Beranda Daerah Diduga Anggaran Proyek Jalan Kebun Masyarakat Desa Niur Bersumber Dari 2 APBD

Diduga Anggaran Proyek Jalan Kebun Masyarakat Desa Niur Bersumber Dari 2 APBD

37
0

Empat Lawang, Sumsel

Pengerasan jalan Perkebunan Masyarakat Desa Niur, Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan, patut dipertanyakan asal muasal sumber dananya dari mana, apakah berasal dari APBD Provinsi (Ban-Gub) atau APBD Kabupaten.

Pasalnya, pembangunan pengerasan dan pelebaran tersebut berasal dari APBD Provinsi (Ban-Gub) berdasarkan dari hasil tim di lapangan sebulan yang lalu. Kendati demikian pembangunan tersebut juga diduga berasal dari APBD Kabupaten berdasarkan data yang ada, dengan pagu dana senilai Rp. 2.933.280.000.00 yang juga terdapat dalam lembaran HPS LPSE Kabupaten Empat Lawang.

Kemudian Tim Investigasi Media BHAYANGKARA UTAMA, langsung Konfirmasi ke Dinas PUPR Kabupaten Empat Lawang, tapi sayang semua petinggi di PUPR tidak satupun yang berhasil ditemui, baik secara langsung atau melalui Handphone, namun Tim tidak kehabisan akal, akhirnya Tim berhasil mengkonfirmasi Bidang Bina Program PUPR Kabupaten Empat Lawang, Nopriadi, ST., melalui Handpone Kamis (21/1/2021) sekira pukul 11:19 Wib.

Kantor PUPR Kab. Empat Lawang, Sumsel

Ketika ditanya mengenai dugaan adanya dua anggaran dalam pelaksanaan pembangunan jalan kebun masyarakat di desa Niur, Adi, panggilan akrabnya mengatakan dengan tegas kalau pembangunan jalan kebun masyarakat desa Niur itu memang benar sumber dananya dari Bantuan Gubernur (Ban-Gub) anggaran tahun 2020, dan bukan anggaran APBD Kabupaten murni. Setelah uang dari Provinsi tersebut masuk ke rekening Pemkab, baru dimasukan ke dalam anggaran APBD Kabupaten kemudian diadakan pelelangan.

Masih menurut Adi, proyek jalan tersebut adalah murni sumber dananya dari Gubernur, karena pekerjaannya di Kabupaten dan diadakan pelelangannya oleh Pemkab Empat Lawang.

LPSE Kabupaten Empat Lawang saat dihubungi awak media BU, hanya berhasil menemui Wawan, yang mengaku sebagai staf di LPSE ini. Wawan mengatakan jika mau konfirmasi masalah LPSE silahkan konfirmasi langsung dengan Pak Udin, namun saat ini beliau sedang ada kegiatan dinas keluar dan belum tahu jam berapa pulangnya. “Kalau mengenai Kabag ULP, Pak Yandra, hari ini dia memang tidak masuk kantor,” kata Wawan.

Kemudian tim menghubungi Mehmed, anggota DPRD Kabupaten Empat Lawang, yang mengerjakan proyek tersebut. Saat dikonfirmasi melalui handphone menjelaskan, “mMemang ada beberapa lokasi pembangunan yang dananya sama berasal dari APBD Provinsi (Ban-Gub), namun pelelangannya di Kabupaten, dan yang jelas yang saya kerjakan itu adalah Ban-Gub dari APBD Provinsi,” jelas Mehmed. (Habibullah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here