Beranda Daerah Diduga Anggaran Perluasan SPAM Jaringan Perpipaan Desa Taringgul Landeuh Menguap

Diduga Anggaran Perluasan SPAM Jaringan Perpipaan Desa Taringgul Landeuh Menguap

58
0

Purwakarta, Jabar

Tujuan Program DAK Air Minum adalah tersedianya SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) yang berkualitas, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan sesuai dengan kebutuhan mayarakat.Selain itu diharapkan dapat meningkatkan kemampuan lembaga dan masyarakat dalam perencanaan dan pembangunan serta diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Selain itu, air merupakan kebutuhan dasar manusia dan pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan kebutuhan dasar tersebut, terutama kepada masyarakat yang berada di daerah krisis air bersih.
Desa Taringgul Landeuh, Kec. Kiarapedes, Kab. Purwakarta, salah satu desa yang dialokasikan memperoleh kegiatan pengembangan jaringan distribusi dan sambungan rumah, dengan pagu anggaran sebesar Rp 2.5 milyar.

Jenis kegiatan adalah Perluasan SPAM Jaringan Perpipaan-Tematik Kematian Ibu & Stunting, dengan volume 500 SR (Sambungan Rumah) yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Air Minum TA. 2021, dengan masa pelaksanaan 319 hari kalender, yang dilaksanakan oleh KSM Jaronah Amaliyah Kab. Purwakarta.

Saat awak media mengkonfirmasi melalui sambungan aplikasi whatsApp, Senin (13/12/2021), Kades Taringgul Landeh, Khoerudin mengatakan, anggaran yang tercantum di papan proyek senilai Rp.2.5 milyar tidak sesuai dengan yang diterima oleh pihak KSM, karena uang yang sebenarnya diterima oleh KSM hanya Rp.1.8 milyar.
Sementara papan proyek yang berada di lokasi dipersiapkan oleh pihak Distarkim Kabupaten Purwakarta.

Lanjutnya Khoerudin, anggaran sebesar Rp 1.8 milyar telah dibelanjakan untuk pembelian water meter merek onda sebanyak 500 pcs, pipa berbagai ukuran, keran air dan lainnnya.

Pantauan awak media bhayangkarautama.com di lapangan, jenis pipa PVC yang digunakan tidak sesuai dengan RAB, dan masa pelaksanaan 319 hari kalender, baru pertama kali terjadi dalam dunia konstruksi di Kab. Purwakarta. Setara dengan proyek SPAM yang dikelola PDAM gapura Tirta Rahayu yang bernilai Rp 200 milyar lebih baru-baru ini.

Diduga ada manipulasi anggaran dalam kegiatan proyek, begitu juga material yang berbeda diterapkan di lapangan, sehingga diharapkan Korps anti korupsi yang baru dibentuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit diharap turun ke Purwakarta, karena sumber anggaran kwgiatan tersebut berasal dari dana alokasi khusus. (Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here