Diduga PT Kartika Teguh Karya Memakai Material Ilegal Dan BBM Subsidi

0
123

Diduga menggunakan BBM Subsidi untuk alat berat pada pelaksanaan proyeknya, PT. Kartika Teguh Karya saat R pelaksana proyek dikonfirmasi masih enggan memberikan komentarnya, selain itu juga patut diduga Galian C mereka pun bermasalah, Selasa (12/09/2023).

Pasaman, Sumbar | Hal ini diungkapkan salah satu masyarakat yang enggan namanya untuk disebutkan saat bhayangkarautama.com meninjau lokasi proyek Rehabilitasi Bendung Batang Tingkarang Rao Selatan Kabupaten Pasaman yang diketahui dari papan proyek mereka dengan No kontrak 04.9/PJP-SDA.BK/APBD/VI-2023, nilai kontrak 2.632 922.700.00 dengan waktu pelaksanaan 150 hari Kalender.

“Untuk Material galian C PT Kartika Teguh Karya didatangkan dari luar dan ada juga anak anak yang mencari material dari sungai ini, untuk minyak Solar didatangkan, memakai Jirigen saya tidak tahu itu minyak subsidi atau industri,” ungkap warga tersebut.

Menurut undang undang dan aturan untuk Galian C ilegal, otomatis barang yang dihasilkan juga ilegal. “Sesuai pasal 480 KUHP, barang yang dibeli atau disewa dari hasil kejahatan itu dapat dipidana dengan kategori penadah, ancaman hukumannya bisa 4 tahun kurungan penjara,” jelas ketentuan undang undang.

kartikaPenambangan galian C tanpa izin resmi merupakan tindak pidana, sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020, tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).

“Pada pasal 158 pada UU Nomor 3 Tahun 2020 disebutkan, bahwa setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa izin resmi bisa dipidana penjara selama 5 tahun dan denda Rp.100 miliar”.

Tim mencoba mengkonfirmasi R, PT Kartika Teguh Karya, Pemilik proyek Bendung Irigasi Batang Tingkarang Via WhatsApp dengan No Hp 08127692**** sampai berita ini terbit tidak dibalas, cuma di baca saja. (Fauzan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here