Beranda Investigasi Diduga,Perusahaan Pemenang Lelang Pengadaan Benih dan Pupuk Sudah Dikondisikan Oleh Pihak Penyelenggara...

Diduga,Perusahaan Pemenang Lelang Pengadaan Benih dan Pupuk Sudah Dikondisikan Oleh Pihak Penyelenggara Kegiatan

589
0
RSUD Tobelo

Pengadaan benih dan pupuk secara e-Katalog pada Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, diduga adanya pengondisian perusahaan penyedia sebagai pemenang tender oleh pihak panitia saat pelaksanaan lelang.

Sukabumi | Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Kementerian Pertanian TA 2020 dengan peruntukan pengadaan benih / saprodi lainnya secara e katalog melalui proses lelang yang dilaksanakan oleh dinas Pertanian di tiap Kota dan Kabupaten itu, diduga saat pelaksaanaan lelang, terjadi  pengondisian perusahaan untuk memenangkan tender tersebut

HUT Bahayangkara
Foto : Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Adjat Sudrajat

Seperti halnya yang terjadi di dinas Pertanian Kab.Sukabumi.Berdasarkan informasi dan keterangan sumber, ketika dilaksanakan proses lelang pengadaan benih / saprodi dan lainnya secara e katalog, diduga pihak panitia sudah mengkondisikan serta menunjuk perusahaan penyedia sebagai pemenang lelang.

“Proses lelang secara e katalog itu hanya sebagai formalias saja, karena prosedurmya harus ditempuh seperti itu, Namun kenyataannya perusahaan penyedia sebagai pemenang lelang sudah ditunjuk / dikondisikan oleh pihak panitia,,” imbuhnya.

Selain itu, ia pun mengungkapkan, ” Bahwa dalam kegiatan proyek lain yang diselenggarakan oleh dinas tersebut selalu ada rekayasa Kepala dinas.

Bahkan, disinyalir setiap perusahaan / pengusaha yang ingin mendapat proyek,  terlebih dulu harus menyetorkan sejumlah uang, dengan alasan proyek yang hendak dikerjakan itu Pokir Dewan..

“Setiap pemborong / pengusaha yang ingin mendapat proyek,harus menyetorkan sejumlah uang dalam kisaran 12,5 % hingga 15 %. dengan dalih kegiatan proyek yang akan dikerjakan Pokir dewan,” ungkap sumber yang meminta namanya untuk tidak dipublish..

Selanjutnya, hasil investigasi dilapangan terserap informasi dari kelompok tani saat dimintai keterangannya mengatakan,” Setiap kelompok tani / petani, disarankan oleh pihak  dinas agar menerima apabila kiriman benih / bibit datang.

“Kami disarankan oleh pihak dinas agar menerima apabila kiriman benih / bibit datang tanpa ada komentar,” ujar salah seorang ketua kelompok tani yang berhasil diwawancara beberapa waktu lalu.

Ketika hal ini, hendak dikonfirmasikan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dosen Karmana, yang diketahui juga sebagai Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura pada dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi. dengan mendatangi kantornya brulangkali untuk melakukan konfirmasi, namun Ybs selalu tidak nampak di dalam ruangan tempatnya bekerja,

Sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK),  Dosen Karmana, terkesan sulit dihubungi bahkan sulit untuk ditemui oleh pihak media, bahkan disimpulkan bahwa yang bersangkutan  terkesan alergi terhadap wartawan.

Upaya konfirmasi terus kami lakukan ,melalui  aplikasi  whatsaap mengirimkan pesan singkat yang berisii beberapa pertanyaan yang ditujukan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan benih / saprodi, pun membuahkan hasil dan ditanggapi oleh yang bersangkutan.Meski, keterangan yang disampaikan PPK lewat pesan balasan itu kurang memuaskan, disebabkan beberapa pertanyaan yang diajukan tidak ditanggapi oleh yang bersangkutan.

Begitu pun, saat disinggung besarnya Anggaran Belanja Tambahan (ABT).yang dikucurkan Kementerian Pertanian untuk pengadaan benih dan pupuk untuk Kabupaten Sukabumi,ia tidak memberikan komentarnya.

Selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dosen, terkesan tidak transparan, bahkan tidak menanggapi beberapa pertanyaan yang disampaikan pihak media.Ia, hanya menerangkan seputar prosedur lelang pengadaan benih dan pupuk secara e katalog saja, dan disampaikan melalui pesan balasan yang dikirim kepada rekan media.

“Pengadaan benih/ saprodi lainnya melalui e-catalog itu tidak bs diarahkan yang jadi penyedianya, karena harga sdh tetap tinggal klik harga yg terendah sesuai spek teknis, kesanggupan kirim/ongkir ke titik bagi dan stok tersedia siapa saja penyedianya yg sdh terpangpang ada di daftar e-catalog. Apalagi lelang tdk bisa dikondisikan krn seleksinya melalui sistem aplikasi sec online, ” balas Dosen, saat dikonfirmasi lewat aplikasi whatsaap.Kamis, (5/11)

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kab.Sukabumi Adjat Sudrajat, yang juga dimintai tanggapannya terkait permasalan tersebut tidak banyak memberikan komentarnya, dan hanya meneruskan kiriman pesan dari bawahannya saja.

” pengadaan benih/ saprodi lainnya melalui e-catalog itu tdk bs diarahkan yg jd penyedianya krn HARGA sdh tetap tinggal klik harga yg terendah sesuai spek teknis, kesanggupan kirim/ongkir ke titik bagi dan stok tersedia siapa saja penyedianya yg sdh terpangpang ada di daftar e-catalog. Apalagi lelang tdk bisa dikondisikan krn seleksinya melalui sistem aplikasi sec online.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here