Beranda Daerah Disiksa Di Kapal Cumi China, Dua ABK Asal Indonesia Terjun ke Laut

Disiksa Di Kapal Cumi China, Dua ABK Asal Indonesia Terjun ke Laut

103
0

Dua orang pekerja asal Indonesia mendapat penyiksaan saat melaut bersama kapal tangkap ikan Lu Qing Yuan Yu 213 asal negara China. Akibat mengalami kondisi tersebut, keduanya memilih untuk melompat ke laut karena tidak tahan atas “penyiksaan” yang dialami.

Saya tidak nyaman kerja di kapal, tidak betah karena mendapatkan penganiayaan. Saya dipukul dan ditendang apabila kerja lambat. Waktu istirahat saja hanya dapat 3 jam dalam sehari. – Andri Juniansyah (30) ABK –

Karimun | Kedua ABK yang bekerja di kapal cumi China itu diketahui masing-masing bernama Andri Juniansyah (30) asal Sumbawa, NTB dan Renafi (22) asal Medan Sumatera Utara saat ditemui terapung telah dalam kondisi lemas.

“Kita amankan jam tujuh tadi pagi dalam kondisi basah serta mengenakan pelampung, dan sudah lemas. Setelah diamankan, keduanya menjalani pemeriksaan rapid tes. Dan hasilnya nonreaktif,” ujar Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan usai menginterogasi keduanya di Mapolsek Tebing, Karimun, Sabtu (06/06/2020).

Dua orang terapung itu diketahui merupakan ABK Kapal Tangkap Cumi berbendera China. Mereka nekat melarikan diri dengan cara melompat ke laut dan berenang mencari bantuan. Mereka ini ditemukan oleh nelayan sudah mengapung selama tujuh jam di laut di Perairan STS.

“Sekitar jam 03.00 dinihari, saya mendengar ada suara orang meminta tolong, awalnya saya hanya diamkan saja, karena takut. Namun, saat saya menghidupkan mesin, saya melihat ada orang melambai-lambaikan tangan ditengah laut,” kata Nelayan Kecamatan Tebing, Teuku Azhar yang ditemui di Mapolsek Tebing.

Ia mengatakan, dua orang tersebut saat ditemui terapung telah dalam kondisi lemas. Keduanya, mengaku bahwa mereka baru saja melarikan diri dari kapal tangkap cumi asal China.

“Mereka mengaku dianiaya. Pada pagi harinya, saya langsung membawa mereka ke Pulau Karimun dan melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian,” katanya.

Andri Juniansyah, salah satu ABK Kapal yang ditemukan mengapung di laut mengungkapkan, alasan dirinya melarikan diri dari kapal tangkap cumi asal China itu karena mendapatkan penganiayaan selama bekerja.

“Saya tidak nyaman kerja di kapal, tidak betah karena mendapatkan penganiayaan. Saya dipukul dan ditendang apabila kerja lambat. Waktu istirahat saja hanya dapat 3 jam dalam sehari,” kata Andri ditemui wartawan di Mapolsek Tebing, Sabtu (06/06/2020). (fli)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here