Beranda Daerah Diduga Pelaksanaan Proyek Preservasi Jalan Dan Jembatan Bts. Serawak-Nanga Badau-Lanjak-Benua Martinus-Tanjung Kerja...

Diduga Pelaksanaan Proyek Preservasi Jalan Dan Jembatan Bts. Serawak-Nanga Badau-Lanjak-Benua Martinus-Tanjung Kerja Dan Lanjak-Danau Sentarum Asal-Asalan

31
0

Pontianak, Kalbar

Terkait aduan salah satu karyawan PT. Eria Makmur (ErMa) yang dipecat tanpa alasan di kegiatan Badan Pelaksanaan Jalan Nasional (BP2JN) wilayah III Provinsi Kalimantan Barat, pada pekerjaan preservasi jalan dan jembatan ruas jalan batas Serawak-Nanga Badau Lanjak-Benua-Martinus Tanjung Kerja dan Lanjak-Danau Sentarum di kabupaten Kapuas Hulu Putusibau, tim DPN Lidik Krimsus RI Hubungan Antar Lembaga, Adi Normansyah dan Forum Wartawan Lembaga Swadaya Masyarakat (FW-LSM) Kalbar, Syafarudin Delvin, SH., angkat bicara, Senin (10/1/2022).

Paket pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh PT. Guci Kapuas Leluhur, dengan nomor kontrak: 01/ PKS / Bb.20.7.3/2021 dan Nilai kontrak: Rp.28.829.211.000,00 (Dua puluh delapan milyar delapan ratus dua puluh sembilan juta dua ratus sebelas ribu rupiah), dengan jangka waktu pelaksanaan 302 hari kalender.
informasi yang berhasil dihimpun, semua karyawan dan pelaksana lapangan adalah karyawan PT. Eria Makmur, padahal tertera di kontrak adalah PT. Guci Kaotas Leluhur. Didalam hukum kontrak sah-sah saja pinjam pakai perusahaan atau pun kuasa direktur untuk sesuatu dan hal yang dianggap baik secara hukum dan administrasi.

Tetapi dalam hal ini mantan karyawan PT. Eria Makmur menjelaskan, pinjam pakai perusahaan adalah bukan karena hal yang mendasar seperti biasa, namun pinjam pakai perusahaan dalam kegiatan tersebut diatas di karenakan PT. Eria Makmur telah sering mendapatkan kegiatan pekerjaan di BP2JN Kalimantan Barat. Jadi demi rasa keadilanan atas ketidaknyaman penilaian publik terhadap PT. Eria Makmur, agar tidak dianggap melakukan monopoli kegiatan yang ada pada BP2JN Kalbar.

Mantan karyawan PT. Eria Makmur mengatakan bahwa dirinya telah dipecat tanpa alasan yang jelas dan tanpa merasa melakukan kesalahan. Menurut mantan karyawan PT. Erma yang akrab dipanggil dengan nama Toa (Agus Zainulah, ST.), karena merasa sebagai pelaksana di kegiatan preservasi jalan dan jembatan ruas jalan Sarawak-Nanga Badau-Lanjak-Benua Tanjung Kerja-Danau Sentarum kab. Kapuas Hulu, tidak mau disalahkan apabila terjadi hal-hal yang menyangkut spesifikasi teknis maupun bestek yang menyimpang di lapangan. Seperti campuran beton dan lain-lain sengaja dilakukan oleh pelaksana dan terkesan dibiarkan oleh konsultan surversi, hal inilah yang menjadi dasar Toa dipecat dari PT. Eria Makmur dan yang sempat ribut dengan leader PT. Eria Makmur Basori dan Edi.
Kejadian-kejadian diatas sangatlah disayangkan, jika paket paket APBN dikerjakan asal-asalan dan kurangnya monitoring dan evaluasi dari pihak kortim BP2JN, seharusnya lebih ketat dalam pengawasan kegiatan walaupun sudah berkontrak dengan konsultan suvervisi sebagai perpanjangan tangan untuk mengawasi pekerjaan di BP2JN Kalbar. Ini berulangkali terjadi di kegiatan BP2JN, sehingga terindikasi terjadinya penyimpangan di setiap kegiatan yang berlangsung dan dapat merugikan keuangan negara dalam penyerapan anggaran APBN di wilayah Kalbar.

Sampai berita ini ditayangkan, Tim DPN Lidik Krimsus RI serta FW LSM Kalbar bersama rekan awak media online dan cetak belum bertemu dengan pihak BP2JN Kalbar untuk konfirmasi dan klarifikasi.

“Sangat disayangkan, banyak kegiatan-kegiatan di wilayah III BP2JN yang terindikasi adanya penyimpangan yang dilaksanakan oleh penyedia jasa (kontraktor) seperti PT. Guci Kapuas Leluhur dan PT. Eria Makmur,” cetus Adi Normansyah. (Adi N. – Tim DPN Lidik Krimsus RI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here