Beranda Nasional DPN Lidik Krimsus RI Tawarkan Web Desa Untuk Layani Kebutuhan Informasi

DPN Lidik Krimsus RI Tawarkan Web Desa Untuk Layani Kebutuhan Informasi

491
0

Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Informasi Data Investigasi Korupsi dan Kriminal Khusus Republik Indonesia (DPN – Lidik Krimsus RI) akan gelar seminar nasional dengan mengusung tema “Refleksi 3 Tahun Implementasi Perpres Nomor 74 tahun 2017 Tentang Peta Jalan SPNBE, dan Peran Kepala Desa Dalam Membangun Digital Ekonomi Yang Berkesinambungan“. Hal tersebut disampaikan Joni Oktavianus, Wakil Ketua Umum DPN Lidik Krimsus RI di Jakarta, Jum’at, 6 September 2019 lalu.

Jakarta, BU – Hal tersebut disampaikan Joni, seminar yang akan digelar merupakan bentuk kontribusi lembaga yang dipimpinnya demi menjadikan Indonesia sebagai negara ekonomi digital terbesar se-Asia Tenggara Tahun 2020.

Joni menuturkan, Lidik Krimsus RI mendorong lahirnya wabsite (web) desa sebagai sarana untuk penyediaan informasi dan pelayanan publik diseluruh desa di tanah air.

Pemerataan pembangunan, langkah dan kebijakan perlu diketahui publik dan itu bisa memanfaatkan website yang dikelola langsung oleh aparatur desa. “Kita dorong pembangunan dan pemerataan serta peningkatan taraf hidup masyarakat, khususnya masyarakat desa

“Dan kita ingin segala kebutuhan informasi dapat sampai pada masyarakat secara cepat, akurat dan transparan,” papar Joni Oktavianus saat diwawancari oleh di Mabes Polri, Jum’at, siang.

Meski tak didanai oleh negara, untuk mewujudkan itu, ia berencana meluncurkan seratus web desa sebagai percontohan. Web desa itu dibuat dengan biaya mandiri, memanfaatkan kerjasama Lidik Krimsus RI dengan para stakeholder dan pihak ketiga yang memiliki kepedulian terhadap desa.

Didalam website desa itu, nanti tersedia segala informasi terkait kebijakan, program pemerintah desa serta peluang yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat termasuk informasi dana desa dan penggunaannya,” ungkap Wakil Ketua Umum DPN Lidik Krimsus RI.

Joni Oktavianus – Wakil Ketua Umum Lembaga Informasi Data Investigasi Korupsi dan Kriminal Khusus Republik Indonesia (LIDIK KRIMSUS RI)

Pria asal Nagari Cupak Kabupaten Solok yang juga artis di Ibukota ini menyebutkan, Lidik Krimsus RI tidak sekedar lembaga yang hanya melakukan fungsi pengawasan dan sosial kontrol terhadap berbagai kebijakan pemerintah, tetapi juga berperan mendorong pemerintah untuk tidak KKN dan selalu transparan.

Ia mengaku, saat ini birokrasi masih ada yang berbelit dan masyarakat masih harus bolak balik untuk mengurus sesuatu hal di kantor-kantor pemerintahan, hal itu menurut dia, lantaran minimnya informasi yang disediakan oleh pihak terkait.

Dalam temuan Lidik Krimsus RI dilapangan, tidak hanya informasi saja yang minim, tetapi banyak produk legislasi dan kebijakan daerah tidak ada sosialisasi kepada masyarakat. Hasilnya, produk yang lahir atas kesepakatan Wakil Rakyat dan Pemerintah yang memakan anggaran sangat besar itu menjadi percuma, bahkan dampaknya sulit untuk bisa sampai pada masyarakat.

Kita dorong sosialisasi itu menggunakan kemajuan teknologi agar informasi bisa diterima khalayak secara cepat, akurat dan terbuka supaya masyarakat bisa memperoleh informasi yang diperlukan tanpa bolak balik ketika berurusan dikantor pemerintah,” jelasnya

Joni juga menyebutkan, kehadiran web desa bisa meminimalisir penyelewengan anggaran, karna seluruh kegiatan dan kebijakan pemerintah bisa diketahui secara langsung oleh warga desa. “Ini bisa memutus mata rantai korupsi di desa, karena dengan adanya web desa partisipasi warga bisa terpicu untuk melakukan pengawasan langsung terhadap segala kebijakan pemerintah di desa,” sebutnya.

Ketika ditanya ihwal anggaran untuk mendanai rencana strategis itu, dirinya mengaku akan bekerjasama dengan semua pihak yang peduli dengan pembangunan desa.

Hal itu didorong karena menurut dia, selain dapat menyediakan informasi seputar asal usul desa dan informasi anggaran, web desa juga bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan setiap potensi dan keunikan desa itu sendiri.

“Pada situs web desa tersebut pemerintah desa dapat mempromosikan potensi desa seperti Pertanian, Perkebunan, hasil laut, UMKM maupun tempat wisata,” singkat Joni. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here