Beranda Daerah Diduga Aplikasi Fiktif dan Cek Bodong, Pengusaha Showroom di Sukabumi Rugi Ratusan...

Diduga Aplikasi Fiktif dan Cek Bodong, Pengusaha Showroom di Sukabumi Rugi Ratusan Juta

205
0

Pengusaha Showroom, Hermawan (48), warga Jl Taman Bahagian, Keluhan Nyomplong, Kota Sukabumi, rugi ratusan juta rupiah, atas dugaan penipuan, Aplikasi Fiktif dan Cek Bodong.

Sukabumi | Informasi yang dihimpun, berawal dari pengakuan Sukartini (39) warga Jl Pelabuhan II, Km 08 No 796 RT 03/21, Kelurahan/Kecamatan Lembursitu, bakal adanya pencairan senilai Rp 318 juta, milik a/n Juanah (48) warga Babakan Sawah, RT 25/07, Desa/Kecamatan Cidadap, di Astra Credit Companies (ACC) perusahaan pembiayaan mobil, di Jl Bhayangkara No 109, Kota Sukabumi, di bulan Nopember 2019 lalu.

Modus operandi yang jadi iming-iming Sukartini untuk pihak Showroom (Hermawan) percaya, bahwa bakal ada satu pencairan pengajuan pinjaman Aplikasi a/n Juanah dengan jaminan BPKB Mobil Fortuner tahun 2016.

Sukartini, meminta Hemawan untuk membantu membackup terlebih dahulu sejumlah uang, dengan jaminan satu lembar Cek senilai Rp 230 juta yang bisa di cairkan disalah satu Bank Nasional ternama dan Faktur tanda terima BPKB yang dikeluarkan pihak ACC.

Pihak Showroom tidak begitu cepat percaya dengan apa yang diminta Sukartini. Langsung memastikan kebenaran aplikasi a/n Juanah ke pihak ACC kebenaran adanya pencairan pinjaman tersebut.

Setelah mendapatkan jawaban dari pihak ACC melalui Bagian Administrasi berinisial AL, dikantor ACC, membenarkan bakal ada pencairan sebesar Rp 318 juta, atas Aplikasi Juanan.

Setelah dipastikan kebenarannya, barulah Hermawan mengeluarkan titipan uang sebesar Rp 200 juta, untuk membackup Aplikasi pinjaman a/n Juanah kepada Sukartini, yang mengaku sebagai Family Juanah.

“Saya sudah mengeluarkan uang Rp 200 juta, untuk membantu membackup aplikasi yang diminta Sukartini. Sebelum pencairan masuk dari ACC kepada Juanah. Saat itu Sukartini meyakinkan dengan memberikan jaminan satu lembar Cek senilai Rp 230 juta dan Faktur tanda terima BPKB yang dikeluarkan ACC. Dimana, Sukartini berjanji akan mengembalian uang Rp 200 juta dari backup aplikasi, setelah pinjaman aplikasi masuk ke Rekening Juanah di 17 Nopember 2019 lalu,” terang Hermawan, kepada bhayangkarautama.com.

Setelah menunggu beberapa hari dari tanggal yang dijanjikan Sukartini, tak kunjung mendapat informasi kelanjutan, janji pengembalian uang yang sudah dikeluarkan untuk membackup Aplikasi tersebut.

Pihaknya langsung mendatangi pihak Bank dimana Cek tersebut bisa dicairkan. Hermawan, mulai merasa ada kejanggalan, setelah Cak tersebut tidak bisa cair, dengan alasan Rekening a/n tersebut sudah ditutup.

“Setelah mendapatkan jawaban Cek tersebut tidak bisa dicairkan pada tanggal yang tertera (17/11/19). Dengan alasan Rekening sudah ditutup, dengan bukti SK Penolakan yang dikeluarkan Bank (16/12/2019) yang dikeluarkan Bank. Otomatis saya merasa dipermainkan, saya langsung meminta klarifikasi kepada Sukartani dan Juanah. Tapi apa, hanya mendapatkan jawaban yang tidak jelas,” terang dia.

Pihaknya, berkesimpulan ini ada dugaan kerjasama antar pemilik Aplikasi Fiktif dan sidikat Cek Bodong, yang dilakukan Sukartini dan Juhanah. Pasalnya, pinjaman Aplikasi a/n Juanah jelas tidak ada pencairan di ACC, dan Cek tersebut otomatis kosong, alias Bodong,” selorohnya.

Anehnya, Hermawan merasa dibohongi oleh keterangan pihak ACC yang menyatakan membenarkan bakal ada pencairan sebesar Rp 318 juta atas pengajuan Aplikasi a/n Juanah, atas jaminan BPKB Mobil Fortuner tahun 2016, a/n Herawati, Nopol F 1283 OD, No rangka : MH 1212696303970021, No Mesin : zidu 323442, Warna : Hitam.

“Yang menguatkan saya untuk mengeluarkan uang titipan Rp 200 juta, untuk backup Aplikasi tersebut. Salahsatunya jawaban dari pihak ACC saat itu, yang membenarkan bahwa akan adanya pencairan pinjaman aplikasi a/n Juanah, sebagai mana dipaparkan Sukartini. Kalo saat itu, jawaban pihak ACC tidak kuat. Ya, saya tidak akan berani mengeluarkan uang sebesar itu (Rp 200 juta),” kesal dia.

Hermawan mengaku, sudah melakukan berbagai upaya komunikasi untuk meminta pertanggungjawaban dengan Sukartini, Juanah maupun pihak ACC sebagai penerima Aplikasi diduga Fiktif.

Tapi hanya jawaban akan bertanggungjawab belaka. Tanpa ada realisasi itikad baik untuk mengembalikan uang yang sudah dikeluarkan kepada Sukartini, untuk membackup Aplikasi tersebut.

“Jujur Showroom saya merasa ditipu dan dirugikan waktu maupun materi. Saya akan bawa persoalan ini ke ranah Hukum (Polda Jabar). Untuk mengusut indikasi adanya dugaan sindikat Aplikasi fiktif dan Cek Bodong, untuk memberikan efek jera,” ancam dia.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, pihak ACC melalui Bagian Administrasi berinisial AL, yang saat itu membenarkan, bakal ada pencairan sebesar Rp 318 juta, atas pemohon Aplikasi a/n Juanah, dengan jaminan BPKB Mobil Fortuner tahun 2016, a/n Herawati, Nopol F 1283 OD. Hanya menjawab dengan singkat dan memblokir no WhatsApp nya.

“Maaf, mohon dicek kembali faktur penerimaan BPKB Mobil Fortuner yang dimaksud, Itu atas nama saya apa bukan,?. Apakah ada tertera nama saya, sebagai penerima BPKB Aplikasi a/n Juanah,” singkat Astri, yang langsung memblokir No WhatsApp nya.

Hal senada, saat Bhayangkarautama.com mencoba menghubungi Sukartini dan Juanah, melalui telepon seluler, tidak berhasil mendapatkan jawaban. Hingga mencoba mendatangi rumah dan Bengkel Motor milik Sukartini di Jl Pelabuhan II, Km 08 No 796 RT 03/21,Kelurahan/Kecamatan Lembursitu, tidak berhasil ditemui, dengan alasan salah satu pegawai Bengkel sedang tidak ada dirumah.

“Maaf kang si Bu Haji dari pagi keluar, paling sore dia pulang,” singkat salah satu pegawai Bengkel milik Sukartini yang berada didepan gerbang Rumah dimana dia tinggal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here