Beranda Daerah Dinas Perikanan Kabupaten Ende Menggelar Kegiatan Diseminasi Pembuatan Pancing Gurita Bagi Nelayan

Dinas Perikanan Kabupaten Ende Menggelar Kegiatan Diseminasi Pembuatan Pancing Gurita Bagi Nelayan

220
0

Ende, NTT

Untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan serta pendapatan para nelayan, Sebanyak 100 nelayan gurita (Kubi) di Kabupaten Ende, Flores, Propinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ) mendapat pelatihan Pembuatan Pancing Gurita. Kegiatan tersebut berlangsung di aula kantor dinas perikanan kabupaten Ende selama 2 (dua) hari sejak jumad, 26 hingga Sabtu, 27 November 2021.

Kegiatan yang diinisiasi oleh anggota komisi IV DPR RI, Fraksi PDI-P, Yohanes Fransiskus Lema, S.IP., M.Si., bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Penyuluhan dan Pelatihan Perikanan (BP3) Banyuwangi dan didukung oleh Dinas perikanan provinsi NTT Perwakilan Ende Ngada dan Nagekeo.

Menurut Ansy Lema, Komisi IV DPR RI adalah komisi kerakyatan, komisi wong cilik, Komisi yang sangat cocok dengan Provinsi NTT. Karena NTT adalah wilayah yang memiliki potensi besar di bidang pertanian, peternakan, kelautan-perikanan. Ironisnya, data BPS menunjukkan bahwa realitas kemiskinan di NTT adalah kemiskinan petani, peternak dan nelayan kecil.

“Maka, sejak berada di Komisi IV saya secara sadar mengubah sebutan negatif tentang NTT, dari ” Nanti Tuhan Tolong”, “Nusa Tak Terurus’ menjadi “Nelayan, Ternak Tani.’ Masa depan NTT ada di tiga sektor ini. Pariwisata sebagai penggerak utama (prime mover) tiga sektor ini” Demikian ungkap, Ansy Lema melalui virtual dikantor Dinas Perikanan Kabupaten Ende, Jumad, (26/11/2021).

Menurut Ansy, Pelatihan ini bermula dari cerita dari kunjungan Pak Andy ke kantornya di Senayan. Saat itu, Pak Andy menceritakan potensi kelautan dan perikanan di Kabupaten Ende. Data Dinas Perikanan tahun 2020, produksi berbagai jenis ikan mencapai 9.280.120 juta ton. Artinya, produk perikanan tangkap di Ende sangat melimpah.
Namun, dari 9.280.120 juta ton perikanan  tangkap tersebut, potensi gurita tidak tersentuh. Padahal menurut kajian Pak Andy, Ende merupakan salah satu penghasil gurita terbesar di Indonesia yang sukses melakukan budidaya gurita secara berkelanjutan menggunakan kearifan lokal.

Ironisnya, berdasarkan cerita Pak Andy, keterampilan nelayan menangkap dan membudidaya ikan masih dilakukan secara tradisional. Mendengar cerita tersebut, Dirinya langsung berinisiatif menghubungi Bapak Kusdiantoro, yang kemudian melanjutkan kepada Bapak Achmad dan teman-teman di BPP Banyuwangi.

Pembukaan Kegiatan Pelatihan Pembuatan Pancing Gurita, Puji Tuhan hanya dalam waktu dua minggu, aspirasi kami terkait pelatihan peningkatan kapasitas nelayan pemancing gurita dengan cepat direspon oleh BRSDMKKP-BPP Banyuwangi. Melalui koordinasi cepat dan lancar, kegiatan ini yang mendadak ini dapat berjalan hari ini dan besok. Gerak cepat seperti ini, dijalankan terus, niscaya akan memberikan kontribusi positif bagi pengembangan perikanan-kelautan di Kabupaten Ende, NTT.

“Saya membaca dan mendengar cerita bahwa satu-satunya daerah di Indonesia yang sukses melakukan pengelolaan perikanan gurita secara berkelanjutan berdasarkan kearifan lokal hanya di Kabupaten Ende. Contohnya di Kampung Arubara, Kelurahan Tetandaran dan Desa Persiapan Maurongga, bersepakat pada bulan-bulan tertentu tidak menangkap gurita di wilayah perairan yang telah disepakati. Ditutup selama tiga bulan, agar terjadi peningkatan populasi (regenerasi gurita) sekaligus peningkatan hasil tangkapan gurita” Kata Ansy Lema.

Bahkan baru-baru ini, saya membaca berita bahwa, Bapak Bupati Ende melakukan panen di Arubara. Penutupan pada tanggal 29 Juli dan dibuka pada 4 November 2021 oleh Bupati Ende. Hasilnya, di areal wilayah yang ditutup itu, Bupati berhasil memancing gurita seberat 3 kilo gram.

Ansy Lema, juga berharap, melalui pelatihan ini, para nelayan dapat membuat alat pancing gurita sendiri, selanjutnya dapat menambah hasil tangkapan gurita.  Saya dengar tidak hanya teori, tetapi ada praktik pembuatan pancing. Ada aplikasinya.
Namun, peningkapan kapasitas memancing belum cukup. Kita sangat berharap agar penangkapan diikuti dengan peningkatan keterampilan pengolahan gurita, untuk mendukung wisata kuliner gurita di Kabupaten Ende.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PDIP, Yohanes Fransiskus Lema, S.IP. M.Si, bekerjasama dengan Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan ( BP3 ) Banyuwangi ini diikuti oleh 100 orang nelayan pancing gurita yang tersebar di Kabupaten Ende.

Kegiatan ini berlangsung selama 2 (dua) hari dengan dua sesi yaitu sesi teori dan sesi praktek pembuatan alat pancing guritanya.

Sementara, Petugas Pendamping Kelompok Nelayan Gurita (Kubi) Kelurahan Tetandara, Wilayah Arubara, Adrianus Dosa, mengatakan kegiatan pelatihan itu bertujuan membantu para nelayan untuk meningkatkan kapasitas tangkapannya untuk kebutuhan akan gurita.
Dirinya berterima kasih kepada, Anggota DPR RI, Fraksi PDI-P, yakni Capak Ansy Lema, Pihak BP3 Banyuwangi dan Dinaa Perikanan Jabuoaten Ende karena dapat menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Ia berharap, melalui pelatihan itu, para nelayan gurita bisa menyerap ilmu sehingga kemampuannya bertambah baik dari sisi sumber daya manusianya maupun dari sisi teknologi dan peralatan tangkapnya. 

Lanjut, Adrianus Dosa, para nelayan yang menjadi peserta bukan nelayan pemula, dan bukan saja bapak-bapak tetapi ada juga ibu-ibu yang menjadi nelayan sehingga tidak membutuhkan banyak teori. Tetapi lebih memperbanyak praktek pembuatan alat pancing gurita. (Damianus Manans)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here