Beranda Daerah Dana Hibah Pemprov Jatim Di Pasuruan Diduga “Disunat”

Dana Hibah Pemprov Jatim Di Pasuruan Diduga “Disunat”

20
0

Pasuruan, Jatim

Bantuan hibah yang dikucurkan Pemprov Jatim pada Tahun 2019 menuaikan masalah. Salah satu, terjadi di wilayah Kabupaten Pasuruan. Dana hibah yang sejatinya diperuntukan pembangunan lembaga pendidikan, tempat peribadatan, dan kegiatan untuk kelompok masyarakat, dan lain-lain ini diduga disunat. Parahnya lagi, ada indikasi broker yang bermain dana tersebut.

Salah satu penerima Dana Hibah Provinsi Jawar Timur Tahun Anggaran 2019 yakni Yayasan Pendidikan Miftahul Huda Dayurejo, terletak di Jl. Palang -Tretes Rt. 006 Rw. 002 Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen. Yayasan ini menerima dua kali dana hibah Pemprov Jatim berturut-turut, yaitu pada Tahun 2019 dan 2020.

“Iya benar mas yayasan kami menerima bantuan hibah dari Pemprov jatim Rp 250 juta bukan Rp 400 juta,” kata Kamilluddin selaku Ketua Panitia Yayasan pada awak media, Rabu (21/4/2021) via telpon selulernya, dalam aturannya kok bisa dalam satu yayasan menerima dana hibah berturut-turut.

Bantuan hibah Pemprov Jatim, jelas Kamilluddin, mendapat bantuan dua kali MTS dapat Rp 250 juta dibuat bangun dua ruangan. Sedangkan tahun 2020 MI mendapat Rp 200 juta. “Jadi totalnya yang diterima Yayasan kami Rp 450 juta,” akunya.
Untuk mendapatkan bantuan hibah tersebut, pihaknya mengajukan proposal ke Pemprov Jatim. Disinggung apakah ada yang mengawal agar proposal yang diajukan lolos. “Kami tidak mengetahui pasti untuk prosesnya,” imbuhnya.

Senada juga diungkapkan Saifudin, Kepala Sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTS) Miftahul Huda, bawah tahun 2019 mendapat bantuan Dana Hibah Dari Provinsi sebesar Rp 250 Juta bukan 400 juta.

“Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan tambahan ruangan Kelas MTS,” ujar Saifudin.

Sebelum menerima dana hibah sambungnya, pihak-pihak yang mendapat bantuan dibekali diklat oleh Pemprov Jatim yang digelar di kawasan Malang.

Informasinya dugaan adanya broker dana hibah Pemprov Jatim bermain mulai tercium. Bahkan, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mencium adanya dugaan broker yang bermain di dana hibah.

Bahkan, mantan Menteri Sosial itu telah menugaskan tim untuk mencari tahu tentang pemain dana hibah yang dimaksud. (drg. H. Ang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here