Beranda Sorot Diduga Ada “Bandit” Permainkan Dana Covid-19 : “DPRK Sabang Diminta Tidak Tutup...

Diduga Ada “Bandit” Permainkan Dana Covid-19 : “DPRK Sabang Diminta Tidak Tutup Mata”

614
0

Anggaran penanganan pencegahan Covid-19 Kota Sabang berdampak signifikan bagi pembangunan, sosial dan ekonomi rakyat, akan tetapi Fraksi Partai Nasional (Parnas) Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Sabang, sesungguhnya tidak mengetahui persis bagaimana dan dengan tata cara apa pengelolaannya.

Sabang, Aceh | “Kami dari Parnas tidak tau persis bagaimana dan cara apa dalam pengelolaan anggaran Covid-19, semua itu mungkin Ketua DPRK Sabang, yang tau dan paham dalam penggunaan uang pemulihan ekonomi dan pencegahan virus Corona”, demikian disampaikan Ketua Fraksi Partai Nasional DPRK Sabang, Darmawan,SE atau yang kerap disapa Raja, Sabtu (26/09/20).

Menurut Raja, pimpinan DPRK Sabang lebih tahu tentang anggaran diperubahan terutama bagi anggaran untuk kebutuhan Covid-19 dan pembangunan fisik termasuk dana hibah. Sehingga, ada kesan seolah-olah DPRK Sabang ini ibarat stempel setelah semua kegiatan dibuat eksekutif kemudian dibawa ke DPRK untuk di stempel.

Ketua Fraksi Parnas DPRK Sabang, Darmawan, SE

Maka tambah Raja, kami menilai bahwa pemotongan anggaran Covid-19 sesungguhnya sangat tidak rasional. Pun begitu kami tidak bisa berbuat banyak, karena suara kami dari Parnas kalah dari suara Parlok, namun perlu diingat bahwasanya ada pertanggungjawaban pada tahun 2021.

“Kami dari Fraksi Parnas ini se-umpama ekor cecak meskipun sudah putus namun tetap bergerak. Oleh karenanya, kami berharap tidak dijadikan penonton dalam penggunaan angaran Covid-19 yang nilainya mencapai Rp.15 miliar lebih”, ungkapnya.

“Kami berharap dalam penggunaan anggaran Civid-19 tidak perlu ditutupi dan harus dipublikasi, agar masyarakat tidak curiga dan penyalurannya dalam rangka transparansi publik. Kemudian, Humas selaku corong pemerintah tidak berpangku tangan, fungsikan tugas pokoknya dalam mempubliksi kerja pemerintah,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Juang Aceh (KJA) Kota Sabang, Syukri atau yang lebih dikenal T Bayu menambahkan, DPRK Sabang diminta jangan buang badan terkait dana Covid 19 yg nilainya mencapai Rp.29 miliar lebih, sesuai Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Mentri Keuangan Republik Indonesia Nomor 119/2813/SJ dan nomor 117/KMK.07/2020 Tentang Percepatan Penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2020.

Ketua KJA Sabang, Syukri alias T Bayu

Hal itu dalam rangka penanganan virus Corona dan peraturan walikota Sabang yang sudah dikeluarkan sebanyak 5 oleh TAPK yang terakhir dengan penjabaran perubahan anggaran pendapatan dan belanja Kota Sabang Nomor 8 tanggal 24 April 2020.

KJA Kota Sabang meminta kepada DPRK Sabang, agar tidak terkesan membuang badan dalam mengontrol dana Covid 19 tahun 2020, karena masyarakat bertanya-tanya kegunaan dana sebesar itu apa saja, kemana, dan apa yang telah dibelanjakan.

Mengingat keputusan dua Menteri tadi jelas bahwasanya penyesuaian target pendapatan daerah dan rasionalisasi belaja daerah dilakukan dengan terlebih dahulu adanya perubahan peraturan kepala daerah tentang penjabaran APBK Sabang tahun 2020.

“Dengan pemberitahuan kepada pimpinan DPRK untuk selanjutnya dituang dalam peraturan daerah tentang perubahan APBK 2020 kegunaan dana Covid 19 sebesar 29 miliar lebih yang digunakan mulai dari pencegahan, penanganan,serta pengadaan barang dan jasa yang terkait dalam penaggulangan Covid 19 di Kota Sabang.,” tandas T Bayu.

Dijelaskan, “hasil dari refocusing anggaran belanja langsung dikabarkan ada sekitar Rp.12,2 miliar kemudian dari realokasi APBK Belanja Tidak Terduga (BTT) juga dikabarkan ada sekitar Rp.15,9 miliar begitu juga dengan anggaran bantuan sosial yang memang tersedia dalam APBK tahun 2020 sebesar Rp.500 juta dan anggaran tidak terduga yang sudah tersalurkan sebesar Rp.600 juta.,” jelasnya.

Oleh karena itu lanjutnya, KJA Kota Sabang meminta kepada pemerintah daerah, agar masyarakat tidak menilai yang bukan-bukan sebaiknya dikedepankan transparansi publik, kiranya kegunaan dana yang nilainya Rp.29 miliar lebih itu apa saja yang telah dibelanjakan oleh pemerintah daerah dapat dipublikasikan secara rinci.

“Jika dana realita atau refocusing tersebut sesuai dengan peraturan menurut hemat saya pejabat terkait tidak perlu takut untuk mempublikasikan, artinya anggota dewan tidak dinilai oleh masyarakat terkesan buang badan”, imbuhnya.

“Pun demikian kami atas nama KJA dan masyarakat Sabang, sangat mengharapkan penegak hukum atau pihak terkait melakukan pengawasan penggunaan anggaran Covid 19 yang nilainya sangat besar itu dan dapat menyampaikan rincian dari hasil belanja dan kegunaan dari penggunaan BTT.,” harap T Bayu. (Kaperwil Aceh).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here