Beranda Hukum Dokter Puskesmas Prigen Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan KDRT

Dokter Puskesmas Prigen Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan KDRT

79
0

Sidoarjo, Jatim

Kasus perselingkuhan ASN dokter pasangan suami istri asal Sidoarjo, memasuki babak baru di meja Kejaksaan Negeri Sidoarjo.

Hindayani Suci, yang merupakan dokter puskesmas Prigen Pasuruan, istri AS yang juga seorang dokter, diduga melakukan tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) pada suaminya.

Ia melakukan pemukulan terhadap suaminya sendiri di bagian dada sebelah kiri pada 13 Agustus 2020 lalu, status keduanya masih sah sebagai suami istri.

Ditemui di tempat prakteknya, drg. AS mengatakan, peristiwa pemukulan terjadi saat dirinya tengah menyantuni anak yatim di rumah janda di Kecamatan Sukodono, yang dituding sebagai selingkuhanya oleh sang istri.

“Saat itu saya pergi untuk menyantuni anak yatim di Sukodono. Tiba-tiba mantan istri saya datang dengan marah-marah dengan membawa keluarganya 2 mobil, tanpa alasan yang jelas, ngomel-ngomel langsung melakukan pemukulan di dada saya,” ungkapnya, Jumat (13/8/2021).

Menurut AS, perbuatan mantan istrinya lantaran ingin membalikkan fakta yang dilakukan semasa istri sahnya itu terhadap kasus perselingkuhan dengan seorang perawat tempat sang istri bekerja.

“Dia melakukan pemukulan ke saya, seolah-olah mencari kesalahan sehingga dia balik menuduh saya berselingkuh dengan seorang janda. Apa pantas seorang PNS yang sudah berselingkuh, dan yang menggugat cerai tanpa ijin, datang ke rumah orang pukul 2 siang dengan menuduh saya berselingkuh dan memukul saya didepan umum,” beber AS.

“Itupun sudah saya adukan ke instansi tersangka HS di Pasuruan dan belum ada tindakan yang tegas dari pimpinannya,” imbuhnya.

“Perlu diketahui, istri saya meninggalkan rumah pada tanggal 27 Oktober 2019, tanggal 16 Nopember istri saya mengajukan gugatan cerai, aneh aja tanggal 13 Agustus 2020 menuduh dan memukul saya,” cetusnya.

Sebelumnya AS melaporkan kejadian tersebut pada Polsek Sukodono, Sidoarjo. Usai HS ditetapkan sebagai tersangka, untuk memenuhi proses hukum lebih lanjut kasus tersebut dilimpahkan pada Kejaksaan Negeri Sidoarjo.

Kasi Pidum Kejari Sidoarjo, Gatot Hariyono, SH., menegaskan, jika terhadap tersangka dikenakan pasal 44 ayat 1 atau pasal 44 ayat 3 UU 23 tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

“HS dikenakan pasal 44 ayat 1 atau pasal 44 ayat 3 UU 23 tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Untuk penahanannya masih akan dilakukan kajian lagi, karena HS seorang ibu dan masih memiliki tanggungjawab pada anaknya,” jelas Gatot.

Terlepas dari itu, Kepala Puskesmas Prigen ketika dikonfirmasi awak media lewat sambungan whatsApp, tidak ada tanggapan, semata-mata menutupi kasus ini. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here