Beranda Daerah Di Sukabumi : Legislator Gerindra Bersama BI, Dongkrak Perekonomian di Kalangan Wirausaha...

Di Sukabumi : Legislator Gerindra Bersama BI, Dongkrak Perekonomian di Kalangan Wirausaha Pemula

93
0

Anggota DPR RI Heri Gunawan, gandeng Bank Indonesia (BI), untuk tingkatkan kemampuan ratusan Pelaku Ekonomi yang tergabung dalam Ratusan Wirausaha Pemula (WP) di Sukabumi.

Sukabumi | Kegiatan ekonomi yang digagas Legislator besutan Prabowo Subianto, dengan menghadirkan Bank Indonesia, di Hotel Horison, Kota Sukabumi, Jumat (31/01/20) kemarin.

“Saat ini pertumbuhan ekonomi di Indonesia, masih menunjukkan diangka 5.02% dengan ditopang pertumbuhan agregat daerah. Pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat 5.14% dan Sukabumi diangka rata-rata 5.5%,” ujar Heri Gunawan.

Heri menegaskan, jika pemerintah ingin menggenjot pertumbuhan ekonomi lebih meningkat, harus memberikan menyertakan komponen UMKM secara gabungan.

“Skala kegiatan ekonomi UMKM di Indonesia, sangat memberikan kontribusi sebesar Rp 7.705 triliyun atau sekitar 55,6% terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Sumbangsih UMKM bahkan berperan langsung secara strategis dan memberi peningkatan cukup signifikan dalam penyerapan tenaga kerja hingga 97,05% (116,63 Juta Jiwa)” jelas Anggota DPR RI Komisi XI Hergun, sapaan akrabnya.

Menurut Hergun, keberadaan para UMKM harus berperan aktif dalam pertumbuhan ekonomi itu sendiri. Para UMKM harus diberi porsi yang bisa menopang perekonomian. Kehadiran para pelaku UMKM, tentunya merupakan bagian terpenting dalam perekonomian di Indonesia. Pasalnya, UMKM salah satu penggerak terbesar di Indonesia.

“Meski perbandingan jumlah unit usaha besar tercatat +/-10.000 kali lebih sedikit dari jumlah unit sektor usaha UMKM yang sebesar 99,99% (62,9 Juta unit), jumlah diatas dari total keseluruhan pelaku usaha di Indonesia.

“Berdasarkan data UMKM di Indonesia, bentuk piramida kelas unit usaha komposisinya, dirasakan masih kurang proforsional, ketimpangan dan jauhnya perbedaan dimana jumlah unit usaha mikro 62,1 juta unit. Usaha kecil dengan 757 ribu unit, dan usaha menengah dengan 58 ribu unit serta usaha besar yang hanya 5 ribu unit saja,” ungkap Hergun.

Dari hasil simulasi pada Kementerian Koperasi dan UMKM, Hergun membeberkan, setiap kenaikan kelas unit usaha sektor UMKM sebesar 2,5%, itu dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi domestik hingga diangka Rp 468 Trilyun.

“Dampak besar dari kenaikan skala ekonomi, diasumsikan oleh Pemerintah dapat dilakukan dengan cara korporatisasi UMKM. Dimana, dengan menaikkan kelas-kelas yang ada di sektor UMKM hingga akhirnya menjadi bentuk usaha berbadan hukum,” kata Hergun, yang juga sebagai Ketua DPP Partai Gerindra.

Melihat pelaku usaha mikro di Sukabumi, tercatat sebanyak 21.004 ribu pengusaha kecil, 2.737 dan usaha menengah sebanyak 418 unit. Dengan kendala utama para UMKM saat ini adalah, kurangnya akses ke lembaga keuangan, pasar yang makin sulit. Sehingga, perlu peranan penting dan langkah nyata, kepada keberpihakan stakeholder yang ada di Sukabumi terhadap para UMKM tersebut.

“Diharapkan dengan ditopang partisipasi dari seluruh stakeholder yang ada. Melalui pengembangan UMKM dengan menitik beratkan pada kluster pembangunan ekonomi kerakyatan, mandiri dan berkepribadian, Bisa mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi di Sukabumi dan tentunya menggerakkan roda perekonomian Indonesia kearah kemajuan,” kata Hergun.

Ditempat yang sama, Direktur Eksekutif Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko mengatakan, program WP merupakan kesempatan luar biasa yang harus dimanfaatkan. BI terus membantu UMKM hingga ke tingkat daerah seperti halnya atas dorongan DPRRI Heri Gunawan di Sukabumi.

“Niat kami (BI) untuk berusaha dan bekerja keras, untuk memberikan keterampilan berusaha di bidang tertentu, semua itu harus terus didorong dan dikawal bersama, kami hadir disini untuk membantu para pelaku UMKM di Sukabumi,” tandas dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here