Beranda Daerah Diseret Dan Dipukuli, Karyawati Perusaan Air Mineral Aniaya Ibu Rumah Tangga

Diseret Dan Dipukuli, Karyawati Perusaan Air Mineral Aniaya Ibu Rumah Tangga

68
0
Rosnani, korban penganiayaan/pengeroyokan

Tanah Karo, Sumut

Seorang wanita warga Nagerijahe, Kecamatan Kutabuluh, Kabupaten Karo, berinisial AIB, Karyawati PT. Tirta Sibayakindo di Desa Daulu, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, dilaporkan ke Polres Tanah Karo, dengan Nomor Pengaduan : STTLP,/B/445/VI/2021/SPKT/Polres Tanah Karo/Polda Sumut, tentang peristiwa pidana nomor 1 tahun 1946 tentang KUHP pasal 351 junto 170 KUHP.

Peritiwa penganiayaan itu terjadi di jalan Kotacane Gg. HKI Laucimba Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo. Pengadu atas nama Rosnani Tarigan Kartika ditemui di Polres Tanah Karo, Kamis (5/8/2021) menceritakan peristiwa yang dialaminya.

Menurut korban, malam itu ada ketukan di pintu rumahnya, saat pintu dibuka ia melihat sejumlah perempuan dan laki- laki turun dari mobil langsung merenggut rambutnya, ada yang memegang kedua tangan dan menyeret ke tempat yang gelap.

SPHP yang diterbitkan Satreskrim Polres Tanah Karo

“Disitulah saya dipukuli, aku hanya berteriak-teriak minta tolong dan menangis,” terang Rosnani.

Dia juga memperlihatkan foto-foto memar di sekujur tubuhnya, yang masih tersimpan di HP nya. “Kemarin saya ke rumah sakit berobat jalan, diukur tensi cuma 70, aku sering pusing,” kata Rosnani dengan wajah sedih.

Ditambahkannya, sebelumnya pria berinisial SS rekan kerjanya dan masih ada hubungan keluarga dengan koban, datang ke rumahnya. SS warga Desa Daulau mengaku lagi cekcok dengan istrinya AIB, karyawan perusahaan air minum.

“Ketika pengeroyokan, AIB paling beringas melakukan pemukulan ke saya, Bang,” ujar Rosnani kepada awak media ini. .

Kanit PPA Ipda Tina Nainggolan, ketika dikonfirmasi awak media mengatakan, pengaduan itu tengah diproses. “Rosnani sudah datang untuk mengambil pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan ini, selanjutnya kita akan memanggil MS dan IM untuk dimintai keterangan lanjutan,” ujarnya.

Dalam SPHP (surat perkembangan hasil penyidikan) disebutkan, penyidik telah mengambil keterangan saksi pelapor dan saksi korban. Saksi- saksi atas nama Rosnani Tarigan, MS, RG, KD, dan SS. Setelah dilakukan penyelidikan, ditemukan bukti permulaan awal bahwa telah terjadi tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama. (Percaya Sembiring)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here