Beranda TNI Danlanud MUS Dan Dansatrad 233 Survey Bandar Udara Rembele Bener Meriah

Danlanud MUS Dan Dansatrad 233 Survey Bandar Udara Rembele Bener Meriah

220
0
RSUD Tobelo

Sabang, Aceh

Sebelum roda pesawat komersil (pesawat sipil) menginjakkan kembali rodanya di Bandara Udara Maimun Saleh Sabang, Komandan Lanud MUS, Letkol Pnb. Dariyanto bersama Komandan Satrad 233, Letkol Lek Firmasyah, melakukan kunjungan ke Bandar Udara Rembele, Bener Meriah Provinsi Aceh, atau yang lebih dikenal dengan Bandar Udara Simpang Tiga Redelog, Minggu (01/11/2020).

Bandar udara Rembele terletak di Gampoeng Bale, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh. Pada kunjungan tersebut, Danlanud Maimun Saleh, Letkol Pnb. Dariyanto bersama Dansatrad 233 Sabang, Letkol Lek Firmansyah, serta turut ikut Kepala UPBU Maimun Saleh, Ir. Yan Budiarto, Kepala BMKG, Siswanto, perwakilan BPKS, Azwar dan Kabandara Rambele, Faisal.

“Benar saya bersama Dansatrad 233 serta rekan-rekan dari Sabang mengunjungi Bandara Rembele, Bener Meriah, tujuan untuk mengetahui secara langsung perkembangan dan suasana Bandar Udara Rembele dalam Pandemi Covid-19”, kata Danlanud, MInggu (01/11/2020) di Sabang.
Letkol Dariyanto menjelaskan, kunjungan ini juga sekaligus sebagai studi banding dengan Bandar Udara Rembele yang berada di daerah Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh, dimana Bandar Udara ini telah dibangun pada tahun 2000 dan mulai beroperasi sejak tahun 2004 dan telah dilaksanakan pengembangan pembangunan serta telah diresmikan oleh presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo.

“Selain itu juga, kedatangan kami ke daratan tinggi Gayo mempunyai tujuan jangka panjang ke depan, yang mana akan dikembangkan penerbangan perintis, terutama untuk penerbangan kargo”, papar Dariyanto.

Hal ini tentunya akan dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan ekonomi daerah Aceh, khususnya daerah daratan tinggi, Bener Meriah dan sekitarnya. Konon lagi, Sabang dibawah pengelolaan Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), memiliki pelabuhan Internasional yang bisa dipergunakan untuk kegiatan bisnis kelas dunia.

“Karena Kota Sabang sendiri merupakan kawasan pelabuhan yang menjadi pintu perputaran ekspor import barang, termasuk komoditi yang ada di Aceh, khususnya dari daratan tinggi Gayo. Sehingga, kedua daerah ini sangat membutuhkan alat transportasi udara untuk memasarkan hasil bumi, seperti kopi berkualitas yang ada disini, sedangkan Sabang sebagai daerah penghasil ikanyang melimpah ruah”, jelasnya.

“Oleh karenanya, kita berharap kedepannya Bandar Udara Rembele yang nantinya akan dilaksanakan perpanjangan landasan, setelah selesai bisa lebih ramai, direncanakan untuk penerbangan kargo dan Bandara Maimun Saleh Sabang direncanakan dibuka kembali, maskapai penerbangan bisa berjalan dengan lancar dan bisa setara”, harapnya.

“Syukur Alhamdulilah, nanti kedepannya apabila Bandar Udara Maimun Saleh sudah mulai aktif kita bisa rencanakan untuk penerbangan kargo seperti Bandara Rembele , karena kita ketahui bersama Sabang sangat kaya dengan hasil lautnya, tidak mungkin tidak akan berhasil, pasti akan berhasil apabila kita semua satu tujuan dan bersinergi, mudah-mudahan Bandar Udara Maimun Saleh dapat berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan bersama”, imbuhnya. (Jalaluddin Zky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here