Kapolresta Makassar Sidak Dini Hari, Panjat Pagar Polsek Tamalanrea

Cek Kesiapan Personil, Kapolresta Makassar Sidak Dini Hari, Panjat Pagar Polsek Tamalanrea

54
0

Makassar, bhayangkarautama.com

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Budhi Haryanto melakukan inspeksi mendadak atau sidak di Polsek Tamalanrea, Minggu (23/10/2022) dini hari yang lalu.

Orang nomor satu di jajaran Polrestabes Makassar itu tiba di Polsek sekitar pukul 02.45 Wita tanpa mengenakan seragam dinas.

Sebelum memasuki Markas Polsek, Kombes Pol Budhi berjalan mengelilingi area luar pagar.

Ia memantau kondisi keamanan pagar yang tampak dikelilingi kawat berduri di bagian atas pagar.

Setelah itu, Kombes Pol. Budhi Haryanto berjalan ke depan lalu memanjati pagar depan yang tingginya sekitar satu meter.

Kombes Pol. Budhi Haryanto melakukan itu untuk mengecek ketinggian pagar depan yang menurutnya amat mudah dipanjati ketika terdapat seseorang yang berniat jahat.
Melihat aksi Kombes Pol. Budhi Haryanto, personil piket Polsek Tamalanrea pun berlari menyampaikan ke personil lain terkait kehadiran perwira tiga melati itu.

“Yang piket jaga berapa orang, pawasnya mana,” tanya Kombes Pol. Budhi Haryanto ke personil yang didapati berjaga.

Personil lainnya yang sebelumnya mengenakan kaos dalam sontak kelabakan mengenakan seragam dinas.

Dalam sidak itu, Kombes Pol Budhi Haryanto mendapati enam personil yang berjaga termasuk seorang pawas (perwira pengawas).

Ia pun memanggil personil yang piket dam meminta salah satunya mengambil buku serta pulpen.

Lantas memberikan pengarahan dan meminta arahannya untuk dicatat.

“Catat, pertama anggota monitor pagar depan agar diperkuat,” ucap Kombes Pol. Budhi Haryanto kepada anggota piket yang ditugasi mencatat.

“Yang kedua, upayakan malam Sabtu dan malam Minggu, agar membuat kegiatan di Mako Polsek mulai jam 11 sampai jam 4 subuh,” ujarnya.

Kegiatannya lanjut Budhi harus melibatkan masyarakat sekitar Polsek untuk turut bergabung.

Kegiatan itu bisa berupa main catur, gaplek atau domino dan lain-lain yang dapat membuat masyarakat lebih berbaur dengan personil Polsek Tamalanrea.

Pada momen sidak itu, Kapolsek Tamalanrea Kompol Saharuddin tidak terlihat berada di lokasi.

Aksi yang sama dilakukan Kombes Pol. Budhi di Mapolsek Biringkanaya.

Sebelumnya diberitakan, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Budhi Haryanto melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Polsek Biringkanaya, Minggu (23/10/2022) dini hari.

Tepatnya pukul 01.49 Wita, Kombes Pol. Budhi Haryanto hadir tanpa seragam dinas dan pengawalan.

Sontak kehadiran orang nomor satu di jajaran Polrestabes Makassar itu, pun membuat petugas piket jaga kaget dan kelabakan.

Pantauan di lokasi, Kombes Pol Budhi Haryanto hanya mendapati dua personil yang berjaga di SPKT.

“Yang jaga berapa orang?” tanya Kombes Budhi ke petugas yang berjaga.

“Siap Ndan, dua orang,” sahut personil piket yang hanya kaos dalam Polri.

Kombes Pol Budhi pun mencari Kapolsek Biringkanaya Kompol Andi Alimuddin.

“Pak Kapolsek mana?,” tanya Budhi kembali. “Tidur di dalam ruangan,” jawab personil yang didapati Kombes Budhi.

Andi Alimuddin yang tertidur dalam ruang kerjanya pun diminta untuk dibangunkan. “Bangunkan,” ucap Budhi.

Kompol Alimuddin pun keluar dari dalam ruangan hanya mengenakan kaos olahraga biru kehijauan.

Raut wajahnya terlihat baru terbangun dari tidur dan terlihat sedikit panik.

“Pak Kapolsek sini,” panggil Budhi yang berada di luar Makopolsek sembari memantau pagar yang menurutnya rendah.

“Pak Kapolsek, ini pagarnya sangat rendah ini. Orang yang ada niat jahat gampang masuk loncatin ini,” kata Kombes Pol Budhi. “Siap Ndan,” sahut Kompol Andi Alimuddin.

Disusul Kanit Reskrim Polsek Biringkanaya Iptu Sangkala yang sigap menghampiri Kombes Budhi.

Setelah itu, Kombes Budhi menanyakan jumlah personil yang piket ke Kompol Andi Alimuddin.

Lalu menyoroti soal pagar, Kombes Pol. Budhi Haryanto juga menyoroti lampu penerangan.

“Harus ada lampu tembak ini pak Kapolsek, masing-masing di sudut, biar pemantauannya bagus,” perintah Budhi.

Dalam sidak itu, Kombes Pol. Budhi meminta Kompol Andi Alimuddin agar lebih dekat dan terbuka kepada masyarakat.

“Bisa tidak pak Kapolsek, masyarakat nongkrong-nongkrong di sini. Kalau bisa, adalah masyarakat sekitar 10 orang hadir juga di Polsek tiap malam agar lebih dekat lagi,” imbuhnya.

Kapolres Makassar Kombes Pol. Budhi Haryanto juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kantor Polsek Mangala, Rappocini dan Tamalate untuk mengecek secara langsung kesiapan petugas dalam memberikan pelayanan dan pengayoman kepada masyarakat serta kesiapsiagaan saat terjadi kebakaran.

“Sidak ini ke jajaran Polsek untuk mengecek kesiapan anggota melayani masyarakat dalam hal kamtibmas. Kita kuatkan supaya situasi Kota Makassar tetap terjaga kondusifitasnya dan masyarakat bisa tenang,” ujar Kapolres di Polsek Rappocini Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (30/10/2022).

Dalam sidak itu, ada beberapa pesan disampaikan seperti pengecekan penggunaan Alat Pemadam Kebakaran (APAR) di Polsek, sebab sering terjadi peristiwa kebakaran dan tidak menutup kemungkinan bisa terjadi di Polsek apalagi ada tahanan di dalam.

“Di situ saya melihat ada kerawanan sehingga perlu saya ingatkan ke Polsek supaya tahu apa dilakukan terutama yang tidak bisa diganti yaitu nyawa. Disini ada titipan tahanan, itu yang kita utamakan. Makanya dicek dimana kunci sel tahanan agar memudahkan jika terjadi hal tidak diinginkan,” katanya.

Hal kedua, kata dia, menekankan kepada tahanan agar selalu menjaga kesehatan supaya tidak sakit dan merenungi kesalahannya agar setelah keluar dari masa pembinaan akan menjadi masyarakat yang baik.

Hal ketiga dan paling utama adalah bagaimana penyidik selalu mengedepankan sisi kemanusiaan saat menangani perkara, mengingat ada upaya restoratif justice batiniyah atau cara kemanusiaan dari hati ke hati yang dia terapkan di seluruh jajaran Polsek saat ini.
“Disini saya memulai bahwa penyidik harus mau melihat latar belakang terjadinya suatu pidana. Sehingga kita bisa lihat sisi penegakan hukum kemanusiaan. Tidak semua pelanggaran hukum diselesaikan di penjara,” tuturnya.

“Dan apabila yang melatarbelakangi itu bisa kita benahi, ya tidak ada salahnya polisi mengambil langkah menjembatani sehingga terjadi restoratif justice,” tambahnya.

Sedangkan untuk kriteria pemberian restoratif justice batiniyah kepada pelaku kejahatan, tambah Budhi, tentunya pertama bukan residivis, baru pertama kali melakukan dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya, serta masalah ekonomi yang bersangkutan.

“Tapi kalau motivasi tindak kriminal yang dia lakukan meresahkan masyarakat, dan tidak ada kaitan dengan desakan ekonomi, wajib hukumnya kita tidak tegas,” paparnya.

Sejauh ini restoratif justice batiniyah sudah diterapkan pada beberapa perkara, seperti puluhan pelaku anak di bawah umur dan pemuda ikut tawuran dan geng motor termasuk pelaku pencurian yang terhimpit masalah ekonomi telah dibebaskan bersyarat.

Pihaknya juga melibatkan masyarakat mitra Polri untuk meramaikan kantor Polsek di jajaran 14 Polsek tersebar di Kota Makassar terutama saat malam akhir pekan Sabtu dan Minggu serta turun ke tiap pemukiman warga dengan mengedukasi warga tidak berbuat tindakan kriminal.

Gagal Daftar Marinir dan AU, Malah Diterima di Akpol

Kombes Pol. Budhi Haryanto menyebut dirinya pernah gagal saat mendaftar di tamtama marinir dan juga angkatan udara (AU).

“Saya dulu daftar tamtama marinir saya gagal di psikotes. Kemudian saya daftar angkatan udara juga gagal,” terangnya.

Dia menyebut dirinya layaknya seperti orang biasa yang pernah gagal ketika mendaftar di suatu tempat.
Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat dia untuk terus berusaha menjadi orang yang sukses.

Dia menyebut ketika dirinya gagal saat mendaftar di marinir dan AU, orangtuanya memberikan semangat untuk terus berusaha termasuk menyarankannya buat mendaftar di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) saat itu.

Awalnya, dia tidak yakin karena disebut berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja. Tetapi, dengan pegangan dorongan dari ibu, dia memberanikan diri untuk mendaftar.

“Saya bilang, kita ini orang tidak punya bu. Bagaimana mau daftar AKABRI. Tapi karena saya yakin, ada doa dari nasihat ibu saya, maka saya cobalah untuk daftar,” terangnya.

Alhasil, berkat doa dari sang ibu dan keberanian dirinya untuk mendaftar, dia mampu masuk menjadi taruna Akademi Kepolisian (AKPOL) di tahun 1996.

“Kita tidak pernah tahu rezeki. Coba saya lulus di angkatan udara, mungkin saya sudah meninggal karena kecelakaan pesawat,” pungkasnya.

Polisi berpangkat tiga bunga tersebut mengatakan, dia terlahir dari keluarga yang biasa-biasa saja.

Ibunya disebut berjualan nasi iwak manuk (nasi ayam) buat menambah penghasilan keluarga mereka.

Lanjutnya, dia juga mengatakan bapaknya bukanlah orang yang terpandang. Disampaikan bapaknya sebagai asisten pribadi Pangdam.

Diketahui, sebelum dia menjabat sebagai Kapolrestabes Makassar, dirinya telah ditempatkan di berbagai tempat yang terbilang strategis.

Kemudian, Kombes Pol. Budhi Haryanto juga merupakan perwira berlatar belakang pasukan elit Polri, Brimob, dan pernah menjabat sebagai Kasubdit V Dittipidter Bareskrim Polri. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here