Diduga Ada Praktek Gratifikasi dalam Perubahan Titik Lokasi Kegiatan di DKP Kabupaten Sukabumi

0
523

Forum Pemuda Pelabuhanratu mengendus adanya pemufakatan jahat dalam perubahan titik lokasi kegiatan di Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Kab. Sukabumi.

Sukabumi, Jabar // Hal itu disampaikan Ketua Forum Pemuda Pelabuhanratu, Friyadi Mahyuzar Lubis (Onay-red) kepada redaksi Bhayangkara Utama biro Kota/Kab. Sukabumi melalui aplikasi perpesanan whatsApp beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, pihakya mengendus adanya pemufakatan jahat dengan dugaan praktek gratifikasi / pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum pejabat, dalam perubahan titik lokasi kegiatan di Dinas Kelautan Perikanan Kab. Sukabumi.

“Terkait perubahan titik lokasi kegiatan tersebut, kami menduga adanya praktek gratifikasi / pungli yang dilakukan oleh oknum pejabat DKP. Masalahnya, titik pelaksanaannya dipindah pada saat setelah selesai lelang,” ujarnya.

Menurutnya, jika mengacu kepada aturan Kerangka Acuan Kerja (KAK) pada Jalan produksi TPI ujung genteng, mekanismenya apabila titik lokasi pelaksanaan / CPCL akan dipindah maka pihak pengguna anggaran harus memberitahukan kepada Kementerian yang memberi anggaran.

“Seharusnya ketika titik lokasi kegiatan tersebut akan dipindah, mekanismenya pengguna anggaran terlebih dahulu memberitahukan kepada Kementerian pemberi anggaran, namun hal ini tidak dilakukan,” ucapnya.

Lebih lanjut ia memaparkan, pihak pengguna anggaran harus mengusulkan CPCL baru melalui e proposal terhadap Kementerian yang memberi anggaran, kemudian pengguna anggaran harus merubah DPA.

“Apabila ada meknismenya tidak sesuai akibat perubahan titik lokasi pelaksanaan teknis, harusnya ditunda dulu prosesnya,” beber Onay.

Menyambung hal itu, kami atas nama Forum Pemuda Pelabuhanratu, telah mendatangi gedung DPRD Kab. Sukabumi untuk melakukan audensi terkait permasalahan tersebut.

“Beberapa waktu lalu kami mendatangi gedung DPRD Kabupaten Sukabumi dan diiterima oleh komisi III,” imbuhnya.

Selain itu ia mengungkapkan, berdasarkan informasi yang dihimpun olehnya dari berbagai sumber, diduga adanya keterlibatan oknum-oknum staff Kejaksaan kota Sukabumi yang ikut memfasilitasi pemufakatan jahat tersebut.

“Dan diduga uang hasil gratifikasi/pungli tersebut sudah dikembalikan dengan 2 kali proses pengembalian,” bebernya.

Dugaan praktek gratifikasi/pungli oleh oknum pejabat DKP dengan menjanjikan beberapa kegiatan dan mengambil uang fee di awal dari salah satu rekanan, namun saat akan pelaksanaan paket-paket kegiatan yang sudah dijanjikan itu tidak ada, malah dikerjakan oleh perusahaan yang dianggap sebagai pemenang lelang.

“Tentunya hal ini sangat luar biasa dan lebih konyolnya praktek gratifikasi/pungli tersebut dilakukan secara duet oleh oknum pejabat di DKP dengan oknum staff Kejaksaan Kota Sukabumi, dan ini patut dibongkar,” ungkap Onay.

Adapun harapan kami, atas nama Forum Pemuda Palabuhanratu (FPP), agar Bupati dan wakil Bupati Sukabumi untuk segera menindak lanjut permasalahan ini dan segera memanggil oknum pejabat tersebut, dan bila perlu pecat saja sekalian.

Kepala bidang perikanan Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Kab. Sukabumi, Mirna Puspitasari, saat dikonfirmasi lewat pesan singkat whatsApp tidak banyak memberikan tanggapannya.

“Kegiatan apa dan lokasinya dimn ya pa? tidak ada pemindahan lokasi karena lokasi pembangunan masih di kecamatan Ciracap sesuai dengan usulan awal di aplikasi Krisna, titik lokasi yg di input di aplikasi krisna adalah lokasi kecamatan,” terangnya, Senin (18/12/2023).

Selanjutnya, saat dikonfirmasi proses perencanaan awal bagaimana, bahkan saat disinggung terkait adanya dugaan praktek gratifikasi/pungli yang dianggap menjadi permasalahan dalam kegiatan tersebut dan menjadi perbincanagan di khalayak ramai, ia tidak banyak berkomentar lalu menyarankan rekan media untuk melakukan konfirmasi ke APH.

‘Perencanaan awal di bulan maret 2022 dan sy blm masuk ke DKP, Sy sdh jelaskan semuanya ke APH, mangga bs ditanyakan lsg sj,” singkatnya.

Selanjutnya Kepala Dinas Kelautan Perikanan Kab. Sukabumi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat whatsApp, hingga berita ini dipublish tidak memberikan tanggapan. (Ludy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here