Beranda Daerah Diduga Penambang Pasir Pantai Ilegal, Aparat Pemerintah Setempat Diacuhkan

Diduga Penambang Pasir Pantai Ilegal, Aparat Pemerintah Setempat Diacuhkan

56
0

Sumbawa Barat, NTB

Penambangan pasir ilegal marak terjadi di pesisir pantai Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penambangan pasir ilegal ini menyebabkan kerusakan lingkungan.

Salah satu penambangan liar terjadi di Desa Kiantar, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat. Pantai ini pasirnya dikeruk atau digali dalam jumlah yang besar menggunakan alat berat Excavator .

Pasir yang digali kemudian diangkut dengan menggunakan mobil Truk Tronton. Akibatnya, beberapa titik galian di bibir pantai tersebut merusak keindahan pantai, padahal pantai itu harus dirawat dengan baik.
Sejumlah warga desa setempat berusaha menyetop kegiatan penambangan pasir pantai yang menggunakan alat berat untuk mengeruk bibir pantai di desa Kiantar, Kecamatan Poto Tano, kabupaten Sumbawa Barat, NTB.

Jamal, salah satu warga yang berusaha menghentikan kegiatan ini meminta kepada penambang pasir untuk menunjukkan ijin penambangan tersebut. “Dari pihak pemerintah mana yang keluarkan ijin tambang pasir pantai, agar kami sebagai masyarakat tahu,” tanyanya.

“Kalau memang ada ijinnya tolong tunjukan kepada kami, jika ada ijin kenapa belum sosialisasi ke warga setempat,” ucap Jamal pada kamis (28/01/2021) saat menanyai ijin penambangan pasir.
Sementara itu Camat Poto Tano, Agusman SPP., yang dimintai keterangan terkait kegiatan itu mengatakan, pihaknya tidak mengetahui adanya kegiatan penambangan pasir pantai ilegal tersebut. “Kami dari pihak kecamatan aja belum ada laporan,” ujarnya.

“Sebelumnya kami pernah melarang dan menegur untuk tidak menambang pasir pantai dan sempat di indahkan, namun kegiatan yang baru-baru ini kami tidak tahu dan kami akan segera tindaklanjuti permasalahan ini,” terang Agusman.

Selain itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa Barat, Ferial SKM., yang dikonfirmasi awak media menyampaikan, akan menindaklanjuti kegiatan yang diduga warga ilegal dan merusak lingkungan ini.

“Segera kami tindaklanjuti,” cetus Ferial SKM, Kadis Lingkungan Hidup Sumbawa Barat.

Sementara Kepala Desa Kiantar sampai berita ini sampai di meja redaksi, belum dapat dikonfirmasi terkait penambangan ini. (TIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here