Beranda Bhayangkara Diduga Ajak Ngamar Anak Tersangka Kasus Yang Ditanganinya, Kapolsek Di Sulteng Dicopot

Diduga Ajak Ngamar Anak Tersangka Kasus Yang Ditanganinya, Kapolsek Di Sulteng Dicopot

68
0

Parimo, Sulteng

Kapolsek di wilayah hukum Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng) dicopot dari jabatannya. Oknum polisi ini diduga mengajak ngamar anak tersangka kasus yang sedang ditanganinya.

Kapolsek yang berinisial ID ini ramai diberitakan media lokal usai pengakuan anak tersangka kasus yang sedang ditanganinya itu membuat pengakuan ke awak media.

Media setempat memberitakan pengakuan seorang gadis di Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) yang membuat gempar warga. Gadis berinisial S mengaku mendapatkan janji dari oknum Kapolsek setempat untuk membebaskan ayahnya yang sedang mendekam dalam penjara.

Menurut pengakuan S, oknum polisi yang bersangkutan akan membebaskan ayahnya yang sedang tersandung kasus, asalkan ia mau ngamar dengan oknum tersebut.

Berdasarkan pengakuan S, peristiwa itu terjadi beberapa hari yang lalu, di salah satu hotel di Parigi. Ia dengan sangat terpaksa mengiyakan ajakan oknum polisi tersebut, demi sang ayah. Namun sampai saat ini, ayahnya masih tetap berada di dalam sel tahanan.

“Awalnya saya datang dengan mama, dia bilang dek kalau mau uang, nanti tidur dengan saya,” ungkap S saat ditemui sejumlah wartawan, Rabu (13/10/2021). Beberapa pekan setelah itu, lanjut S, oknum polisi tersebut kembali merayu dirinya dan berjanji akan membantu membebaskan ayahnya, jika mau menerima ajakan tersebut.

“Akhirnya saya mau, karena saya pikir papaku mau keluar. Terus dia kasih uang ke saya. Dia bilang ini untuk mamamu, bukan untuk bayar kau,” jelasnya.

Ibu S mengaku sangat terpukul dengan peristiwa yang menimpa putrinya tersebut. Terungkap juga, awal perkenalan S dan sang polisi saat ibunya sering mengantar makanan untuk suaminya di kantor polisi.

“Saya sama sekali tidak tahu kejadiannya seperti ini. Saya tidak terima caranya Pak Kapolsek begini, harga dirinya anakku. Saya orang susah,” ujar SI, ibu dari S.

Foto Kegiatan apel di Mapolsek Parigi 

Sementara itu, Kapolsek berinisial ID saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, membantah kebenaran pernyataan S. Dia membantah disebut pernah berhubungan badan dengan S.

“Tidak benar itu pak. Memang saya Chat dengan dia, hanya sebatas Chat. Memang ada mesra sedikit. Tapi kalau dibilang ada perbuatan cabul, itu tidak ada,” jelasnya.

Chat mesra antara keduanya menurutnya, kemungkinan diketahui oleh pacar S. “Dia tahu lah kalau tidak salah sama pacarnya, Chat-chat itu, mungkin begitu,” kata dia.

Dia hanya membenarkan kalau dirinya pernah memberi uang kepada S, tetapi bukan di hotel. “Kalau uang memang betul saya kasih, tapi kejadian bukan di hotel, dia memang minta bantuan,” ujarnya.

Apalagi ketika ditanya soal kebenaran janjinya, agar ayah S akan dibebaskan, pun membantahnya. “Tidak ada itu, saya tahu ayahnya ini memang saya tangani, tapi sudah tuntutan,” tandasnya.

Apabila ditelusuri di Facebook, kita dapat menjumpai sejumlah foto kegiatan Kapolsek Parigi di wilayah hukum Parigi Moutong. Dalam berbagai foto kegiatan yang diunggah, Kapolsek Parigi Iptu I Dewa Putu Gede tampak menggelar sejumlah giat di lingkungannya. Mulai dari vaksinasi warga, pemantauan ujian penerimaan CPNS, pengungkapan kasus pencurian mesin traktor dan lainnya.

Namun, belum ada informasi lebih lanjut terkait detail oknum Kapolsek di wilayah hukum Parigi Moutong yang dicopot, karena diduga ngamar dengan anak tersangka kasus yang sedang ditanganinya.

Namun, Polda Sulteng sudah membuat keputusan usai kabar oknum Kapolsek di Sulawesi Tengah (Sulteng) diduga mengirimkan pesan lewat WhatsApp (WA) kepada anak seorang tersangka merebak di media lokal. Polda Sulteng menelusuri kabar tersebut.

Kapolsek yang diduga mengirim chat kepada anak tersangka itu diduga berada di wilayah hukum Parigi Moutong (Parimo). Kabar itu terungkap setelah S, anak tersangka, menceritakan ke sebuah media lokal chat dari oknum Kapolsek kepadanya.

Beredar kabar oknum Kapolsek tersebut mengirim chat ke S agar bapaknya dibebaskan. Polda Sulteng menelusuri kabar tersebut dengan mengirimkan tim internal.

“Memang benar ada di media. Untuk cek kebenarannya, tim internal kita mendalami kebenaran berita tersebut,” kata Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Didik Suprianto saat dimintai konfirmasi, Jumat (15/10/2021).

Kombes Didik mengatakan, belum dapat memberi keterangan lebih jauh karena tim internal baru bergerak menelusuri kabar tersebut.

Dia mengatakan oknum kapolsek telah dinonaktifkan agar fokus dalam pemeriksaan terkait kabar dugaan pelanggaran tersebut.

“Untuk pendalaman berita ini, sementara kapolsek dibebastugaskan agar fokus pada pemeriksaan,” ucap dia. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here