Beranda Daerah Di Nonjobkan Dari Jabatan Sekda Ciamis, Ini Respon Drs H. Asep Sudarman,...

Di Nonjobkan Dari Jabatan Sekda Ciamis, Ini Respon Drs H. Asep Sudarman, Mpd

808
0
Selamat Hari Jadi Kabupaten Sukabumi Yang Ke -151

Momentum 12 Juni merupakan hari bersejarah bagi seluruh masyarakat kabupaten Ciamis dalam mensyukuri nikmat yang diberikan Sang Pencipta, Allah SWT, dimana pada hari tersebut Kabupaten Ciamis merayakannya di usia yang ke 378 Tahun, Jumat (12/06/2020).

Saya kan ketua Majelis Penegakan Kode Etik ASN, jadi saya sangat tau, ini kan baru diperiksa, kalau sudah menjadi dugaan pelanggaran baru boleh dinonjobkan. “Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Drs H. Asep Sudarman Mpd”

Ciamis, Jabar | Namun lain hal nya yang dialami Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis, Drs H. Asep Sudarman Mpd, yang mendapatkan kado dinonjob kan dari jabatannya. Hal tersebut berdasarkan ditetapkannya surat Keputusan Bupati (Kepbup) nomor 800/594/BKPSDM.3/2020 tentang Pembebasan Sementara Dari Tugas Jabatan PNS Kabupaten Ciamis Atas Nama Drs. Asep Sudarman Mpd.

Dalam isi pertimbangannya, berdasarkan pemeriksaan oleh Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya pada tanggal 8 Juni 2020, di ruang kerja Bupati bahwa Asep Sudarman diduga telah melanggar disiplin kerja ASN sesuai ketentuan pasal 10 dan/atau pasal 13 Peraturan Pemerintah nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri sipil.

Ditemui dikediamannya oleh para awak media, Sekda Kabupaten Ciamis, Asep Sudarman membenarkan telah menerima surat non aktip sebagai Sekda Ciamis terhitung 12 Juni 2020, Sabtu (13/06/2020).

“Ini adalah kado untuk saya, bertepatan pada hari jadi Kabupaten Ciamis ke- 378. Saya menerima surat itu pada hari Jumat (12/6/2020) jam 20.00 malam,” tuturnya.

Asep menilai putusan itu harus dibuktikan terlebih dahulu secara hukum, pelanggaran berat atau disiplin apa yang dilakukannya.

“Iya, saya menerima putusan itu dari atasan.Tapi pelanggaran berat yang dimaksud kan baru terindikasi. Silahkan tanya ke sana (Bupati Ciamis) apa buktinya,” tegasnya.

Asep mengatakan keputusan Bupati Ciamis terlalu terburu-buru, tanpa membuktikan dahulu dugaan pelanggaran yang ia lakukan.

“Saya kan ketua Majelis Penegakan Kode Etik ASN, jadi saya sangat tau, ini kan baru diperiksa, kalau sudah menjadi dugaan pelanggaran baru boleh dinonjobkan,” herannya.

Kendati demikian sebagai aparatur negeri sipil ia menerima atas putusan tersebut, “namun sebaiknya di buktikan dulu bentuk pelanggarannya,” singkatnya.

Di hubungi secara terpisah oleh media ini melalui sambungan WhatsApp Kepala Bidang Bangrir dan Mutasi BKPSDM Kab. Ciamis, Kusdinar mengatakan Ia tidak bisa memberikan penjelasan lebih detail terkait pelanggarannya.

“Hanya pemeriksa dan terperiksa yang mengetahuinya. Karena tidak punya wewenang untuk menjelaskan terkait jenis pelanggarannya karena sesuai dengan ketentuan bersifat rahasia,” singkatnya. (Muhamad Rifa’i)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here