Beranda Sorot Dinilai Tidak Tepat Penyusunan Masterplan dan Bisnisplan BPKS Dari 2021 Hingga 2041...

Dinilai Tidak Tepat Penyusunan Masterplan dan Bisnisplan BPKS Dari 2021 Hingga 2041 Harus Dihentikan

520
0
RSUD Tobelo

Masyarakat Sabang menilai penyusunan Masterplan dan Bisnisplan Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) tahun 2021 hingga 2041 tidak bermanfaat, maka diminta kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah, MT, selaku Ketua Dewan Kawasan Sabang (DKS) dan para anggota dewan pengawas BPKS selaku pemegang otoritas tertinggi kawasan Sabang saat ini untuk menghentikan proses kegiatan tersebut.

“Kita mengkhawatirkan hasilnya nanti hanya berupa produk copypaste dari masterplan yang sudah ada, sehingga rencana pengembangan kawasan Sabang, kembali akan jalan di tempat” Albina Arahman, ST, MT.

HUT Bahayangkara
Albina Arahman, ST, MT

Sabang, Aceh | “Apalagi apa yang telah dibangun lembaga yang didanai Kementerian Keuangan itu belum dirasakan manfaat bagi masyarakat Sabang, maka itu diminta supaya proses penyusunan Masterplan dan Bisnisplan BPKS 2021 sampai dengan 2041 dibatalkan,” kata Albina Arahman, ST, MT mantan anggota DPRK Sabang.

Ia menilai penyusunan rencana induk untuk dua puluh tahun kedepan ini dirasakan tidak tepat dilakukan, dikarenakan beberapa pertimbangan. Salah satunya adalah proses penyusunan dilakukan secara terburu-buru dan terkesan dipaksakan.

Hal itu, terlihat dari proses penyusunan dengan metode tender yang dimenangkan oleh sebuah konsultan dari Jakarta yang tentunya melibatkan para ahli, namun durasi waktu penyusunannya sangat singkat hanya beberapa bulan saja, sangat tidak ideal untuk sebuah proses penyusunan Masterplan/Bisnisplan yang produknya nanti akan digunakan cukup lama yakni untuk jangka waktu 20 tahun kedepan.

“Kita mengkhawatirkan hasilnya nanti hanya berupa produk copypaste dari masterplan yang sudah ada, sehingga rencana pengembangan kawasan sabang kembali akan jalan ditempat,” ungkap Albina Arahman, ST, MT, kepada Bhayangkara Utama, Jumat (30/08/20).

Padahal tambahnya, biaya penyusunannya mencapai Rp. 3 miliar tentu cukup besar jika dipandang hanya untuk proses menyusun buku Masterplan oleh sebuah tim konsultan, beda halnya jika dilakukan secara marathon dengan durasi waktu yang cukup dan tim yang terlibat mewakili semua unsur, baik masyarakat maupun lembaga terkait.

Pelibatan masyarakat Sabang dan para stakeholder di Sabang dan Aceh pun sangat minim dalam proses ini, kalau pun nanti diundang dalam pemaparan draft produk Masterplan paling cuma acara pemanis bibir dan ajang saling mengiyakan saja, karena proses penyusunan sepenuhnya dilakukan dengan metode survey dan nantinya tak cukup waktu bagi stakeholder untuk menganalisa dan memberi masukan dalam acara pemaparan semacam itu. Beda halnya jika sejak awal ikut terlibat menjadi bagian tim dalam proses secara keseluruhan.

Apalagi ditambah bahwa manajemen BPKS saat ini juga dalam proses pergantian pimpinannya, sudah jadi rahasia umum bahwa Plt Gubernur Ir Nova Iriansyah, MT sudah mempersiapkan sosok sosok yang akan menempati posisi ketua, deputi dan lain-lain yang lazim disebut jajaran manajemen BPKS.

Konon katanya, saat ini hanya tinggal menunggu Surat Keputusan saja. Maka akan lebih elok jika proses penyusunan Masterplan dan Bisnisplan ini ditunda saja menunggu manajemen BPKS yang baru, sehingga ide dan kebijakan yang akan diambil dapat bersinergi dengan produk Masterplan yang baru karena pimpinan baru bpks ikut terlibat dalam penyusunan.

Jangan pula terkesan pekerjaan ini menjadi alat sandera bagi pejabat saat ini, agar tetap dipertahankan untuk menduduki jabatan tersebut karena seolah sedang mengerjakan sebuah proses kegiatan yang berefek jangka panjang dan belum selesai, sehingga harus dipertahankan.

“Kasihan banget BPKS kalau irama lama yang masih terdengar, karenanya kami meminta sikap tegas pak Plt Gubernur Aceh, agar memerintahkan BPKS menunda proses penyusunan Masterplan/Bisnisplan yang sedang dikerjakan, demi permasalahan kawasan Sabang tidak terus berlarut larut,” tutup Albina, yang juga pemerhati kawasan Sabang. (Kaperwil Aceh).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here