Beranda Daerah Dibalik Persoalan Pilkades, Ada Oknum Anggota DPRD Yang Bermain

Dibalik Persoalan Pilkades, Ada Oknum Anggota DPRD Yang Bermain

681
0
RSUD Tobelo

Ende, NTT

Merujuk Surat Panitia Pemilihan Kepala Desa Niopanda Kecamatan Kota Baru dan salah satu tembusannya kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Ende, yang substansinya menyampaikan hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak gelombang ke – 2 di Desa Niopanda tersebut, bahwa berdasarkan ketentuan pasal 67 ayat (2) Peraturan Bupati Ende Nomor 39 Tahun 2019, selambat – lambatnya 7 (tujuh) hari setelah menerima laporan dari Panitia Pemilihan, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) membuat Keputusan tentang Penetapan Calon Kepala Desa terpilih dan laporan hasil Pemilihan Kepala Desa yang dituangkan dalam Berita Acara Pemilihan Kepala Desa, dan dilaporkan kepada Bupati melalui Camat dengan tembusan Kepala Desa atau Penjabat ( Pj ) Kepala Desa.

Namun hingga saat ini, BPD Desa Niopanda belum menyampaikan laporan kepada Bupati terkait hasil Pemilihan Kepala Desa gelombang ke – 2 di desa Niopanda, yang mengakibatkan belum dilantiknya Kepala Desa terpilih.

Penelusuran media ini, polemik hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Niopanda, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur tersebut dipermasalahkan, lantaran ada oknum DPRD Kabupaten Ende yang bermain. Pasalnya, sejak setahun sudah penyelenggaraan Pilkades, yakni tanggal 02 Desember 2019 silam, hingga berita ini diturunkan BPD dan panitia penyelenggara belum menetapkan Berita Acara karena diintervensi oleh oknum anggota DPRD Kabupaten Ende dari Dapil lll, Kecamatan Kota Baru tersebut.

Bahkan oknum anggota Dewan tersebut sampai mengatakan, “Kalau Kepala Desa terpilih tersebut dilantik, robek ijasah saya,” ungkap oknum Dewan tersebut yang disampaikan oleh salah seorang sumber kepada media ini.

Data yang dihimpun media ini menyebutkan, ada 3 (tiga) calon Kepala Desa yang mengikuti Pilkades tersebut diantaranya, calon nomor urut 1, Agustinus Dontje Kaki, memperoleh 102 suara, calon nomor urut 2, Maximus Kebhi, meraih 160 suara dan Emanuel Misa mendapatkan suara 108 suara dari total pemilih 370 pemilih.

Dan hingga berita ini diturunkan, BPD belum membuat keputusan tentang penetapan calon kepala desa terpilih karena memang ketua BPDnya adalah ayah kandung dari oknum Dewan tersebut.

Kepala Desa Terpilih, Maximus Kebhi, saat diwawancarai media ini mengatakan, pihaknya bersama keluarga besar dan timnya menginginkan agar hasil pemilihan Kepala Desa tersebut segera ditetapkan dan dilantik. Bahkan dirinya sempat dipanggil oleh Kepala Kesbangpolinmas Kabupaten Ende, Gabriel Dalla, dan menawarkan solusi dan meminta agar dilakukan pemilihan ulang Kepala Desa tersebut, namun dirinya bersama keluarga besarnya dan timnya tetap tidak terima kalau Pilkades ulang, karena tidak ada persoalan ataupun permasalahan dalam Pilkades yang lalu. “Mengapa sampai terjadi seperti ini, dan ini ada apa sebenarnya,” keluh Maximus Kebhi.

Anggota DPRD Kabupaten Ende dari Dapil lll Kecamatan Kota Baru lainnya, Baltasar Sayetua, ketika diwawancarai media ini terkait dengan polemik yang tengah terjadi di Desa Niopanda menegaskan, BPD segera membuat Berita Acara hasil Pilkades tersebut untuk dikirim ke Bupati melalui Camat Kota Baru, untuk segera ditetapkan dan dilantik bersama dengan Kepala Desa lainnya yang baru dilakukan pemilihan beberapa hari yang lalu.

Dikatakan Baltasar, justru Camat Kota Baru yang mengangkangi surat dari DPMD Kabupaten Ende. Surat tersebut isinya meminta BPD Desa Niopanda segera menetapkan hasil pemilihan dan calon terpilih melalui Berita Acara untuk segera dikirim ke Bupati Ende. Namun Camat Kota Baru, Gregorius M. Ade, mengirim hasil voting dari BPD Desa Niopanda yang menolak penetapan Calon Kepala Desa Terpilih. Tidak ada persoalan dalam Pilkades yang lalu dan tidak ada sengketa Pilkades, tetapi persoalan ini dimainkan sendiri oleh putra asli Desa Niopanda.

“Dan untuk diketahui bahwa di Peraturan Daerah (Perda) maupun di Peraturan Bupati ( Perbup ) tidak ada yang namanya proses pilkades ulang,” tegas Baltasar.

Kalau pada pertemuan Kadis PMD, BPD dengan Bupati, Kepala DPMD, Albert Yani mengatakan kepada Bupati bahwa remot ini ada di Ende. “Yah, Saya tahu itu paling saya dengan Vinsen Sangu. Saya tahu persoalan ini dimainkan sendiri oleh putra daerah Niopanda. Bagi saya, Pemerintah segera ambil langkah yang tidak bertentangan dengan regulasi sehingga tidak mengorban warga masyarakat Niopanda,” pungkasnya.

Sementara, anggota DPRD Kabupaten Ende, Vinsen Sangu, yang disebut – sebut sebagai oknum yang bermain dengan hasil Pilkades tersebut saat dihubungi media ini melalui telepon selulernya, berulangkali tidak diangkat dan WA pun tidak dibalas, hingga 2 (dua) hari wartawan media ini menunggu di gedung DPRD Kabupaten Ende untuk mewawancarainya, namun yang bersangkutan tidak ada dikantor. (Damianus Manans)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here