Beranda Daerah Diduga Selewengkan Dana Desa, Warga Adukan Kades ke DPN Lidik Krimsus RI

Diduga Selewengkan Dana Desa, Warga Adukan Kades ke DPN Lidik Krimsus RI

261
0

Sekretariat Bersama DPN Lidik Krimsus RI didatangi beberapa orang yang mengaku sebagai warga beberapa Desa di Kabupaten Indramayu, Jumat (03/01/20) kemarin. Kedatangan warga diterima langsung oleh Markus Lettang, Direktur Pengaduan Masyarakat DPN Lidik Krimsus RI.

Jakarta | Dalam keterangannya Markus mengatakan bahwa warga menyampaikan pengaduan seputar pemanfaatan Dana Desa pada beberapa Desa di Kabupaten Indramayu, yang menurut dugaan warga telah diselewengkan oleh para Kades teradu dengan tujuan memperkaya diri.

“Ini ada dugaan penyelewengan Dana Desa oleh oknum Kades, yang diduga warga untuk memperkaya diri. Itu dugaan warga, sebab katanya pembangunan yang mereka lihat tidak sesuai dengan harapan warga. Warga berkeberatan karena Dana Desa yang digelontorkan itu besar namun hasilnya tidak sepadan,” ungkap Markus.

Markus menyebut adanya aduan praktik penyelewengan Dana Desa yang diterima pihaknya dari warga bukan baru kali ini, hanya saja cara menyikapinya disebutkan Markus tidak bisa asal-asalan.

“Dumas ini bukan baru kali pertama kami terima. Sudah ada beberapa Dumas terkait penyalahgunaan Dana Desa yang kami terima sebelumnya. Hanya saja itu tidak bisa serta merta kami sikapi asal-asalan karena yang kami kedepankan adalah solusi yang harus kami berikan kepada pihak Pemerintah Desa untuk menyikapi permasalahan yang diadukan warga,” terangnya.

Untuk itu, Markus berujar bahwa Dumas kali ini akan akan dikaji pihaknya secara akumulatif dengan beberapa Dumas sebelumnya karena memiliki rujukan dan dasar hukum yang sama.

“Saat ini DPN Lidik Krimsus RI sedang menjalankan Program Kerja berupa Renstra yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan prioritas Desa sehingga momentum aduan warga ini akan kami perhatikan khusus agar segera dilakukan langkah-langkah strategis dalam penyikapannya,” kata Markus.

Ditambahkan Markus bahwa jika hasil kajian hukum yang mereka lakukan menemukan praktik korupsi di dalamnya oleh para Kades teradu dengan didukung alat-alat bukti, maka Dumas tersebut akan dilaporkan Markus dan pihaknya ke Aparat Penegak Hukum.

“Kami akan laporkan teradu ke Aparat Penegak Hukum jika kajian hukum yang kami lakukan menemukan adanya indikasi koruspsi di sana, yang disertai kecukupan alat bukti tentunya, agar laporan kami ke depan tidak mengambang tetapi dapat segera di follow up oleh APH,” tandas Markus.

Kedatangan warga ke Sekber DPN Lidik Krimsus RI dikatakan Markus berawal dari adanya ruang terbuka bagi warga melalui website DPN Lidik Krimsus RI.

“Di website kami itu ada Format Dumas jadi tanpa menemui kami juga warga bisa langsung mengadu ke kami secara online. Saat ini website kami masih dalam pembenahan dan pengembangan. Harapan kami, akan ada lebih banyak warga yang mengetahui ruang Dumas yang kami buka tersebut agar warga juga merasa terbantukan dengan kehadiran Lidik Krimsus RI,” pungkasnya.

Hingga berita ini diposting, wartawan belum bisa menghubungi para teradu untuk dimintai keterangan terkait Dumas warga dimaksud.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here