Beranda Hukum Diperiksa Kejari Padang Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI, Agus Suardi Sebut...

Diperiksa Kejari Padang Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI, Agus Suardi Sebut Nama Walikota

46
0
Foto: Kasi Intelijen Kejari Padang, Roni Saputra, didampingi Kasi Pidsus, Therry Gutama.

Padang, Sumbar

Kasus dugaan korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Padang anggaran 2018-2022 terus bergulir di Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang.

Dana hibah itu disinyalir untuk kegiatan tim sepakbola PSP (Persatuan Sepakbola Padang). Tiga orang telah ditetapkan tersangka, diantaranya Agus Suardi yang kala itu menjabat Ketua Umum KONI Padang periode 2015-2019 sekaligus Bendahara Umum PSP.

Agus Suardi juga mantan Ketua Umum KONI Sumbar. Kemudian tersangka lainnya adalah Nazar dan Davidson. Diketahui keduanya juga merupakan mantan pengurus KONI Padang.

Selang pemeriksaan, Agus Suardi sempat keluar dari ruangan Tindak Pidana Khusus Kejari Padang untuk istirahat siang. Pada saat itu, ia pun meluangkan waktu untuk diwawancarai oleh awak media.

Agus Suardi mengakui, pemeriksaan dirinya bahwa bentuk kepatuhan terhadap hukum. Pada perkara ini, ia sebagai saksi untuk dua orang tersangka yakni Nasar dan Davidson.

“Saya taat aturan. Saya hanya memberikan keterangan tambahan,” kata Agus Suardi diwawancarai di Kejari Padang, Selasa (22/3/2022).

Ketika ditanya awak media tentang alur kasus dugaan korupsi dana hibah tersebut, Agus Suardi hanya menjawab kalau dirinya waktu itu hanya menjalankan perintah saja.

“Saya selaku bendahara di PSP dan ketua KONI Padang. Saya menjalankannya sesuai perintah,” ucapnya.
Saat ditanya siapa yang memerintah, Agus Suardi enggan menyebut nama. Dia mengatakan, perintah itu datang dari Walikota Padang pada tahun 2018 dan Ketum PSP.

“Saya rasa bapak juga tahu,” singkatnya.

“Sebagai bendahara tentunya tidak bisa mengeluarkan uang begitu saja. Semua tentu ada perintah oleh ketua (PSP), diperuntukkan untuk kegiatan PSP. Ketua PSP tahun 2017-2018,” tambahnya.

Diketahui Sebelumnya, Selasa (22/3/2022), Agus Suardi kemudian dimintai keterangan oleh penyidik Kejari Padang untuk diperiksa sebagai saksi. Dia didampingi penasehat hukumnya, Putri Desi Rizky.

Putri membeberkan alur kasus dugaan korupsi dana hibah tersebut. Ia mengungkapkan, pertama PSP membuat proposal yang kemudian disetujui dan dananya dititipkan di KONI Padang.

“Ketua KONI Padang adalah Agus Suardi, di PSP sebagai bendahara. Ketua PSP pada saat itu, pasti tahu sendiri. Kita tidak mau menunjuk dengan secara nama,” kata Putri di Kejari Padang, Selasa (22/3/2022).

Ia menyebutkan, di dalam proposal terdapat nama Walikota Padang yang juga merupakan Ketua PSP. Putri enggan menyebut nama Walikota tersebut.

“Cari tahu sendiri Ketua PSP pada saat itu siapa. Dana di proposal Rp500 juta. Ini kesalahan administrasi,” jelasnya.

“Sebagai bendahara tentunya tidak bisa mengeluarkan uang begitu saja. Semua tentu ada perintah oleh ketua (PSP), diperuntukkan untuk kegiatan PSP. Ketua PSP tahun 2017-2018,” ujarnya.

Sementara itu, ketika ditemui awak media di Kejari Padang, Kepala Seksi Intelijen Kejari Padang, Roni Saputra belum bisa memberikan keterangan terkait ada nama wali kota dalam kasus ini. Pihaknya masih menggali keterangan lebih lanjut.

“Belum bisa memberikan keterangan secara pasti. Biarkan tim penyidik mengolah untuk menggali lebih dalam,” kata Roni.

Roni mengungkapkan, pihaknya bisa saja akan memanggil nama Walikota yang dimaksud untuk diperiksa. Namun untuk saat ini belum mengarah kesana.

“Kalau untuk kemungkinan dipanggil tentu bisa saja. Tapi belum bisa untuk arah kesana,” tuturnya.

Ia mengatakan, pemeriksaan Agus Suardi sebagai saksi saat ini merupakan perkara untuk Nazar dan Davidson.

“Hasil pemeriksaan Agus Suardi dan lainnya nanti kita sampaikan, kita masih mengolahnya,” ujarnya. (AAP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here